Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Literasi Digital, Lansia, dan Konstruktivisme

View through CrossRef
Di era digital ini, lansia dapat masuk dalam kategori imigran digital menurut klasifikasi Mark Prensky (2001). Lansia yang terbiasa menggunakan teknologi analog, kini harus berhadapan dengan perkembangan teknologi digital, internet, teknologi mobile, bahkan serta aplikasi berbasis kecerdasaan buatan (Artificial Intelligence) yang begitu canggih dan pesat perkembangannya. Akibatnya, lansia seringkali membutuhkan upaya lebih keras dalam mempelajari dan menguasai teknologi digital. Penulis dalam penelitian ini tertarik untuk menjawab pertanyaan: Pendekatan pembelajaran apa yang sesuai untuk mengajari literasi digital para lansia sehingga mereka memiliki resiliensi di era digital ini? Tujuan dari artikel ini untuk melakukan studi pustaka mengenai pendekatan pembelajaran literasi digital bagi lansia. Penulis tertarik meng­kaji pendekatan konstruktivisme sebagai metode pembelajaran literasi digital bagi lansia. Konstruktivisme beranggapan bahwa pengetahuan merupakan buah dari konstruksi pemikiran manusia. Sebagai pendekatan dalam pembelajaran, konstruktivisme meletakkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Peserta didik difasilitasi untuk aktif meng­konstruksi pengetahuan serta keterampilannya. Dengan paradigma dan karakteristiknya, pendekatan pembelajaran konstruktivisme dapat digunakan dalam pelatihan literasi digital bagi lansia. Terdapat lima tahapan rekonstruksi pemikiran dalam pendekatan konstruktivisme yaitu pendahuluan, eksplorasi, restrukturisasi, aplikasi, review dan evaluasi. Pembelajaran kelima tahapan ini akan mampu mendorong lansia untuk merekonstruksi pemikirannya serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait literasi digital sehingga meningkatkan resilensinya. Pendekatan konstruktivisme dapat digunakan program-program pendampingan lansia dalam mempelajari literasi digital, seperti Program Tular Nalar - Akademi Digital Lansia (ADL) yang digagas MAFINDO. Penelitian ini tidak menjabarkan teknik pembelajaran literasi digital berdasarkan tiga penggolongan lansia, melainkan melihat lansia secara umumnya.
Title: Literasi Digital, Lansia, dan Konstruktivisme
Description:
Di era digital ini, lansia dapat masuk dalam kategori imigran digital menurut klasifikasi Mark Prensky (2001).
Lansia yang terbiasa menggunakan teknologi analog, kini harus berhadapan dengan perkembangan teknologi digital, internet, teknologi mobile, bahkan serta aplikasi berbasis kecerdasaan buatan (Artificial Intelligence) yang begitu canggih dan pesat perkembangannya.
Akibatnya, lansia seringkali membutuhkan upaya lebih keras dalam mempelajari dan menguasai teknologi digital.
Penulis dalam penelitian ini tertarik untuk menjawab pertanyaan: Pendekatan pembelajaran apa yang sesuai untuk mengajari literasi digital para lansia sehingga mereka memiliki resiliensi di era digital ini? Tujuan dari artikel ini untuk melakukan studi pustaka mengenai pendekatan pembelajaran literasi digital bagi lansia.
Penulis tertarik meng­kaji pendekatan konstruktivisme sebagai metode pembelajaran literasi digital bagi lansia.
Konstruktivisme beranggapan bahwa pengetahuan merupakan buah dari konstruksi pemikiran manusia.
Sebagai pendekatan dalam pembelajaran, konstruktivisme meletakkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran.
Peserta didik difasilitasi untuk aktif meng­konstruksi pengetahuan serta keterampilannya.
Dengan paradigma dan karakteristiknya, pendekatan pembelajaran konstruktivisme dapat digunakan dalam pelatihan literasi digital bagi lansia.
Terdapat lima tahapan rekonstruksi pemikiran dalam pendekatan konstruktivisme yaitu pendahuluan, eksplorasi, restrukturisasi, aplikasi, review dan evaluasi.
Pembelajaran kelima tahapan ini akan mampu mendorong lansia untuk merekonstruksi pemikirannya serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait literasi digital sehingga meningkatkan resilensinya.
Pendekatan konstruktivisme dapat digunakan program-program pendampingan lansia dalam mempelajari literasi digital, seperti Program Tular Nalar - Akademi Digital Lansia (ADL) yang digagas MAFINDO.
Penelitian ini tidak menjabarkan teknik pembelajaran literasi digital berdasarkan tiga penggolongan lansia, melainkan melihat lansia secara umumnya.

