Javascript must be enabled to continue!
Menyusur Dua Alur Lukisan Jelekong
View through CrossRef
Kampung Jelekong adalah sebuah desa yang terletak di Kabupaten Bandung. Nama kampung ini menjadi dikenal luas akibat karya-karya lukisan yang dibuat oleh penduduknya. Lukisan-lukisan tersebut terkenal dengan menampilkan objek pemandangan alam, binatang atau bunga. Belakangan, melalui beberapa pelukis di sana, berkembang jenis lukisan yang lain, yang berbeda dengan lukisan khas Jelekong. Kehadiran lukisan yang lain itu, tidak saja memunculkan keberagaman dalam hal tematik serta teknik lukisan, tapi lebih dari itu menunjukkan perbedaan tentang bagaimana lukisan itu diproduksi, didistribusi dan diapresiasi serta bagaimana pelukis Jelekong harus bertindak secara berbeda.
Di dalam tulisan ini, untuk memudahkan identifikasi, kedua macam lukisan itu disebut dengan lukisan “tradisional” Jelekong dan lukisan “kontemporer” Jelekong. Kehadiran dua macam lukisan itu, dengan segala macam perbedaannya, menunjukkan satu hal yang sebenarnya mendasar, yaitu: perbedaan medan seni lukis. Perbedaan medan seni lukis itu dengan sendirinya yang mengakibatkan segala macam perbedaan yang melingkupi kedua macam lukisan Jelekong tersebut.
Tulisan ini bertujuan untuk menjabarkan lebih jauh perbedaan-perbedaan yang ada diantara kedua macam lukisan yang berkembang di Jelekong tersebut. Untuk mengamati dan membahas berbagai perbedaan tersebut, tulisan ini lebih berfokus pada aspek sosiologi seni yang melatari kedua macam lukisan itu. Tesis Sanento Yuliman, Dua Seni Rupa, akan menjadi kerangka analisis dalam tulisan ini.
Title: Menyusur Dua Alur Lukisan Jelekong
Description:
Kampung Jelekong adalah sebuah desa yang terletak di Kabupaten Bandung.
Nama kampung ini menjadi dikenal luas akibat karya-karya lukisan yang dibuat oleh penduduknya.
Lukisan-lukisan tersebut terkenal dengan menampilkan objek pemandangan alam, binatang atau bunga.
Belakangan, melalui beberapa pelukis di sana, berkembang jenis lukisan yang lain, yang berbeda dengan lukisan khas Jelekong.
Kehadiran lukisan yang lain itu, tidak saja memunculkan keberagaman dalam hal tematik serta teknik lukisan, tapi lebih dari itu menunjukkan perbedaan tentang bagaimana lukisan itu diproduksi, didistribusi dan diapresiasi serta bagaimana pelukis Jelekong harus bertindak secara berbeda.
Di dalam tulisan ini, untuk memudahkan identifikasi, kedua macam lukisan itu disebut dengan lukisan “tradisional” Jelekong dan lukisan “kontemporer” Jelekong.
Kehadiran dua macam lukisan itu, dengan segala macam perbedaannya, menunjukkan satu hal yang sebenarnya mendasar, yaitu: perbedaan medan seni lukis.
Perbedaan medan seni lukis itu dengan sendirinya yang mengakibatkan segala macam perbedaan yang melingkupi kedua macam lukisan Jelekong tersebut.
Tulisan ini bertujuan untuk menjabarkan lebih jauh perbedaan-perbedaan yang ada diantara kedua macam lukisan yang berkembang di Jelekong tersebut.
Untuk mengamati dan membahas berbagai perbedaan tersebut, tulisan ini lebih berfokus pada aspek sosiologi seni yang melatari kedua macam lukisan itu.
Tesis Sanento Yuliman, Dua Seni Rupa, akan menjadi kerangka analisis dalam tulisan ini.
Related Results
Dampak Industri Pariwisata terhadap Perekonomian Masyarakat di Kampung Seni dan Budaya Jelekong
Dampak Industri Pariwisata terhadap Perekonomian Masyarakat di Kampung Seni dan Budaya Jelekong
Abstract. Jelekong Arts and Culture Villae is one of the tourist village located in Bandung Regency. The Jelekong Village Government is trying to develop the Jelekong Arts and Cult...
Tinjauan Akhlak Bisnis Islam terhadap Produksi Terasi
Tinjauan Akhlak Bisnis Islam terhadap Produksi Terasi
Abstract. Basically, Terasi is the result of the fermentation process of fish or terasi which is processed in such a way that it can be used as an additional ingredient in some typ...
NILAI PENDIDIKAN SENI PADA PERTUNJUKAN WAYANG GOLEK GIRI HARJA KABUPATEN BANDUNG
NILAI PENDIDIKAN SENI PADA PERTUNJUKAN WAYANG GOLEK GIRI HARJA KABUPATEN BANDUNG
This study discusses the Giri Harja hermitage in wayang golek in West Java. The selection of the Giri Harja wayang golek to be studied is very important because it has a role and f...
ANALISIS LONGSHORE CURRENT DAN LONGSHORE SEDIMENT TRANSPORT PADA PANTAI AENG, GALESONG UTARA, KABUPATEN TAKALAR
ANALISIS LONGSHORE CURRENT DAN LONGSHORE SEDIMENT TRANSPORT PADA PANTAI AENG, GALESONG UTARA, KABUPATEN TAKALAR
Pantai Aeng merupakan bagian dari wilayah pesisir Kabupaten Takalar yang berbatasan langsung dengan Kota Makassar dan memiliki potensi kegiatan industri, perikanan, rumput laut, da...
EMOSI ESTETIS PADA LUKISAN “IBU DAN ANAK” KARYA BASOEKI ABDULLAH
EMOSI ESTETIS PADA LUKISAN “IBU DAN ANAK” KARYA BASOEKI ABDULLAH
Basoeki Abdullah merupakan pelukis terkenal dengan aliran realisme. Salah satunya lukisan yang spesial dari karya karyanya yaitu lukisan “Ibu dan Anak” di buat pada tahun 1992. Hal...
ANALISIS FORMAL LUKISAN ANDI IAN SURYA
ANALISIS FORMAL LUKISAN ANDI IAN SURYA
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil Analisis formal lukisan karya Andi Ian Surya. Analisis formal yakni melanjutkan inventarisasi deskriptif dengan mengump...
INTERAKSI SIMBOLIK DALAM LUKISAN œKAMPUNG KARO KARYA RASINTA TARIGAN
INTERAKSI SIMBOLIK DALAM LUKISAN œKAMPUNG KARO KARYA RASINTA TARIGAN
Rasinta Tarigan is a Karo artist who created a painting titled œKampung Karo with the romance of Karo people™s lives. He emphasized the cultural values of the Karo people in the ...
ANALISIS ALUR DALAM NOVEL DOMPET AYAH, SEPATU IBU KARYA J.S. KHAIREN
ANALISIS ALUR DALAM NOVEL DOMPET AYAH, SEPATU IBU KARYA J.S. KHAIREN
ABSTRAK
Masalah yang melatar belakangi penelitian ini adalah sebuah cerita novel Dompet Ayah, Sepatu Ibu Karya J.S. Khairen, memiliki alur yang sangat menarik. Alur cerita dalam n...

