Javascript must be enabled to continue!
PROBLEMATIKA DALAM PELESTARIAN TRADISI ANGKLUNG BADUD DI DESA MARGAJAYA KECAMATAN CIJULANG
View through CrossRef
Tradisi angklung badud merupakan salah satu bentuk kesenian berjenis angklung buhun yang berasal dari Dusun Margajaya Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran. Tradisi angklung badud tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Dusun Margajaya, Kecamatan Cijulang. Hal ini diindikasikan dari penggunaan tradisi angklung badud sebagai media dalam ritual pertanian padi, yang merupakan mayoritas profesi masyarakat Dusun Margajaya, Kecamatan Cijulang. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang memberikan gambaran mengenai keadaan atau gejala yang terjadi tanpa melepaskan objek yang diteliti. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini bahwa seiring dengan berkembangnya zaman dan kemajuan teknologi yang semakin maju, perkembangan dan pelestarian tradisi angklung badud semakin memprihatinkan. Banyak faktor yang yang menjadikan eksistensi tradisi angklung badud berada di posisi yang mengkhawatirkan. Beberapa faktor yang mempengaruhi terhambatnya perkembangan angklung badud diantaranya: 1). Perubahan sistem pertanian masyarakat sebagai akar tradisi angklung badud, 2). Sistem pewarisan yang kurang optimal, 3). Akulturasi budaya yang menggerus pelestarian angklung badud. 4). Mind set masyarakat yang lebih menyukai hal-hal yang bersifat modern, 5). Kurangnya kesadaran masyarakat dalam melestarikan tradisi lokal, 6). Kepedulian pemerintah daerah yang kurang optimal terhadap pelestarian angklung badud.AbstractThe tradition of Badud angklung is one of the art forms of angklung buhun originating from Margajaya Hamlet, Cijulang District, Pangandaran Regency. The Badud angklung tradition grows and develops in the people of Margajaya Hamlet, Cijulang District. This is indicated by the use of the angklung badud tradition as a medium in rice farming rituals, which constitutes the majority of the profession of the people of the Margajaya Hamlet, Cijulang District. This research is included in descriptive qualitative research, namely research that provides an overview of the situation or symptoms that occur without releasing the object under study. Data collection techniques in this study used observation, interview and documentation techniques. The results of this study that along with the development of the times and increasingly advanced technological advances, the development and preservation of the Badud angklung tradition is increasingly alarming. Many factors that make the existence of the Angud Angklung tradition in a worrying position. Several factors that influence the development of badud angklung include: 1). Changes in the community farming system as the root of the Badud angklung tradition, 2). Less optimal inheritance system, 3). Cultural acculturation which undermines the preservation of badud angklung. 4). The mind set of people who prefer things that are modern, 5). Lack of public awareness in preserving local traditions, 6). The sub-optimal government's concern for the preservation of badud angklung.
Title: PROBLEMATIKA DALAM PELESTARIAN TRADISI ANGKLUNG BADUD DI DESA MARGAJAYA KECAMATAN CIJULANG
Description:
Tradisi angklung badud merupakan salah satu bentuk kesenian berjenis angklung buhun yang berasal dari Dusun Margajaya Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran.
Tradisi angklung badud tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Dusun Margajaya, Kecamatan Cijulang.
Hal ini diindikasikan dari penggunaan tradisi angklung badud sebagai media dalam ritual pertanian padi, yang merupakan mayoritas profesi masyarakat Dusun Margajaya, Kecamatan Cijulang.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang memberikan gambaran mengenai keadaan atau gejala yang terjadi tanpa melepaskan objek yang diteliti.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini bahwa seiring dengan berkembangnya zaman dan kemajuan teknologi yang semakin maju, perkembangan dan pelestarian tradisi angklung badud semakin memprihatinkan.
Banyak faktor yang yang menjadikan eksistensi tradisi angklung badud berada di posisi yang mengkhawatirkan.
Beberapa faktor yang mempengaruhi terhambatnya perkembangan angklung badud diantaranya: 1).
Perubahan sistem pertanian masyarakat sebagai akar tradisi angklung badud, 2).
Sistem pewarisan yang kurang optimal, 3).
Akulturasi budaya yang menggerus pelestarian angklung badud.
4).
Mind set masyarakat yang lebih menyukai hal-hal yang bersifat modern, 5).
