Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT EFEKTIVITAS PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN TERHADAP TARGET DAN REALISASI PENDAPATAN SEKTOR PAJAK DI KELURAHAN RITE KOTA BIMA
View through CrossRef
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor penghambat efektivitas penerimaan pajak bumi dan bangunan terhadap realisasi target pendapatan sektor pajak di Kelurahan Rite Kota Bima. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh informasi adalah menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel sistematis dan sampel kuota. Sampel sistematis didasarkan pada wilayah (RW/RT) yang dipilih secara acak. Sampel wilayah (RW) ditentukan 50%, demikian pula untuk RT. Setelah ditemukan sampel wilayah, ditentukan sampel wajib pajak secara kuota yaitu masing-masing 5 orang wajib pajak dari setiap RT. Dengan demikian seluruh jumlah sampel adalah sebanyak 40 orang. Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi, angket dan pencatatan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis statistik, yaitu dengan menggunakan perhitungan persentase untuk menggambarkan faktor-faktor hambatan penerimaan PBB dan realisasi dan target pendapatan sektor pajak, di mana persentase dikategorikan dengan skala; 75%-100% (kategori tinggi), 50%-75% (kategori sedang), < 25% (kategori rendah). Hasil penelitian mengungkapkan terdapat beberapa faktor hambatan penerimaan PBB. Beberapa faktor dimaksud antara lain: (1) faktor pemerintah/perundang-undangan, (2) faktor objek pajak, (3) faktor wajib pajak, dan (4) faktor petugas pemungut pajak. Besarnya ketetapan dari pemerintah mengenai target pendapatan sektor pajak bumi dan bangunan dari tahun 2008 hingga tahun 2010 diharapkan meningkat, akan tetapi dalam realisasinya hanya tahun 2008 dan tahun 2009 saja yang mencapai target prosentase tinggi sedangkan pada tahun 2010 mengalami penurunan penajaman target prosentase. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor luar yang datanya diperoleh dari hasil analisis kantor PBB diantaranya adalah disebabkan krisis ekonomi masyarakat, kenaikan BBM dan kebutuhan pokok. Dilihat dari faktor penghambat, diperoleh rata-rata hambatan sebesar 56,75% yang tergolong sedang, sedangkan dari gambaran realisasi target selama tiga tahun terakhir mencapai 82% yang tergolong tinggi. Dengan demikian faktor hambatan tidak terlalu berpengaruh terhadap target pendapatan sektor pajak di Kelurahan Rite.
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bim
Title: ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT EFEKTIVITAS PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN TERHADAP TARGET DAN REALISASI PENDAPATAN SEKTOR PAJAK DI KELURAHAN RITE KOTA BIMA
Description:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor penghambat efektivitas penerimaan pajak bumi dan bangunan terhadap realisasi target pendapatan sektor pajak di Kelurahan Rite Kota Bima.
Instrumen yang digunakan untuk memperoleh informasi adalah menggunakan angket dan dokumentasi.
Teknik pengambilan sampel sistematis dan sampel kuota.
Sampel sistematis didasarkan pada wilayah (RW/RT) yang dipilih secara acak.
Sampel wilayah (RW) ditentukan 50%, demikian pula untuk RT.
Setelah ditemukan sampel wilayah, ditentukan sampel wajib pajak secara kuota yaitu masing-masing 5 orang wajib pajak dari setiap RT.
Dengan demikian seluruh jumlah sampel adalah sebanyak 40 orang.
Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi, angket dan pencatatan dokumentasi.
Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis statistik, yaitu dengan menggunakan perhitungan persentase untuk menggambarkan faktor-faktor hambatan penerimaan PBB dan realisasi dan target pendapatan sektor pajak, di mana persentase dikategorikan dengan skala; 75%-100% (kategori tinggi), 50%-75% (kategori sedang), < 25% (kategori rendah).
Hasil penelitian mengungkapkan terdapat beberapa faktor hambatan penerimaan PBB.
Beberapa faktor dimaksud antara lain: (1) faktor pemerintah/perundang-undangan, (2) faktor objek pajak, (3) faktor wajib pajak, dan (4) faktor petugas pemungut pajak.
