Javascript must be enabled to continue!
PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI RUMAH PENGERING SINAR MATAHARI PADA PRODUK KERUPUK SAGU FUNGSIONAL DARI IKAN BIANG (Ilisha elongata) DI KUBE “DIAN LESTARI” SELATPANJANG KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
View through CrossRef
Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi dan penerapan teknologi rumah pengering sinar matahari semi-tertutup berbahan plastik UV pada produk kerupuk sagu fungsional dari ikan biang Ilisha elongata di UMKM Kube “Dian Lestari” Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan dan percobaan langsung pembuatan alat pengering sinar matahari semi tertutup dari bahan plastik UV untuk diterapkan pada produk kerupuk sagu fungsional dari ikan biang. Kegiatan pembuatan rumah pengering sinar matahari semi tertutup berbahan plastik UV melibatkan partisipasi dari tim pengabdian Universitas Riau dan UMKM Kube “Dian Lestari”. Rumah pengering sinar matahari memiliki dimensi panjang 5 meter, lebar 2 meter dan tinggi 1,8 meter. Bagian dalam pengering memiliki kisaran suhu panas 45-62 oC, terdapat dua tingkatan rak dengan jumlah 16 rak, masing-masing tingkatan terdiri dari 8 rak pengering dengan ukuran panjang rak 100 meter dan lebar 85 cm, rak pengering dibuat dari bahwa kawat berlapis plastik sehingga tahan dan aman untuk produk pangan. Hasil penerapan rumah pengering sinar matahari semi tertutup terhadap produk kerupuk sagu fungsional ikan biang memiliki keunggulan yaitu: waktu pengeringan 24-36 jam, kapasitas pengering mencapai 20 kg, produk kerupuk aman dari cuaca hujan dan produk higenis, dan memiliki efisiensi waktu pengeringan lebih cepat daripada pengeringan biasa (3-4 hari). Kegiatan pengabdian masyarakat berpengaruh terhadap peningkatan produksi dan pendapatan keuntungan dari produk yang dihasilkan.
Kata kunci: fungsional, kerupuk sagu, rumah pengering, sinar matahari
ABSTRACT
This activity aims to develop innovation and application of semi-enclosed sun-drying house technology made from UV plastic on functional sago cracker products from Biang fish (Ilisha elongate) at “UMKM Kube Dian Lestari" Selatpanjang, Meranti Islands Regency, Riau Province. The method of carrying out the activities were carried out through counseling and direct experiments in making semi-enclosed sun dryers from UV plastic material to be applied to functional sago crackers products from Biang fish (Ilisha elongata). The activity of making a semi-enclosed sun dryer house made of UV plastic involves the participation of the Riau University service team and Kube UMKM "Dian Lestari". The sun-drying house has dimensions of 5 meters long, 2 meters wide, and 1.8 meters high. The inside of the dryer has a hot temperature range of 45-62 oC, there are two levels of shelves with a total of 16 shelves, each level consists of 8 drying racks with a shelf length of 100 meters and a width of 85 cm, the drying rack is made of plastic-coated wire so that resistant and safe for food products. The semi-enclosed drying room applied to sago biscuit products has the following advantages: 24-36 hours drying time, drying capacity reaches 20 kg, cracker products are safe from rainy weather and hygienic products, and have faster drying efficiency than normal drying (3-4 days). Community service activities have an effect on increasing production and profit income from the products produced.
Keywords: functional, sago crackers, drying house, sunlight
Title: PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI RUMAH PENGERING SINAR MATAHARI PADA PRODUK KERUPUK SAGU FUNGSIONAL DARI IKAN BIANG (Ilisha elongata) DI KUBE “DIAN LESTARI” SELATPANJANG KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Description:
Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi dan penerapan teknologi rumah pengering sinar matahari semi-tertutup berbahan plastik UV pada produk kerupuk sagu fungsional dari ikan biang Ilisha elongata di UMKM Kube “Dian Lestari” Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau.
Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan dan percobaan langsung pembuatan alat pengering sinar matahari semi tertutup dari bahan plastik UV untuk diterapkan pada produk kerupuk sagu fungsional dari ikan biang.
Kegiatan pembuatan rumah pengering sinar matahari semi tertutup berbahan plastik UV melibatkan partisipasi dari tim pengabdian Universitas Riau dan UMKM Kube “Dian Lestari”.
Rumah pengering sinar matahari memiliki dimensi panjang 5 meter, lebar 2 meter dan tinggi 1,8 meter.
Bagian dalam pengering memiliki kisaran suhu panas 45-62 oC, terdapat dua tingkatan rak dengan jumlah 16 rak, masing-masing tingkatan terdiri dari 8 rak pengering dengan ukuran panjang rak 100 meter dan lebar 85 cm, rak pengering dibuat dari bahwa kawat berlapis plastik sehingga tahan dan aman untuk produk pangan.
