Javascript must be enabled to continue!
EVALUASI SISTEM PENCAHAYAAN PADA PERPUSTAKAAN NASIONAL
View through CrossRef
ABSTRAK Kualitas pencahayaan adalahsalah satu faktor penting dalam kegiatan membaca. Gedung Perpustakaan membutuhkan tingkat pencahayaan sebesar 300 lux sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) sehingga para pemustaka dapat melakukan kegiatan membaca di Perpustakaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas pencahayaan pada sebuah gedung perpustakaan yang menerapkan konsep green building. Metode yang digunakan adalah metode komparasi dengan membandingkan hasil pengukuran dengan SNI. Pengukuran data dilakukan dalam kondisi pencahayaan kombinasi. Standar yang digunakan adalah SNI 03-2396-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Alami pada Bangunan Gedung, SNI 03-6575-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Buatan pada Bangunan Gedung dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No.38 tahun 2012 tentang Panduan Pengguna Bangunan Gedung Hijau Jakarta. Hasil yang diperoleh adalah kondisi pencahayaan kombinasi pada ruang baca sudah memenuhi SNI dan sudah menerapkan konsep green building pada sistem pencahayaan berdasarkan Panduan Pengguna Bangunan Gedung Hijau Jakarta. Hasil studi menunjukkan bahwa keseluruhan ruang baca memiliki persentase kesesuaian dengan SNI dalam kondisi kombinasi sebesar 80%. Faktor yang berpengaruh pada nilai tersebut adalah jarak bidang kerja dengan bukaan, penggunaan jenis lampu, pemilihan jenisarmaturdan perletakannya. Kata kunci: Pencahayaan Perpustakaan; Area membaca; Perpustakaan Nasional Indonesia; Green Building; Pencahayaan Kombinasi. ABSTRACT Lighting quality is one of the important factors in reading activities. The library building requires 300 lux illumination level by Standar Nasional Indonesia (SNI) so that the readers can do well-reading activities in a library. This research was conducted to determine the quality of lighting in a library building that implemented the concept of green building. The method used is a comparison method by comparing the measurement results to the SNI standard. Measurements are done in a combination of lighting conditions. The standards used are SNI 03-2396-2001 on Procedures for Designing Natural Lighting Systems in Buildings, SNI 03-6575-2001 on Procedures for Designing Artificial Lighting System in Buildings and Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 38/2012 about Jakarta Green Building User Guide. The results of this study are a combination of lighting conditions in the reading room already meet the SNI and lighting system has implemented a green building concept based on Jakarta Green Building User Guide. The results showed that the entire reading room had a percentage of conformance with SNI in a combination condition is 80%. The factors that affect the value are the distance of the reading area with the openings, the use of the type of lamp, the selection of types and the layout of the armature. Keywords: Lighting for Librarie; Reading area; National Library of Indonesia; Green building; Combination lighting.
Title: EVALUASI SISTEM PENCAHAYAAN PADA PERPUSTAKAAN NASIONAL
Description:
ABSTRAK Kualitas pencahayaan adalahsalah satu faktor penting dalam kegiatan membaca.
Gedung Perpustakaan membutuhkan tingkat pencahayaan sebesar 300 lux sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) sehingga para pemustaka dapat melakukan kegiatan membaca di Perpustakaan.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas pencahayaan pada sebuah gedung perpustakaan yang menerapkan konsep green building.
Metode yang digunakan adalah metode komparasi dengan membandingkan hasil pengukuran dengan SNI.
Pengukuran data dilakukan dalam kondisi pencahayaan kombinasi.
Standar yang digunakan adalah SNI 03-2396-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Alami pada Bangunan Gedung, SNI 03-6575-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Buatan pada Bangunan Gedung dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No.
38 tahun 2012 tentang Panduan Pengguna Bangunan Gedung Hijau Jakarta.
Hasil yang diperoleh adalah kondisi pencahayaan kombinasi pada ruang baca sudah memenuhi SNI dan sudah menerapkan konsep green building pada sistem pencahayaan berdasarkan Panduan Pengguna Bangunan Gedung Hijau Jakarta.
Hasil studi menunjukkan bahwa keseluruhan ruang baca memiliki persentase kesesuaian dengan SNI dalam kondisi kombinasi sebesar 80%.
