Javascript must be enabled to continue!
Perkembangan Kecerdasan Emosional Anak Usia Dini pada Kegiatan Belajar Mengajar
View through CrossRef
Pada kehidupan sehari-hari, emosi sering disebut dengan ekspresi perasaan. Anak-anak yang masih dalam tingkat usia dini tidak langsung memperlihatkan emosinya secara langsung, tetapi mereka memperlihatkannya secara tidak langsung tanpa disadari olehnya, tetapi mereka akan memperlihatkannya secara tidak langsung melalui melamun, kegelisahan, tingkah laku yang gugup, serta menangis dan pendiam. Keadaan ini terdapat pada beberapa anak usia dini atau di Taman Kanak, kelompok Bermain yang rentang usia 4-6 tahun. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan emosi anak dalam pembelajaran yang berjumlah 17 anak.Dalam kelas tersebut, kita bisa mengetahui bagaimana perkembangan emosi setiap anak dalam proses pembelajaran seperti melamun, pendiam, kurang aktif dan tanggap. Kemudian, peserta didik diajak dan dituntun memperkenalkan diri kedepan dengan gerakan yang sudah diperagakan. Dari sini kita bisa mengetahui peserta didik yang tidak gugup, malu dan sulit akan berbicara. Mereka masih malu-malu memperkenalkan dirinya. Setelah itu, mereka disuruh untuk menjawab soal di papan tulis, sebagian dari mereka dapat merespon dengan cepat dan tepat, namun sebagian lagi masih kurang cepat tanggap untuk merespon pertanyaan yang diberikan.Penelitian ini dilakukan dengan observasi ke lapangan, penulis dapat mengetahui ada beberapa peserta didik yang masih dengan malu-malu, sulit berbicara dan yang kurang aktif. Perkembangan emosi pada kelas III ini, masih dalam proses perkembangan yang sudah mulai muncul, seperti malu-malu, rasa senang karena bangga, berani mengajukan diri, sebagian belum mampu menyesuaikan diri dengan temannya. Tetapi, mereka sudah bisa mengeluarkan kecerdasan emosi mereka secara terang-terangan dengan maju kedepan dengan menyelesaikan masalah penjumlahan yang sudah dibuat di papan tulis. Kemudian, minat belajar pada peserta didik masih kurang karena perkembangan emosi mereka belum stabil, dapat dilihat dari keadaan yang melamun, tidak peduli dan hanya menonton siswa/i lainnya yang aktif.
IAIN Padangsidimpuan
Title: Perkembangan Kecerdasan Emosional Anak Usia Dini pada Kegiatan Belajar Mengajar
Description:
Pada kehidupan sehari-hari, emosi sering disebut dengan ekspresi perasaan.
Anak-anak yang masih dalam tingkat usia dini tidak langsung memperlihatkan emosinya secara langsung, tetapi mereka memperlihatkannya secara tidak langsung tanpa disadari olehnya, tetapi mereka akan memperlihatkannya secara tidak langsung melalui melamun, kegelisahan, tingkah laku yang gugup, serta menangis dan pendiam.
Keadaan ini terdapat pada beberapa anak usia dini atau di Taman Kanak, kelompok Bermain yang rentang usia 4-6 tahun.
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan emosi anak dalam pembelajaran yang berjumlah 17 anak.
Dalam kelas tersebut, kita bisa mengetahui bagaimana perkembangan emosi setiap anak dalam proses pembelajaran seperti melamun, pendiam, kurang aktif dan tanggap.
Kemudian, peserta didik diajak dan dituntun memperkenalkan diri kedepan dengan gerakan yang sudah diperagakan.
Dari sini kita bisa mengetahui peserta didik yang tidak gugup, malu dan sulit akan berbicara.
Mereka masih malu-malu memperkenalkan dirinya.
Setelah itu, mereka disuruh untuk menjawab soal di papan tulis, sebagian dari mereka dapat merespon dengan cepat dan tepat, namun sebagian lagi masih kurang cepat tanggap untuk merespon pertanyaan yang diberikan.
Penelitian ini dilakukan dengan observasi ke lapangan, penulis dapat mengetahui ada beberapa peserta didik yang masih dengan malu-malu, sulit berbicara dan yang kurang aktif.
Perkembangan emosi pada kelas III ini, masih dalam proses perkembangan yang sudah mulai muncul, seperti malu-malu, rasa senang karena bangga, berani mengajukan diri, sebagian belum mampu menyesuaikan diri dengan temannya.
Tetapi, mereka sudah bisa mengeluarkan kecerdasan emosi mereka secara terang-terangan dengan maju kedepan dengan menyelesaikan masalah penjumlahan yang sudah dibuat di papan tulis.
Kemudian, minat belajar pada peserta didik masih kurang karena perkembangan emosi mereka belum stabil, dapat dilihat dari keadaan yang melamun, tidak peduli dan hanya menonton siswa/i lainnya yang aktif.
Related Results
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
Asesmen Formatif Pada Pendidikan Anak Usia Dini Di Indonesia
Asesmen Formatif Pada Pendidikan Anak Usia Dini Di Indonesia
Formative assessment in early childhood education in Indonesia does not have been working well. The research aims to prove the problem that the formative assessment (assessment for...
Hubungan Kecerdasan Intelektual Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Prestasi Belajar Fisika
Hubungan Kecerdasan Intelektual Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Prestasi Belajar Fisika
Penelitian ini merupakan penelitian jenis ex-post facto yang memiliki tiga variabel bebas dan satu variabel terikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan kecerdas...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Meningkatkan Kecerdasan Naturalis Anak Usia Dini melalui Metode Karyawisata
Meningkatkan Kecerdasan Naturalis Anak Usia Dini melalui Metode Karyawisata
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu usaha untuk membina anak usia pada usia empat sampai enam tahun yan...
PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL (EMOTIONAL QUOTIENT) DANIEL GOLEMAN PADA ANAK USIA DINI DALAM TINJAUAN PENDIDIKAN ISLAM
PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL (EMOTIONAL QUOTIENT) DANIEL GOLEMAN PADA ANAK USIA DINI DALAM TINJAUAN PENDIDIKAN ISLAM
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan kecerdasan emosional (EQ) Daniel Goleman pada anak usia dini dalam tinjauan pendidikan islam, perkembangan kecerdasan em...
Strategi Meningkatkan Kesehatan Emosional Anak
Strategi Meningkatkan Kesehatan Emosional Anak
Kesehatan emosional anak merupakan fondasi penting untuk tumbuh kembang anak. Perkembangan emosional dalam hal ini merupakan aspek kunci yang mendasari terbentuknya karakter dari d...
Pengembangan Media Pembelajaran Rotary Smart Board Untuk Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun
Pengembangan Media Pembelajaran Rotary Smart Board Untuk Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun
Amril Isman Pasaribu, M. N. R. dan R. L. (2021). Analisis Hasil Pembelajaran Matematika Secara Online selama Masa Pandemi COVID-19 Bagi Siswa SMA Kecamatan Sosorgadong. Mathematic ...