Related Results

Senam Lansia sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Hidup dalam Mendukung Lansia Tangguh di Kelurahan Pagesangan
Senam Lansia sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Hidup dalam Mendukung Lansia Tangguh di Kelurahan Pagesangan
Pendahuluan : Populasi usia lanjut mengalami peningkatan secara global. Pada usia lanjut akan terjadi berbagai kemunduran pada organ tubuh serta berpotensi menimbulkan masalah kese...
PELATIHAN SENAM YOGA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA POSYANDU PELANGI NUSANTARA KELURAHAN DARMO KECAMATAN WONOKROMO, SURABAYA
PELATIHAN SENAM YOGA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA POSYANDU PELANGI NUSANTARA KELURAHAN DARMO KECAMATAN WONOKROMO, SURABAYA
Kebutuhan vital yang penting agar proses kehidupan berlangsung baik untuk setiap makhluk hidup adalah kebutuhan tidur. Akan tetapi hal tersebut akan mengalami pergeseran saat memas...
Lansia Sehat dan Aktif di Kecamatan Mijen Semarang Jawa Tengah
Lansia Sehat dan Aktif di Kecamatan Mijen Semarang Jawa Tengah
Lansia merupakan bagian dari masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus berkaitan dengan Kesehatan. Seseorang yang menuju ke fase lansia akan merasakan perubahan seperti kemundur...
Literasi Digital Lansia
Literasi Digital Lansia
Abstract. Cannot be denied that the elderly population is the most vulnerable group when it comes to the use of digital technology. The lack of understanding and education among th...
Pelatihan Konselor Pada Kader Lansia RW.19 Sendangmulyo - Semarang
Pelatihan Konselor Pada Kader Lansia RW.19 Sendangmulyo - Semarang
Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah upaya melatih para kader lansia agar dapat berperan sebagai konselor untuk kesejahteraan lansia di RW.19 Sendangmulyo di kota Semarang. Berd...
Pengalaman Anggota Keluarga Mendampingi Lansia Penderita Covid-19 Saat Isolasi di RSU Sembiring Deli Tua
Pengalaman Anggota Keluarga Mendampingi Lansia Penderita Covid-19 Saat Isolasi di RSU Sembiring Deli Tua
Lansia merupakan kelompok yang paling rentan terkena penyakit Covid-19. Kecemasan pada lansia dengan Covid-19 merupakan faktor kesehatan mental yang penting untuk diatasi. Terdapat...
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT TENTANG PELATIHAN KADER POSYANDU LANSIA DI WILAYAH BETOKAN, TIRTOADI, GODEAN, SLEMAN
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT TENTANG PELATIHAN KADER POSYANDU LANSIA DI WILAYAH BETOKAN, TIRTOADI, GODEAN, SLEMAN
Posyandu lansia merupakan langkah yang cukup strategis dalam rangka pengembangan kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia agar dapat membantu dan menolong dirinya sendiri, seh...
PARTISIPASI LANSIA DALAM POSYANDU LANSIA DI KELURAHAN WERUNGOTOK, KECAMATAN NGANJUK, KABUPATEN NGANJUK
PARTISIPASI LANSIA DALAM POSYANDU LANSIA DI KELURAHAN WERUNGOTOK, KECAMATAN NGANJUK, KABUPATEN NGANJUK
Latar Belakang: Partisipasi lansia merupakan bentuk keikutsertaan lansia dalam kegiatan dimasyarakat, dalam hal ini kegiatan posyandu lansia. Posyandu lansia ternyata hanya ramaipa...

Back to Top