Javascript must be enabled to continue!
Pencegahan Infeksi Sekunder pada Kasus Patah Tulang Terbuka
View through CrossRef
Patah tulang terbuka merupakan cedera kompleks berupa kerusakan jaringan lunak disertai kontak antara tulang dan lingkungan luar tubuh. Infeksi sekunder dan osteomielitis merupakan penyulit patah tulang terbuka yang berpotensi meningkatkan angka kesakitan secara signifikan. Upaya pencegahan infeksi pada patah tulang terbuka meliputi pemberian antibiotik profilaksis dan antitetanus, debridemen, irigasi luka, penutupan luka, serta fiksasi. Antibiotik profilaksis harus diberikan dalam 3 jam pertama atau seawal mungkin pasca-trauma. Tidak terdapat perbedaan signifikan risiko infeksi antara tindakan debridemen segera dengan debridemen tertunda. Irigasi luka metode aliran tekanan rendah lebih direkomendasikan. Pilihan metode penutupan luka dan tindakan fiksasi fragmen tulang yang patah berdasarkan hasil evaluasi tulang dan jaringan lunak serta karakteristik pasien.
Open fractures are complex injuries characterized by soft tissue damage associated with exposed bone fragment. Secondary infectionand osteomyelitis are some complications and often associated with significant morbidity. Preventing infection in open fracture includes administration of antibiotic and antitetanus prophylaxis, debridement, wound irrigation, wound closure, and fixation. Antibiotic prophylaxis should be administrated in first 3 hours after injury or as early as possible. No significant difference in infection risk between urgent debridement and delayed debridement. Low pressure method of irrigation is recommended. Decisions on wound closure and bone fragment fixation methods depend on the bones and soft tissue conditions, and characteristic of patient.
PT Kalbe Farma Tbk.
Title: Pencegahan Infeksi Sekunder pada Kasus Patah Tulang Terbuka
Description:
Patah tulang terbuka merupakan cedera kompleks berupa kerusakan jaringan lunak disertai kontak antara tulang dan lingkungan luar tubuh.
Infeksi sekunder dan osteomielitis merupakan penyulit patah tulang terbuka yang berpotensi meningkatkan angka kesakitan secara signifikan.
Upaya pencegahan infeksi pada patah tulang terbuka meliputi pemberian antibiotik profilaksis dan antitetanus, debridemen, irigasi luka, penutupan luka, serta fiksasi.
Antibiotik profilaksis harus diberikan dalam 3 jam pertama atau seawal mungkin pasca-trauma.
Tidak terdapat perbedaan signifikan risiko infeksi antara tindakan debridemen segera dengan debridemen tertunda.
Irigasi luka metode aliran tekanan rendah lebih direkomendasikan.
Pilihan metode penutupan luka dan tindakan fiksasi fragmen tulang yang patah berdasarkan hasil evaluasi tulang dan jaringan lunak serta karakteristik pasien.
Open fractures are complex injuries characterized by soft tissue damage associated with exposed bone fragment.
Secondary infectionand osteomyelitis are some complications and often associated with significant morbidity.
Preventing infection in open fracture includes administration of antibiotic and antitetanus prophylaxis, debridement, wound irrigation, wound closure, and fixation.
Antibiotic prophylaxis should be administrated in first 3 hours after injury or as early as possible.
No significant difference in infection risk between urgent debridement and delayed debridement.
Low pressure method of irrigation is recommended.
Decisions on wound closure and bone fragment fixation methods depend on the bones and soft tissue conditions, and characteristic of patient.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pembaruan pada Trauma Ortopedi
Pembaruan pada Trauma Ortopedi
ABSTRAKTrauma ortopedi adalah istilah luas yang menggambarkan semua jenis cedera yang memengaruhitulang, sendi, otot, tendon, dan ligamen di bagian tubuh mana pun yang disebabkan o...
Klasifikasi Patah Tulang Dasar Kepala
Klasifikasi Patah Tulang Dasar Kepala
Abstract: Skull base fracture is a linear fracture that commonly occurs in the temporal cranium. Traumatic brain injury (TBI) often found and handled in the emergency department is...
Obesitas dan pengeroposan tulang, Bagaimana hubungannya?
Obesitas dan pengeroposan tulang, Bagaimana hubungannya?
Latar Belakang: Penelitian tentang hubungan obesitas dan pengeroposan tulang telah banyak dilakukan dan secara epidemiologik menunjukkan obesitas berhubungan dengan peningkatan mas...
Obesitas dan pengeroposan tulang, Bagaimana hubungannya?
Obesitas dan pengeroposan tulang, Bagaimana hubungannya?
Latar Belakang: Penelitian tentang hubungan obesitas dan pengeroposan tulang telah banyak dilakukan dan secara epidemiologik menunjukkan obesitas berhubungan dengan peningkatan mas...
Olahraga Upaya Preventif Osteoporosis Dini
Olahraga Upaya Preventif Osteoporosis Dini
Osteoporosis adalah salah satu bentuk kelainan pada tulang yang ditandai dengan menurunnya massa dan kepadatan tulang secara keseluruhan disertai dengan rusaknya arsitektur tulang ...
HUBUNGAN KELENGKAPAN LAPORAN OPERASI PASIEN DENGAN KEAKURATAN KODE KASUS PATAH TULANG DI RUMAH SAKIT PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG
HUBUNGAN KELENGKAPAN LAPORAN OPERASI PASIEN DENGAN KEAKURATAN KODE KASUS PATAH TULANG DI RUMAH SAKIT PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG
Lembar laporan operasi salah satu bagian dari berkas rekam medis, mempunyai kegunaan yang sangat luas, karena tidak hanya menyangkut antara pasien dengan pemberian pelayanan keseha...

