Javascript must be enabled to continue!
PENTINGNYA PERAWAT MENERAPKAN POSISI ERGONOMIS SAAT BEKERJA DI RUMAH SAKIT
View through CrossRef
Ergonomi merupakan penerapan ilmu-ilmu biologis tentang manusia bersama-sama dengan ilmu-ilmu teknik dan teknologi untuk mencapai penyesuaian. Posisi ergonomi merupakan posisi kerja yang seharusnya dilakukan selama melakukan intervensi keperawatan untuk mencegah terjadinya resiko akibat kerja. Perawat merupakan tenaga kesehatan dengan faktor resiko paparan yang paling besar. Melakukan intervensi keperawatan seperti mengangkat pasien, memindahkan pasien atau perawatan luka membutuhkan posisi yang ergonomis untuk mencegah resiko akibat kerja. Penyakit akibat kerja disebabkan oleh pekerjaan dan sikap kerja. Salah satu penyakit akibat kerja pada tulang belakang adalah nyeri punggung bawah, yang timbul karena posisi statis dalam bekerja dan bersifat continue. Lebih dari 50% pekerja mengalami gangguan muskuloskeletal di negara berkembang dan negara maju (5–8). Pekerjaan keperawatan melibatkan banyak aktivitas berisiko terkait gangguan muskuloskeletal. Prevalensi gejala muskuloskeletal berkisar40-80%. Hal ini menunjukkan gejala muskuloskeletal relatif tinggi pada pekerja di Indonesia Keluhan muskuloskeletal adalah keluhan sakit, nyeri, pegal-pegal dan lainnya pada sistem otot (muskuloskeletal) seperti tendon, pembuluh darah, sendi, tulang, syaraf dan lainnya yang disebabkan oleh aktivitas kerja.
Title: PENTINGNYA PERAWAT MENERAPKAN POSISI ERGONOMIS SAAT BEKERJA DI RUMAH SAKIT
Description:
Ergonomi merupakan penerapan ilmu-ilmu biologis tentang manusia bersama-sama dengan ilmu-ilmu teknik dan teknologi untuk mencapai penyesuaian.
Posisi ergonomi merupakan posisi kerja yang seharusnya dilakukan selama melakukan intervensi keperawatan untuk mencegah terjadinya resiko akibat kerja.
Perawat merupakan tenaga kesehatan dengan faktor resiko paparan yang paling besar.
Melakukan intervensi keperawatan seperti mengangkat pasien, memindahkan pasien atau perawatan luka membutuhkan posisi yang ergonomis untuk mencegah resiko akibat kerja.
Penyakit akibat kerja disebabkan oleh pekerjaan dan sikap kerja.
Salah satu penyakit akibat kerja pada tulang belakang adalah nyeri punggung bawah, yang timbul karena posisi statis dalam bekerja dan bersifat continue.
Lebih dari 50% pekerja mengalami gangguan muskuloskeletal di negara berkembang dan negara maju (5–8).
Pekerjaan keperawatan melibatkan banyak aktivitas berisiko terkait gangguan muskuloskeletal.
Prevalensi gejala muskuloskeletal berkisar40-80%.
Hal ini menunjukkan gejala muskuloskeletal relatif tinggi pada pekerja di Indonesia Keluhan muskuloskeletal adalah keluhan sakit, nyeri, pegal-pegal dan lainnya pada sistem otot (muskuloskeletal) seperti tendon, pembuluh darah, sendi, tulang, syaraf dan lainnya yang disebabkan oleh aktivitas kerja.
Related Results
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Salah satu masalah yang berpengaruh dengan tenaga kerja dalam suatu organisasi adalah tingkat turnover yang tinggi. Data turnover perawat Rumah Sakit Permata Depok yang diperoleh a...
Faktor yang Mempengaruhi Kelengkapan Penulisan Dokumentasi Keperawatan
Faktor yang Mempengaruhi Kelengkapan Penulisan Dokumentasi Keperawatan
Kelengkapan dokumentasi menjadi salah satu hal yang krusial dalam sebuah rumah sakit maupun dalam karir seorang perawat. Hal ini dikarenakan pentingnya kelengkapan dokumentasi kepe...
GAMBARAN STRES KERJA PADA PERAWAT RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM HOLISTIC PURWAKARTA TAHUN 2020
GAMBARAN STRES KERJA PADA PERAWAT RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM HOLISTIC PURWAKARTA TAHUN 2020
Stres kerja merupakan beban kerja yang berlebihan, perasaan susah dan ketegangan emosional yang menghambat performance individu. Stres kerja dapat dipengaruhi oleh kondisi organisa...
TURNOVER INTENTION PERAWAT DI RUMAH SAKIT
TURNOVER INTENTION PERAWAT DI RUMAH SAKIT
Turnover intention adalah karyawan mempunyai niat untuk meninggalkan pekerjaannya yang sekarang dan mencari pekerjaan yang baru dalam rentang waktu tertentu. Angka kejadian turnov...
Tindakan Perawatan Dalam Mempertahankan Ergonomik Dan Menegah Hazard Psikososial
Tindakan Perawatan Dalam Mempertahankan Ergonomik Dan Menegah Hazard Psikososial
Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit (K3RS) yaitu segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan bagi sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pe...
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA RUMAH SAKIT TERHADAP TINDAK PIDANA PEMALSUAN JUMLAH TAGIHAN UANG KEPADA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS)
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA RUMAH SAKIT TERHADAP TINDAK PIDANA PEMALSUAN JUMLAH TAGIHAN UANG KEPADA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS)
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA RUMAH SAKIT TERHADAP TINDAK PIDANA PEMALSUAN JUMLAH TAGIHAN UANG KEPADA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS)
sonyaairinibatubara@unprim...
ANALISA SIMRS DI RSI PURWOKERTO
ANALISA SIMRS DI RSI PURWOKERTO
RSI Purwokerto yang terletak di daerah barat Purwokerto merupakan rumah sakit rujukan swasta yang memfasilitasi pasien-pasien secara umum ataupun BPJS dan asuransi umum lainnya . S...
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
<p>Rumah Sakit mcmiliki kewajiban untuk memberikan pertolongan (emergency)tanpa mengharuskan pembayaran uang muka terlebih dahulu, hal ini tertuang dalam Pasal 32 ayat (1) da...

