Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

GENDANG BAKA PADA MASYARAKAT KARO DI DESA BUDAYA LINGGA: KAJIAN PERUBAHAN FUNGSI

View through CrossRef
ABSTRACTThis study examines the mental disorder in Karo community in the village of Lingga: a study of changes in function. The goals os to discuss the change in the function of the bakafrom the ceremony to the dance performance in this study the author uses the theory oh change which Alvin boskoff put forward as the main theory. In addition, the author also uses the Anthony Shay function theory as a companion theory. The time of the study was carried out for two monts, starting from the end of August until October 2018. The research location was located in the cultural village of lingga, a sub-district of the four Karo districts. The sample of this study is pasrt of the population, namely artist who master Gendang Baka, data collection technicques include observation, interviews, literature studies, and documentation then analyzed by descriptive qualitative method. The results of the study show that the change in the function of the Gendang Baka from the ceremony to the performance dance is influenced by internal and external factions caused by the Karo community it self because of the encouragement of the times. When viewed from internal factors there is a change that leads to the form of presentation. While external factors affect changes in their function, namely the adjustment of the times, technological advances, the influence og globalization the needs of society and the open system of society. Now the Gendang Baka can still be seen or felt through the form of dance performances fulfilling all the theory of dance function performance delivered by Anthony Shay. Keyword : Gendang Baka, Change, Function.    ABSTRAKPenelitian ini mengkaji tentang Gendang Baka Pada Masyarakat Karo Di Desa Budaya Lingga: Kajian Perubahan Fungsi. Tujuannya yaitu membahas tentang perubahan fungsi Gendang Baka dari upacara menjadi tari pertunjukan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori perubahan yang dikemukakan Alvin Boskoff sebagai teori utama. Di samping itu, penulis juga menggunakan teori fungsi Anthony Shay sebagai teori pendamping. Waktu penelitian yang dilakukan selama 2 bulan, yaitu mulai akhir bulan Agustus sampai bulan Oktober 2018. Lokasi penelitian bertempat di Desa Budaya Lingga Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo. Sampel penelitian ini adalah bagian dari populasi, yaitu seniman yang menguasai Gendang Baka. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi, kemudian di analisis dengan metode deskriptif  kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perubahan fungsi Gendang Baka dari upacara menjadi tari pertunjukan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. yang disebabkan oleh masyarakat Karo itu sendiri karena adanya dorongan dari perkembangan zaman. Apabila dilihat dari faktor internal terjadi perubahan yang membawa kepada bentuk penyajiannya. Sedangkan pada faktor eksternal mempengaruhi perubahan dari fungsinya, yaitu: Penyesuaian zaman, Kemajuan Teknologi, Pengaruh Globalisasi, Kebutuhan Masyarakat dan Sistem Masyarakat yang terbuka. Kini Gendang Baka masih dapat dilihat maupun dirasakan melalui bentuk tari pertunjukan memenuhi seluruh teori fungsi tari pertunjukan yang disampaikan oleh Anthony Shay. Kata Kunci : Gendang Baka, Perubahan, Fungsi.
Title: GENDANG BAKA PADA MASYARAKAT KARO DI DESA BUDAYA LINGGA: KAJIAN PERUBAHAN FUNGSI
Description:
ABSTRACTThis study examines the mental disorder in Karo community in the village of Lingga: a study of changes in function.
The goals os to discuss the change in the function of the bakafrom the ceremony to the dance performance in this study the author uses the theory oh change which Alvin boskoff put forward as the main theory.
In addition, the author also uses the Anthony Shay function theory as a companion theory.
The time of the study was carried out for two monts, starting from the end of August until October 2018.
The research location was located in the cultural village of lingga, a sub-district of the four Karo districts.
The sample of this study is pasrt of the population, namely artist who master Gendang Baka, data collection technicques include observation, interviews, literature studies, and documentation then analyzed by descriptive qualitative method.
The results of the study show that the change in the function of the Gendang Baka from the ceremony to the performance dance is influenced by internal and external factions caused by the Karo community it self because of the encouragement of the times.
When viewed from internal factors there is a change that leads to the form of presentation.
While external factors affect changes in their function, namely the adjustment of the times, technological advances, the influence og globalization the needs of society and the open system of society.
Now the Gendang Baka can still be seen or felt through the form of dance performances fulfilling all the theory of dance function performance delivered by Anthony Shay.
 Keyword : Gendang Baka, Change, Function.
    ABSTRAKPenelitian ini mengkaji tentang Gendang Baka Pada Masyarakat Karo Di Desa Budaya Lingga: Kajian Perubahan Fungsi.
Tujuannya yaitu membahas tentang perubahan fungsi Gendang Baka dari upacara menjadi tari pertunjukan.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori perubahan yang dikemukakan Alvin Boskoff sebagai teori utama.
Di samping itu, penulis juga menggunakan teori fungsi Anthony Shay sebagai teori pendamping.
Waktu penelitian yang dilakukan selama 2 bulan, yaitu mulai akhir bulan Agustus sampai bulan Oktober 2018.
Lokasi penelitian bertempat di Desa Budaya Lingga Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo.
Sampel penelitian ini adalah bagian dari populasi, yaitu seniman yang menguasai Gendang Baka.
Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi, kemudian di analisis dengan metode deskriptif  kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perubahan fungsi Gendang Baka dari upacara menjadi tari pertunjukan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.
yang disebabkan oleh masyarakat Karo itu sendiri karena adanya dorongan dari perkembangan zaman.
Apabila dilihat dari faktor internal terjadi perubahan yang membawa kepada bentuk penyajiannya.
Sedangkan pada faktor eksternal mempengaruhi perubahan dari fungsinya, yaitu: Penyesuaian zaman, Kemajuan Teknologi, Pengaruh Globalisasi, Kebutuhan Masyarakat dan Sistem Masyarakat yang terbuka.
Kini Gendang Baka masih dapat dilihat maupun dirasakan melalui bentuk tari pertunjukan memenuhi seluruh teori fungsi tari pertunjukan yang disampaikan oleh Anthony Shay.
 Kata Kunci : Gendang Baka, Perubahan, Fungsi.