Kurangnya kesadaran masyarakat dalam melestarikan tradisi lokal, 6).
Kepedulian pemerintah daerah yang kurang optimal terhadap pelestarian angklung badud.
AbstractThe tradition of Badud angklung is one of the art forms of angklung buhun originating from Margajaya Hamlet, Cijulang District, Pangandaran Regency.
The Badud angklung tradition grows and develops in the people of Margajaya Hamlet, Cijulang District.
This is indicated by the use of the angklung badud tradition as a medium in rice farming rituals, which constitutes the majority of the profession of the people of the Margajaya Hamlet, Cijulang District.
This research is included in descriptive qualitative research, namely research that provides an overview of the situation or symptoms that occur without releasing the object under study.
Data collection techniques in this study used observation, interview and documentation techniques.
The results of this study that along with the development of the times and increasingly advanced technological advances, the development and preservation of the Badud angklung tradition is increasingly alarming.
Many factors that make the existence of the Angud Angklung tradition in a worrying position.
Several factors that influence the development of badud angklung include: 1).
Changes in the community farming system as the root of the Badud angklung tradition, 2).
Less optimal inheritance system, 3).
Cultural acculturation which undermines the preservation of badud angklung.
4).
The mind set of people who prefer things that are modern, 5).
Lack of public awareness in preserving local traditions, 6).
The sub-optimal government's concern for the preservation of badud angklung.
Related Results
KAMPUNG ANGKLUNG DI CIAMIS: PENJAGA EKOSISTEM BUDAYA ANGKLUNG
KAMPUNG ANGKLUNG DI CIAMIS: PENJAGA EKOSISTEM BUDAYA ANGKLUNG
Kampung Angklung merupakan perkampungan penghasil angklung yang berada di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Sejak tahun 2010 angklung telah menjadi warisan budaya yang diakui dunia mel...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Penerapan Struktur Tiga Babak dalam Penulisan Naskah Video Feature “Melodi Bambu: Menghidupkan Kembali Simfoni Tradisonal”
Penerapan Struktur Tiga Babak dalam Penulisan Naskah Video Feature “Melodi Bambu: Menghidupkan Kembali Simfoni Tradisonal”
This final project report aims to explain the application of a three-act structure in writing a feature video script entitled "Bamboo Melody: Reviving a Traditional Symphony." The ...
Angklung The Long-Established Art Facing Global Trends
Angklung The Long-Established Art Facing Global Trends
Initially, art was created as entertainment for leisure and rituals. Over time, when art is appreciated widely by other people, the art is then developed into various elements ac...
Diseminasi Komunitas Angklung Desa Duren Melalui Program Eksistensi Pagelaran Seni Kontemporer
Diseminasi Komunitas Angklung Desa Duren Melalui Program Eksistensi Pagelaran Seni Kontemporer
Desa Duren merupakan salah satu desa binaan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang yang terletak di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Desa Duren m...
Dampak Pergeseran Budaya Masyarakat Banyuwangi terhadap Pola Permainan Angklung Caruk Grup Aliyan Bolot
Dampak Pergeseran Budaya Masyarakat Banyuwangi terhadap Pola Permainan Angklung Caruk Grup Aliyan Bolot
Banyuwangi merupakan kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Jawa. Kabupaten Banyuwangi memiliki banyak kebudayaan, adat dan tradisi. Seiring dengan perkembangan zaman, kebudaya...
Penerapan Teknik Pengambilan Gambar oleh Director of Photography pada Produksi Video Feature "Melodi Bambu"
Penerapan Teknik Pengambilan Gambar oleh Director of Photography pada Produksi Video Feature "Melodi Bambu"
This Final Project report discusses the visual design process by the author as Director of Photography (DoP) in the creation of a feature video entitled "Bamboo Melody: Reviving a ...
Meningkatkan Kreativitas dan Pertunjukan Lagu Cangkurileung dalam Pengembangan Kesenian tari di Saung Angklung Udjo
Meningkatkan Kreativitas dan Pertunjukan Lagu Cangkurileung dalam Pengembangan Kesenian tari di Saung Angklung Udjo
Dalam pembelajaran tari tentunya kreativitas dalam tari dapat dikembangkan dalam berbagai stimulus dan strategi pembelajaran yang akan diterapkan. Salah satunya melalui lagu cangku...