Faktor yang berpengaruh pada nilai tersebut adalah jarak bidang kerja dengan bukaan, penggunaan jenis lampu, pemilihan jenisarmaturdan perletakannya.
Kata kunci: Pencahayaan Perpustakaan; Area membaca; Perpustakaan Nasional Indonesia; Green Building; Pencahayaan Kombinasi.
ABSTRACT Lighting quality is one of the important factors in reading activities.
The library building requires 300 lux illumination level by Standar Nasional Indonesia (SNI) so that the readers can do well-reading activities in a library.
This research was conducted to determine the quality of lighting in a library building that implemented the concept of green building.
The method used is a comparison method by comparing the measurement results to the SNI standard.
Measurements are done in a combination of lighting conditions.
The standards used are SNI 03-2396-2001 on Procedures for Designing Natural Lighting Systems in Buildings, SNI 03-6575-2001 on Procedures for Designing Artificial Lighting System in Buildings and Peraturan Gubernur DKI Jakarta No.
38/2012 about Jakarta Green Building User Guide.
The results of this study are a combination of lighting conditions in the reading room already meet the SNI and lighting system has implemented a green building concept based on Jakarta Green Building User Guide.
The results showed that the entire reading room had a percentage of conformance with SNI in a combination condition is 80%.
The factors that affect the value are the distance of the reading area with the openings, the use of the type of lamp, the selection of types and the layout of the armature.
Keywords: Lighting for Librarie; Reading area; National Library of Indonesia; Green building; Combination lighting.
Related Results
Analisis Manajemen Perpustakaan
Analisis Manajemen Perpustakaan
Abstrak
Penelitian ini dilakukan di MTs Darunnajah 2 Cipining karena ditemukan bahwa pengelolaan perpustakaan yang kurang memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengunjun...
Sistem Pencahayaan Pada Smart Class Dengan ESP8266
Sistem Pencahayaan Pada Smart Class Dengan ESP8266
Pencahayaan yang optimal pada Smart Class dapat mendukung proses pembelajaran menjadi lebih baik karena mata mahasiswa menjadi nyaman. Sesuai standar SNI 03-6575-2001 pencahayaan r...
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI BERBASIS WEBSITE PADA PERPUSTAKAAN DESA BUMIROSO
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI BERBASIS WEBSITE PADA PERPUSTAKAAN DESA BUMIROSO
Perpustakaan merupakan lembaga atau badan yang mengelola buku-buku atau bahan pustaka lainnya. Perpustakaan tidak hanya berada di provinsi ataupun di kota/kabupaten tetapi di desa ...
Manajemen Kurikulum dalam Menyikapi Merdeka Belajar di Tingkat Sekolah Menengah Atas
Manajemen Kurikulum dalam Menyikapi Merdeka Belajar di Tingkat Sekolah Menengah Atas
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen perpustakaan di SMA Negeri 1 Wanasaba Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur NTB, serta faktor penghambat dan penunjang manaj...
PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN
PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN
Dalam sebuah proses pembelajaran komponen yang turut menentukan keberhasilan sebuah proses adalah evaluasi. Melalui evaluasi orang akan mengetahui sampai sejauh mana penyampaian pe...
PENDAMPINGAN DIGITALISASI PERPUSTAKAAN DAN PELATIHAN OPERASIONAL SISTEM DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 SAWOO PONOROGO
PENDAMPINGAN DIGITALISASI PERPUSTAKAAN DAN PELATIHAN OPERASIONAL SISTEM DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 SAWOO PONOROGO
<p><strong><em>Abstract.</em></strong> <em>In this era dominated by digital advancements, reading books in libraries often loses its appeal for ...
Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web Pada Smk Farmasi Nasional Surakarta
Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web Pada Smk Farmasi Nasional Surakarta
SMK Farmasi Nasional Surakarta merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan swasta yang berada di kota Surakarta. Untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar, tersedia sebua...
PENGARUH KEMIRINGAN ATRIUM TERHADAP PERFORMA PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUANGAN SEKITAR ATRIUM
PENGARUH KEMIRINGAN ATRIUM TERHADAP PERFORMA PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUANGAN SEKITAR ATRIUM
Abstrak
Sejak masa architectural re-establishment pada tahun 1970, atrium telah digunakan sebagai upaya untuk mengkonservasi energi dari sisi pencahayaan alami maupun penghaw...