Besarnya ketetapan dari pemerintah mengenai target pendapatan sektor pajak bumi dan bangunan dari tahun 2008 hingga tahun 2010 diharapkan meningkat, akan tetapi dalam realisasinya hanya tahun 2008 dan tahun 2009 saja yang mencapai target prosentase tinggi sedangkan pada tahun 2010 mengalami penurunan penajaman target prosentase.
Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor luar yang datanya diperoleh dari hasil analisis kantor PBB diantaranya adalah disebabkan krisis ekonomi masyarakat, kenaikan BBM dan kebutuhan pokok.
Dilihat dari faktor penghambat, diperoleh rata-rata hambatan sebesar 56,75% yang tergolong sedang, sedangkan dari gambaran realisasi target selama tiga tahun terakhir mencapai 82% yang tergolong tinggi.
Dengan demikian faktor hambatan tidak terlalu berpengaruh terhadap target pendapatan sektor pajak di Kelurahan Rite.
Related Results
ANALISIS POTENSI EKONOMI PADA SETIAP KECAMATAN DALAM PENGEMBANGAN PEMBANGUNAN EKONOMI DI KABUPATEN LOMBOK UTARA
ANALISIS POTENSI EKONOMI PADA SETIAP KECAMATAN DALAM PENGEMBANGAN PEMBANGUNAN EKONOMI DI KABUPATEN LOMBOK UTARA
Identifikasi potensi ekonomi pada setiap kecamatan di Kabupaten Lombok Utara sangat penting untuk dapat membuat perencanaan pembangunan yang tepat sehingga pengembangan pembangunan...
Kontribusi Unsur Pajak Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Enrekang
Kontribusi Unsur Pajak Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Enrekang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Pajak Restoran, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Bumi dan Bangunan dan BPHTB berpengaruh terhada...
Pengaruh Inflasi, Penagihan Pajak dan Penyuluhan Pajak terhadap Realisasi Penerimaan Pajak Penghasilan
Pengaruh Inflasi, Penagihan Pajak dan Penyuluhan Pajak terhadap Realisasi Penerimaan Pajak Penghasilan
Abstract :This research basically discusses the influence of inflation, tax collection and tax counseling on the realization of tax revenues at kpp pratama palembang ilir timur, th...
Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Sistem Pembayaran dan Pendapatan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Bumi dan Bangunan di Kota Madiun
Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Sistem Pembayaran dan Pendapatan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Bumi dan Bangunan di Kota Madiun
Abstract : The acceptance of land and building tax in Madiun City has experienced fluctuations from year to year, caused by a lack of taxpayer awareness, the available payment syst...
Analisis Efektivitas Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan Perkotaan Wilayah Bandung Tengah
Analisis Efektivitas Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan Perkotaan Wilayah Bandung Tengah
Pajak Bumi dan Bangunan sektor Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) merupakan salah satu penerimaan daerah yang sangat potensial meningkatkan pendapatan daerah. Penelitian ini bertujuan...
PENGARUH KONTRIBUSI PAJAK RESTORAN DAN PAJAK HOTEL TERHADAP EFEKTIVITAS PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA SAMARINDA
PENGARUH KONTRIBUSI PAJAK RESTORAN DAN PAJAK HOTEL TERHADAP EFEKTIVITAS PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA SAMARINDA
Dalam bentuk terselenggarakannya otonomi daerah Kota Samarinda mampu membuktikan kemandiriannya sebagai salah satu kota dengan realisasi Pendapatan Asli Daerah tertinggi di tahun 2...
Analisis Komparasi Unsur Pajak di Kabupaten Enrekang
Analisis Komparasi Unsur Pajak di Kabupaten Enrekang
Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui efektivitas dan komparasi antara target dan realisasi Pajak Restoran Pajak Penerangan Jalan Pajak Mineral Bukan Logam, Pajak Bumi dan B...
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REVITALISASI KOTA TANPA KUMUH NEIGBORHOOD UPGRADING AND SHELTER SECTOR PROJECT (NUSSP) DI KOTA BIMA
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REVITALISASI KOTA TANPA KUMUH NEIGBORHOOD UPGRADING AND SHELTER SECTOR PROJECT (NUSSP) DI KOTA BIMA
Judul penelitian ini adalah : “Implementasi Kebijakan Revitalisasi Kota Tanpa Kumuh Neigborhood Upgrading And Shelter Sector Project (NUSSP) di Kota Bima. Dengan tujuan untuk m...