Hasil penerapan rumah pengering sinar matahari semi tertutup terhadap produk kerupuk sagu fungsional ikan biang memiliki keunggulan yaitu: waktu pengeringan 24-36 jam, kapasitas pengering mencapai 20 kg, produk kerupuk aman dari cuaca hujan dan produk higenis, dan memiliki efisiensi waktu pengeringan lebih cepat daripada pengeringan biasa (3-4 hari).
Kegiatan pengabdian masyarakat berpengaruh terhadap peningkatan produksi dan pendapatan keuntungan dari produk yang dihasilkan.
Kata kunci: fungsional, kerupuk sagu, rumah pengering, sinar matahari
ABSTRACT
This activity aims to develop innovation and application of semi-enclosed sun-drying house technology made from UV plastic on functional sago cracker products from Biang fish (Ilisha elongate) at “UMKM Kube Dian Lestari" Selatpanjang, Meranti Islands Regency, Riau Province.
The method of carrying out the activities were carried out through counseling and direct experiments in making semi-enclosed sun dryers from UV plastic material to be applied to functional sago crackers products from Biang fish (Ilisha elongata).
The activity of making a semi-enclosed sun dryer house made of UV plastic involves the participation of the Riau University service team and Kube UMKM "Dian Lestari".
The sun-drying house has dimensions of 5 meters long, 2 meters wide, and 1.
8 meters high.
The inside of the dryer has a hot temperature range of 45-62 oC, there are two levels of shelves with a total of 16 shelves, each level consists of 8 drying racks with a shelf length of 100 meters and a width of 85 cm, the drying rack is made of plastic-coated wire so that resistant and safe for food products.
The semi-enclosed drying room applied to sago biscuit products has the following advantages: 24-36 hours drying time, drying capacity reaches 20 kg, cracker products are safe from rainy weather and hygienic products, and have faster drying efficiency than normal drying (3-4 days).
Community service activities have an effect on increasing production and profit income from the products produced.
Keywords: functional, sago crackers, drying house, sunlight.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS KELAYAKAN DAN PERSPEKTIF PENGEMBANGAN PENGOLAHAN SAGU DI SULAWESI TENGGARA
ANALISIS KELAYAKAN DAN PERSPEKTIF PENGEMBANGAN PENGOLAHAN SAGU DI SULAWESI TENGGARA
<p><strong><em>Feasibility and Perspective Analysis of Sagu Processing Development in South Sulawesi</em></strong><em>.</em><em> <...
FORMULASI KERUPUK SAGU DENGAN PENAMBAHAN TAPIOKA DAN TERIGU
FORMULASI KERUPUK SAGU DENGAN PENAMBAHAN TAPIOKA DAN TERIGU
Kerupuk adalah makanan ringan yang dibuat dari bahan berpati, bersifat kering dan renyah. Kerupuk yang berbahan dasar sagu pada umumnya dikenal dengan nama kerupuk sagu. Kerupuk sa...
PENINGKATAN KUALITAS DAN PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN GULA SAGU DI DESA TANJUNG PERANAP KECAMATAN TEBING TINGGI TIMUR KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
PENINGKATAN KUALITAS DAN PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN GULA SAGU DI DESA TANJUNG PERANAP KECAMATAN TEBING TINGGI TIMUR KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Kabupaten Kepulauan Meranti adalah salah satu pusat produksi sagu terbesar di Provinsi Riau. Sagu dapat dikembangkan menjadi gula sagu. Gula sagu adalah inovasi produk baru dalam p...
Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Penggunaan lemari pengering untuk pengeringan masih mempunyai kelemahan, yaitu temperatur pengering di dalam lemari pengering sering tidak seragam atau tidak sama di setiap rak yan...
Inclusive Governance Pada Pengelolaan Sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti
Inclusive Governance Pada Pengelolaan Sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti
Sagu merupakan hasil perkebunan terbesar di Kabupaten Kepulauan Meranti, yang berpotensi sebagai sentra budidaya sagu sekaligus sentra konsumsi sagu. Pemerintah telah mengikutserta...
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
UKM Melati dan UKM Sipatujui adalah dua mitra yang bergerak dalam bidang pengolahan ikan di Kabupaten Bantaeng. Kedua mitra selama ini hanya mengembangkan kerupuk amplang dan bakso...
JEJAK BUDAYA SAGU DAN TRADISI PENGELOLAAN HUTAN SAGU DI KAWASAN DANAU SENTANI, PAPUA
JEJAK BUDAYA SAGU DAN TRADISI PENGELOLAAN HUTAN SAGU DI KAWASAN DANAU SENTANI, PAPUA
Hutan sagu dijumpai di kawasan Danau Sentani, di Papua. Tanaman sagu ini sudah ada sejak nenek moyang etnis Sentani tiba pertama kali di kawasan danau ini, dan pengelolaan hutan sa...

