Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

STUDI PERBANDINGAN ANTARA CARING SPIRITUALITAS PERAWAT DALAM PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RSUD. AJI MUHAMMAD PARIKESIT TENGGARONG DAN RSUD. IA. MOEIS SAMARINDA

View through CrossRef
Kebutuhan transendence need yaitu kebutuhan spiritualitas, akan bisa dicapai jika setiap manusia bahwa dirinya telah bermanfaat untuk orang lain, membantu orang lain untuk mencapai aktualisasi dirinya atau passion nya dalam hidup. Setelah manusia mampu membantu orang lain untuk mencapai keberhasilan dalam kehidupannya, maka manusia akan merasakan kepuasan dan kebahagiaan sejati. Saat kebahagiaan sejati ini dapat dicapai maka transendence need dapat diwujudkan sebagai tingkatan tertinggi dari kebutuhan manusia yaitu kebutuhan spiritual terpenuhi (Maslow dalam Feist & Feist, 2010, hlm. 327). Jenis penelitian ini adalah Riset Kuantitatif, dengan pendekatan analisis deskriptif. Desain penelitiannya adalah Cross Sectional setelah 6 bulan diberikan pelatihan tentang caring spiritualitas. Jumlah responden nya 100 responden (terdiri dari 50 orang perawat RS.T dan 50 orang perawat RS.S). Hasil penelitian menggambarkan usia Perawat di kedua rumah sakit adalah berumur 29 tahun, dengan rentang usia termuda 23 tahun dan yang tertua 46 tahun dan tingkat pendidikan tertinggi Diploma III Keperawatan. Rata-rata perawat terjadi peningkatan nilai persepsi dan pengetahuan tentang caring spiritualitas adalah sangat signifikan. Penerapan caring Spiritualitas setelah dilakukan In house training, rata-rata terjadi kenaikan yang signifikan. Perbandingan antara persepsi dan penerapan caring spiritualitas di RS M dan RS T antara sebelum dan sesuad in house training terjadi peningkatan yang signifikan dengan P Value 0,000. Perbandingan antara pengetahuan dan penerapan caring spiritualitas dapat disimpulkan terjadi peningkatan yang signifikan dengan P Value 0,000.   Rekomendasi, menjadi acuan dalam penelitian selanjutnya terkait konsep caring spiritualitas untuk membangun budaya yang kondusif di lingkup pelayanan keperawatan secara khusus dan membangun budaya kerja yang kondusif di lingkungan masyarakat secara luas.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     Kata kunci : Caring spiritualitas,  pelayanan keperawatan,  perawat  
STIKes Wiyata Husada Samarinda
Title: STUDI PERBANDINGAN ANTARA CARING SPIRITUALITAS PERAWAT DALAM PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RSUD. AJI MUHAMMAD PARIKESIT TENGGARONG DAN RSUD. IA. MOEIS SAMARINDA
Description:
Kebutuhan transendence need yaitu kebutuhan spiritualitas, akan bisa dicapai jika setiap manusia bahwa dirinya telah bermanfaat untuk orang lain, membantu orang lain untuk mencapai aktualisasi dirinya atau passion nya dalam hidup.
Setelah manusia mampu membantu orang lain untuk mencapai keberhasilan dalam kehidupannya, maka manusia akan merasakan kepuasan dan kebahagiaan sejati.
Saat kebahagiaan sejati ini dapat dicapai maka transendence need dapat diwujudkan sebagai tingkatan tertinggi dari kebutuhan manusia yaitu kebutuhan spiritual terpenuhi (Maslow dalam Feist & Feist, 2010, hlm.
327).
Jenis penelitian ini adalah Riset Kuantitatif, dengan pendekatan analisis deskriptif.
Desain penelitiannya adalah Cross Sectional setelah 6 bulan diberikan pelatihan tentang caring spiritualitas.
Jumlah responden nya 100 responden (terdiri dari 50 orang perawat RS.
T dan 50 orang perawat RS.
S).
Hasil penelitian menggambarkan usia Perawat di kedua rumah sakit adalah berumur 29 tahun, dengan rentang usia termuda 23 tahun dan yang tertua 46 tahun dan tingkat pendidikan tertinggi Diploma III Keperawatan.
Rata-rata perawat terjadi peningkatan nilai persepsi dan pengetahuan tentang caring spiritualitas adalah sangat signifikan.
Penerapan caring Spiritualitas setelah dilakukan In house training, rata-rata terjadi kenaikan yang signifikan.
Perbandingan antara persepsi dan penerapan caring spiritualitas di RS M dan RS T antara sebelum dan sesuad in house training terjadi peningkatan yang signifikan dengan P Value 0,000.
Perbandingan antara pengetahuan dan penerapan caring spiritualitas dapat disimpulkan terjadi peningkatan yang signifikan dengan P Value 0,000.
   Rekomendasi, menjadi acuan dalam penelitian selanjutnya terkait konsep caring spiritualitas untuk membangun budaya yang kondusif di lingkup pelayanan keperawatan secara khusus dan membangun budaya kerja yang kondusif di lingkungan masyarakat secara luas.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     Kata kunci : Caring spiritualitas,  pelayanan keperawatan,  perawat  .

Related Results

PENGARUH KEBAHAGIAAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PELAYANAN PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AJI MUHAMMAD PARIKESIT TENGGARONG
PENGARUH KEBAHAGIAAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PELAYANAN PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AJI MUHAMMAD PARIKESIT TENGGARONG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh kebahagiaan dan budaya organisasi terhadap pelayanan perawat di RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong. Sehingga terda...
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Dalam proses keperawatan peran perawat dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Dan salah satu hal penting dalam proses keperawatan...
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Dalam proses keperawatan peran perawat dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Dan salah satu hal penting dalam proses keperawatan...
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Dalam proses keperawatan peran perawat dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Dan salah satu hal penting dalam proses keperawatan...
PENGARUH DIAGNOSA KEPERAWATAN TERHADAP TINGKAT MUTU ASUHAN KEPERAWATAN
PENGARUH DIAGNOSA KEPERAWATAN TERHADAP TINGKAT MUTU ASUHAN KEPERAWATAN
Diagnosa keperawatan merupakan sebuah tonggak atau dasar bagi perawat untukmelakukan suatu asuhan keperawatan. Pasien datang ke fasilitas kesehatan tentu memilikikeluhan masing-mas...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pengertian, Dasar, Manfaat, Karakteristik, Model, Prinsip dan Pentingnya Dokumentasi Dalam keperawatan
Pengertian, Dasar, Manfaat, Karakteristik, Model, Prinsip dan Pentingnya Dokumentasi Dalam keperawatan
Keperawatan adalah bentuk pelayanan profesional berupa pemenuhan kebutuhan dasar yang diberikan kepada individu yang sehat maupun sakit yang mengalami gangguan fisik, psikis, dan s...

Back to Top