Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

OILINT: Sistem Deteksi Dini Kualitas Minyak Goreng Berbasis Perubahan Resistansi Sensor LDR

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kualitas minyak goreng setelah digunakan berulang kali dengan mengukur nilai resistansinya menggunakan sistem sensor berbasis Arduino. Proses pengujian dilakukan dengan empat jenis bahan penggorengan, yaitu ayam, tempe, telur, dan ikan asin, masing-masing dilakukan sebanyak lima kali penggorengan. Pengukuran resistansi dilakukan setelah minyak didinginkan hingga mencapai suhu ruang agar hasil lebih stabil. Data hasil pengukuran menunjukkan bahwa resistansi minyak meningkat seiring bertambahnya jumlah penggorengan, menandakan penurunan kualitas minyak akibat penumpukan sisa bahan dan hasil oksidasi. Minyak jernih memiliki resistansi 131 Ω, sedangkan minyak sangat keruh mencapai 1818 Ω. Hasil analisis menunjukkan bahwa minyak dengan resistansi di bawah 637 Ω tergolong baik, resistansi antara 637–1312 Ω perlu diwaspadai, dan resistansi di atas 1312 Ω dikategorikan buruk atau tidak layak pakai. Nilai resistansi minyak penggorengan ayam dan tempe masih berada di bawah batas minyak baik hingga penggorengan kelima. Minyak penggorengan telur mengalami kenaikan resistansi yang lebih cepat namun tetap berada dalam batas aman. Minyak hasil penggorengan ikan asin mengalami peningkatan resistansi paling tinggi, melewati batas kualitas minyak baik pada penggorengan keempat dan menjadi tidak layak pakai pada penggorengan kelima. Hasil ini menunjukkan bahwa metode pengukuran resistansi dapat digunakan sebagai indikator sederhana untuk menilai tingkat degradasi dan kelayakan minyak goreng setelah penggunaan berulang.
Title: OILINT: Sistem Deteksi Dini Kualitas Minyak Goreng Berbasis Perubahan Resistansi Sensor LDR
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kualitas minyak goreng setelah digunakan berulang kali dengan mengukur nilai resistansinya menggunakan sistem sensor berbasis Arduino.
Proses pengujian dilakukan dengan empat jenis bahan penggorengan, yaitu ayam, tempe, telur, dan ikan asin, masing-masing dilakukan sebanyak lima kali penggorengan.
Pengukuran resistansi dilakukan setelah minyak didinginkan hingga mencapai suhu ruang agar hasil lebih stabil.
Data hasil pengukuran menunjukkan bahwa resistansi minyak meningkat seiring bertambahnya jumlah penggorengan, menandakan penurunan kualitas minyak akibat penumpukan sisa bahan dan hasil oksidasi.
Minyak jernih memiliki resistansi 131 Ω, sedangkan minyak sangat keruh mencapai 1818 Ω.
Hasil analisis menunjukkan bahwa minyak dengan resistansi di bawah 637 Ω tergolong baik, resistansi antara 637–1312 Ω perlu diwaspadai, dan resistansi di atas 1312 Ω dikategorikan buruk atau tidak layak pakai.
Nilai resistansi minyak penggorengan ayam dan tempe masih berada di bawah batas minyak baik hingga penggorengan kelima.
Minyak penggorengan telur mengalami kenaikan resistansi yang lebih cepat namun tetap berada dalam batas aman.
Minyak hasil penggorengan ikan asin mengalami peningkatan resistansi paling tinggi, melewati batas kualitas minyak baik pada penggorengan keempat dan menjadi tidak layak pakai pada penggorengan kelima.
Hasil ini menunjukkan bahwa metode pengukuran resistansi dapat digunakan sebagai indikator sederhana untuk menilai tingkat degradasi dan kelayakan minyak goreng setelah penggunaan berulang.

Related Results

ANALISIS POLA PERUBAHAN VISKOSITAS MINYAK GORENG
ANALISIS POLA PERUBAHAN VISKOSITAS MINYAK GORENG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan nilai viskositas antara minyak goreng yang sudah dipakai dengan yang belum dipakai dan mengetahui bagaimana pola pe...
BENTUK RESISTANSI TOKOH-TOKOH DALAM KARYA ROYYAN JULIAN: KAJIAN RESISTANSI JAMES C. SCOTT
BENTUK RESISTANSI TOKOH-TOKOH DALAM KARYA ROYYAN JULIAN: KAJIAN RESISTANSI JAMES C. SCOTT
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana tokoh-tokoh dalam karya Royyan Julian menunjukkan bentuk resistansinya terhadap tokoh atau orang lain. Bentuk resistan...
Pengaruh Penggorengan Berulang Terhdadap Bilangan Peroksida pada Minyak Goreng
Pengaruh Penggorengan Berulang Terhdadap Bilangan Peroksida pada Minyak Goreng
Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jenis minyak goreng yang paling banyak digunakan oleh masyarakat adalah minyak s...
PELATIHAN PEMBUATAN MINYAK KELAPA SECARA FERMENTASI BAGI KELOMPOK WANITA TANI DI KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS
PELATIHAN PEMBUATAN MINYAK KELAPA SECARA FERMENTASI BAGI KELOMPOK WANITA TANI DI KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS
Adanya pandemi COVID-19 sangat berdampak pada berbagai aspek kehidupan. Salah satunya pada kehidupan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat. Sebagian besar harga kebutuhan pokok m...
UJI KUALITAS MINYAK GORENG SAWIT YANG BEREDAR DI ENTIKONG, KALIMANTAN BARAT
UJI KUALITAS MINYAK GORENG SAWIT YANG BEREDAR DI ENTIKONG, KALIMANTAN BARAT
Minyak goreng sawit merupakan bahan pangan yang umum digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Minyak goreng yang beredar didaerah perbatasan antara Malaysia dan I...
Pelatihan Penjernihan Minyak Jelantah Menggunakan Bleaching Earth Di Desa Padang Rejo Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu
Pelatihan Penjernihan Minyak Jelantah Menggunakan Bleaching Earth Di Desa Padang Rejo Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu
Minyak goreng merupkan salah satu kebutuhan pokok sehari-hari. Hampir semua makanan dan jajanan membutuhkan minyak goreng dalam proses pembuatannya. Salah satu cara agar dapat meng...
Peningkatan Pemahaman Penggunaan Minyak Goreng Pada Masyarakat Di Kelurahan Sidanegara Kabupaten Cilacap
Peningkatan Pemahaman Penggunaan Minyak Goreng Pada Masyarakat Di Kelurahan Sidanegara Kabupaten Cilacap
Permasalahan yang muncul pada tingginya angka kejadian stroke di Kabupaten Cilacap kususnya Kelurahan Sidanegara. Salah satu upaya untuk menurunkan angka kejadian stroke adalah den...

Back to Top