Javascript must be enabled to continue!
Peningkatan Pengetahuan dan Pelatihan Kader Posbindu dalam Mendeteksi Depresi pada Lansia
View through CrossRef
ABSTRAK Lansia merupakan penduduk dengan usia 60 tahun keatas. Lansia masih membutuhkan kasihsayang dari keluarga yang apabila tidak didapatkan menyebabkan lansia menjadi menarik diri dan bisa berakhir menjadi depresi. Depresi yang berkepanjangan pada akhirnya dapat menuju kepada pemikiran kematian atau bunuh diri. Lansia bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di Posbindu setiap bulan oleh kader yang sudah dilatih oleh Puskesmas. Namun demikian belum banyak kader atau masyarakat yang mengetahui tentang depresi dan bagaimana mendeteksinya. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang depresi dan bagaimana mendeteksinya sehingga bisa mencegah perburukan depresi. Pengabdian dilakukan di Posbindu Mutiara sebelas yang dihadiri oleh 32 peserta terdiri dari kader dan masyarakat dengan anggota keluarga lansia. Sebelum kegiatan dilakukan pre test untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta, dilanjutkan dengan penyuluhan dan diakhiri dengan post test untuk mengetahui adanya peningkatan pengetahuan peserta. Dari hasil pengabdian ini didapatkan rerata nilai pre test 67,2 dan pada post test 80,3, terjadi kenaikan sebanyak 13,1. Dilakukan pengolahan data dan didapatkan nilai p 0,001 yang menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada peserta. Dilakukan pula pelatihan mendeteksi depresi pada lansia menggunakan Geriatric Depression Scale yang bisa dipahami dengan baik oleh peserta. Meningkatnya pengetahuan kader dan masyarakat mengenai depresi dan cara mendeteksinya diharapkan dapat diterapkan sehari-hari, agar lansia yang ternyata menderita depresi dapat terdeteksi sejak awal, dan mendapatkan terapiyang sesuai.
ABSTRACT The elderly are residents aged 60 years and over. The elderly still need love from family, which if not obtained causes them to become withdrawn and can end up becoming depressed. Prolonges depression can eventually lead to thoughts of death or suicide. Elderly people can get health services at Posbindu every month by kader who have been trained by the Puskesmas. However, not many kader or community know about depression and how to detect it. This community service aim to provide knowledge about depression and how to detect it, so that it can prevent depression from worsening. The service was carried out at Posbindu Mutiara Sebelas, which was attended by 32 participants consisting of kader and community with elderly family members. Before the activity, a pre-test was carried out to determine the participant’s level of knowledge, followed by counselling and ended with a post-test to determine whether there had been an increase in participant’s knowledge. From the results of this service, the average pre-test score was 67,2 and the post-test was 80,3, an increase of 13,1. Data processing was carried out and a p value of 0,001 was obtained, indicating that there was a significant increase in knowledge among the participants. Training was also carried out to detect depression in the elderly using the Geriatric Depression Scale which participants could understand well. It is hoped that increasing knowledge of kader and the community about depression and how to detect it can be applied on a daily basis, so that elderly people who are found to be suffering from depression can be detected early and receive appropriate therapy.
Universitas Persada Indonesia Y.A.I
Title: Peningkatan Pengetahuan dan Pelatihan Kader Posbindu dalam Mendeteksi Depresi pada Lansia
Description:
ABSTRAK Lansia merupakan penduduk dengan usia 60 tahun keatas.
Lansia masih membutuhkan kasihsayang dari keluarga yang apabila tidak didapatkan menyebabkan lansia menjadi menarik diri dan bisa berakhir menjadi depresi.
Depresi yang berkepanjangan pada akhirnya dapat menuju kepada pemikiran kematian atau bunuh diri.
Lansia bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di Posbindu setiap bulan oleh kader yang sudah dilatih oleh Puskesmas.
Namun demikian belum banyak kader atau masyarakat yang mengetahui tentang depresi dan bagaimana mendeteksinya.
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang depresi dan bagaimana mendeteksinya sehingga bisa mencegah perburukan depresi.
Pengabdian dilakukan di Posbindu Mutiara sebelas yang dihadiri oleh 32 peserta terdiri dari kader dan masyarakat dengan anggota keluarga lansia.
Sebelum kegiatan dilakukan pre test untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta, dilanjutkan dengan penyuluhan dan diakhiri dengan post test untuk mengetahui adanya peningkatan pengetahuan peserta.
Dari hasil pengabdian ini didapatkan rerata nilai pre test 67,2 dan pada post test 80,3, terjadi kenaikan sebanyak 13,1.