Related Results

PERKEMBANGAN MUSEUM KARO LINGGA DI DESA LINGGA KABUPATEN KARO
PERKEMBANGAN MUSEUM KARO LINGGA DI DESA LINGGA KABUPATEN KARO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui      “Perkembangan Museum Karo Lingga di Desa Lingga Kabupaten Karo”. Adapun tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui latar belakang s...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pertunjukan Gendang Tungkat oleh Sanggar Seni Nggara Simbelin
Pertunjukan Gendang Tungkat oleh Sanggar Seni Nggara Simbelin
Gendang tungkat adalah gendang Raja pada zaman kerajaan Lingga, Dahulunya Raja tidak terlepas dari guru yang sebagai penasehat Raja Lingga. Pada waktu itu jika ada kejadian sesuatu...
LINGGA BERHIAS PADMA ASTADALA
LINGGA BERHIAS PADMA ASTADALA
Worship of Lord Siwa with medium lingga is very popular in Bali, evidenced by the large number of lingga on holy places in Bali, with various forms. The purpose of this study was t...
Studi Deskriptif Teknik Permainan Sarune Karo
Studi Deskriptif Teknik Permainan Sarune Karo
Dalam kebudayaan musik Karo terdapat dua ensambel yakni gendang lima sendalanen dan gendang telu sendalanen. Gendang lima sendalanen terdiri dari sarune, gendang singindungi, genda...
Analisis Ornamen (Gerga) Tradisional Karo pada Bangunan Kantor Bupati Karo Kabupaten Karo
Analisis Ornamen (Gerga) Tradisional Karo pada Bangunan Kantor Bupati Karo Kabupaten Karo
This study aims to determine the extent of the application of traditional Karo ornaments which include the application, shape changes, and color changes in the Karo Regent Office b...
Rebu dalam Sistem Kekerabatan Etnis Batak Karo di Desa Lingga Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo
Rebu dalam Sistem Kekerabatan Etnis Batak Karo di Desa Lingga Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman masyarakat etnis Karo terhadap adat rebu, bentuk hubungan sungkan (Avoidance Relationship) dan penyebab lunturnya adat istiadat ...
ANALISIS POTENSI AGROWISATADI KABUPATEN KARO
ANALISIS POTENSI AGROWISATADI KABUPATEN KARO
<p>The potential of Agrotourism in Karo Regency is very well developed for the future. Tourism visiting Karo Regency from year to year continues to increase because Karo Rege...

Back to Top