Dilakukan pengolahan data dan didapatkan nilai p 0,001 yang menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada peserta.
Dilakukan pula pelatihan mendeteksi depresi pada lansia menggunakan Geriatric Depression Scale yang bisa dipahami dengan baik oleh peserta.
Meningkatnya pengetahuan kader dan masyarakat mengenai depresi dan cara mendeteksinya diharapkan dapat diterapkan sehari-hari, agar lansia yang ternyata menderita depresi dapat terdeteksi sejak awal, dan mendapatkan terapiyang sesuai.
ABSTRACT The elderly are residents aged 60 years and over.
The elderly still need love from family, which if not obtained causes them to become withdrawn and can end up becoming depressed.
Prolonges depression can eventually lead to thoughts of death or suicide.
Elderly people can get health services at Posbindu every month by kader who have been trained by the Puskesmas.
However, not many kader or community know about depression and how to detect it.
This community service aim to provide knowledge about depression and how to detect it, so that it can prevent depression from worsening.
The service was carried out at Posbindu Mutiara Sebelas, which was attended by 32 participants consisting of kader and community with elderly family members.
Before the activity, a pre-test was carried out to determine the participant’s level of knowledge, followed by counselling and ended with a post-test to determine whether there had been an increase in participant’s knowledge.
From the results of this service, the average pre-test score was 67,2 and the post-test was 80,3, an increase of 13,1.
Data processing was carried out and a p value of 0,001 was obtained, indicating that there was a significant increase in knowledge among the participants.
Training was also carried out to detect depression in the elderly using the Geriatric Depression Scale which participants could understand well.
It is hoped that increasing knowledge of kader and the community about depression and how to detect it can be applied on a daily basis, so that elderly people who are found to be suffering from depression can be detected early and receive appropriate therapy.
.
Related Results
GAMBARAN DEPRESI PADA LANSIA DI POSBINDU PUSKESMAS KOTA MANAGAISAKI KABUPATEN TOLITOLI
GAMBARAN DEPRESI PADA LANSIA DI POSBINDU PUSKESMAS KOTA MANAGAISAKI KABUPATEN TOLITOLI
Lansia di Indonesia setiap tahunya terus mengalami peningkatan. Seiring bertambahnya usia maka akan terjadi perubahan fisik, kognitif, dan psikososial yang merupakan dampak negatif...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PEMBINAAN KADER POSBINDU DALAM DETEKSI DINI FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR
PEMBINAAN KADER POSBINDU DALAM DETEKSI DINI FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR
Abstrak: Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, terus meningkat, sementara pemahaman masyarakat dan keterampilan kader Posbindu dalam deteksi dini ma...
PELATIHAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM PADA PESERTA POSBINDU-PTM RAJAWALI DESA SUMBERTEBU
PELATIHAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM PADA PESERTA POSBINDU-PTM RAJAWALI DESA SUMBERTEBU
ABSTRAK: Pengendalian penyakit tidak menular di masyarakat dapat dilakukan melalui upaya optimalisasi program Posbindu-PTM. Pemberian pelatihan teknik relaksasi nafas dalam untuk m...
Pendampingan Pencatatan Dan Pelaporan Posbindu Sekar Wangi Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang
Pendampingan Pencatatan Dan Pelaporan Posbindu Sekar Wangi Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang
ABSTRAK. Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan bentuk peran serta masyarakat dalam upaya pengendalian faktor risiko secara mandiri dan berkesinambungan. Pengembangan Pos...
Pengaruh Penerapan Reminiscence Therapy Terhadap Tingkat Depresi Pada Lansia
Pengaruh Penerapan Reminiscence Therapy Terhadap Tingkat Depresi Pada Lansia
Lansia sebagai tahap akhir siklus kehidupan sering diwarnai dengan kondisi yang tidak sesuai dengan harapan, sehingga banyak mengalami depresi. World Health Orgalenization menyatak...
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR (POSBINDU PTM) DENGAN MENGGUNAKAN TEORI WLLIAM C EDWARD DI PUSKESMAS KAMPUNG BARU TAHUN 2020
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR (POSBINDU PTM) DENGAN MENGGUNAKAN TEORI WLLIAM C EDWARD DI PUSKESMAS KAMPUNG BARU TAHUN 2020
AbstrakSaat ini Puskesmas Kampung Baru, masih melaksanaan Posbindu PTM dan sudah tepat sasaran dapat dilihat dari data kunjungan Posbindu PTM yang dilaksanakan, tetapi masih ada ma...

