Javascript must be enabled to continue!
Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Pukul Setengah Lima Karya Rintik Sedu dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Sastra di SMA
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk konflik batin yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Pukul Setengah Lima karya Rintik Sedu dengan menggunakan teori psikologi sastra Sigmund Freud, serta mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran sastra di tingkat SMA. Dengan menerapkan teori psikologi sastra Sigmund Freud, penelitian ini meneliti konflik batin tokoh utama di novel Pukul Setengah Lima oleh Rintik Sedu, khususnya konsep id, ego, dan superego. Novel ini kaya akan penggambaran konflik batin, yang menggambarkan pergulatan psikologis tokoh Alina dalam menghadapi pandangannya terhadap kehidupan dan pencarian kebahagiaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan Teknik studi dokumentasi. Data dikumpulkan melalui kutipan dialog dan narasi dalam novel Pukul Setengah Lima yang dituliskan oleh Rintik Sedu. Analisis dilakukan dengan pendekatan psikologi sastra menggunakan teori kepribadian Sigmund Freud yang mencakup struktur Id, Ego dan Superego. Id Alina menampakkan keinginan untuk menghindari rasa sakit, melarikan diri dari kenyataan melalui kepura-puraan, dan mencari kepuasan instan. Ego berfungsi sebagai penengah, membantu Alina beradaptasi dengan realitas, menggunakan mekanisme pertahanan diri, dan menimbang situasi sulit. Sementara itu, superego berperan dalam memunculkan perasaan bersalah, kesadaran akan nilai-nilai moral, dan perjuangan untuk menghormati norma meskipun berhadapan dengan pengalaman traumatis. Temuan ini menunjukan bahwa konflik batin Alina didominasi oleh ketidakseimbangan antara dorongan bawah sadar dan norma social, yang mempengaruhi seluruh perjalanan hidup serta pilihan-pilihannya dalam cerita. Implikasi penelitian ini dalam pengajaran sastra di Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) berdasarkan panduan kurikulum merdeka, relevan untuk Fase F (kelas XI dan XII). Analisis konflik batin dapat memperdalam pemahaman siswa terhadap karakter dan isu psikologis, serta mengembangkan empati dan kemampuan berpikir kritis. Studi ini menunjukkan bagaimana novel kontemporer dapat digunakan untuk mengajarkan aspek afektif sastra, membantu siswa mengidentifikasi dan merefleksikan dinamika psikologis yang dekat dengan kehidupan remaja, serta mengaplikasikannya dalam penulisan kreatif.
Universitas Cokroaminoto Palopo
Title: Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Pukul Setengah Lima Karya Rintik Sedu dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Sastra di SMA
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk konflik batin yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Pukul Setengah Lima karya Rintik Sedu dengan menggunakan teori psikologi sastra Sigmund Freud, serta mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran sastra di tingkat SMA.
Dengan menerapkan teori psikologi sastra Sigmund Freud, penelitian ini meneliti konflik batin tokoh utama di novel Pukul Setengah Lima oleh Rintik Sedu, khususnya konsep id, ego, dan superego.
Novel ini kaya akan penggambaran konflik batin, yang menggambarkan pergulatan psikologis tokoh Alina dalam menghadapi pandangannya terhadap kehidupan dan pencarian kebahagiaan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan Teknik studi dokumentasi.
Data dikumpulkan melalui kutipan dialog dan narasi dalam novel Pukul Setengah Lima yang dituliskan oleh Rintik Sedu.
Analisis dilakukan dengan pendekatan psikologi sastra menggunakan teori kepribadian Sigmund Freud yang mencakup struktur Id, Ego dan Superego.
Id Alina menampakkan keinginan untuk menghindari rasa sakit, melarikan diri dari kenyataan melalui kepura-puraan, dan mencari kepuasan instan.
Ego berfungsi sebagai penengah, membantu Alina beradaptasi dengan realitas, menggunakan mekanisme pertahanan diri, dan menimbang situasi sulit.
Sementara itu, superego berperan dalam memunculkan perasaan bersalah, kesadaran akan nilai-nilai moral, dan perjuangan untuk menghormati norma meskipun berhadapan dengan pengalaman traumatis.
Temuan ini menunjukan bahwa konflik batin Alina didominasi oleh ketidakseimbangan antara dorongan bawah sadar dan norma social, yang mempengaruhi seluruh perjalanan hidup serta pilihan-pilihannya dalam cerita.
Implikasi penelitian ini dalam pengajaran sastra di Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) berdasarkan panduan kurikulum merdeka, relevan untuk Fase F (kelas XI dan XII).
Analisis konflik batin dapat memperdalam pemahaman siswa terhadap karakter dan isu psikologis, serta mengembangkan empati dan kemampuan berpikir kritis.
Studi ini menunjukkan bagaimana novel kontemporer dapat digunakan untuk mengajarkan aspek afektif sastra, membantu siswa mengidentifikasi dan merefleksikan dinamika psikologis yang dekat dengan kehidupan remaja, serta mengaplikasikannya dalam penulisan kreatif.
Related Results
Konflik Sosial dalam Novel Pukul Setengah Lima Karya Rintik Sedu Pendekatan Sosiologi Sastra
Konflik Sosial dalam Novel Pukul Setengah Lima Karya Rintik Sedu Pendekatan Sosiologi Sastra
Penelitian ini berfokus pada konflik sosial dan penyelesaian terhadap konflik novel Rintik Sedu berjudul Pukul Setengah Lima, adapun tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengana...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Aspects of The Character Binta’s Personality in The Novel Kata by Rintik Sedu: Sigmund Freud’s Psycoanalytic Study
Aspects of The Character Binta’s Personality in The Novel Kata by Rintik Sedu: Sigmund Freud’s Psycoanalytic Study
This research aims to describe the personality aspects of the character Binta in the novel Kata by Rintik Sedu which includes Id, Ego, Superego. The formulation of the problem in t...
KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL AKU, MEPS, DAN BEPS KARYA SOCA SOBHITA DAN REDA GAUDIAMO KAJIAN PSIKOANALISIS KURT LEWIN
KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL AKU, MEPS, DAN BEPS KARYA SOCA SOBHITA DAN REDA GAUDIAMO KAJIAN PSIKOANALISIS KURT LEWIN
ABSTRAKPenelitian ini berfokus untuk menganalisis konflik batin tokoh utama dalam novel Aku, Meps dan Beps karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo dengan kajian psikoanalisis Kurt Lew...
Konflik Batin Tokoh Utama dalam Kumpulan Cerpen Biarkan Cinta Memilih Karya Dara Kelana
Konflik Batin Tokoh Utama dalam Kumpulan Cerpen Biarkan Cinta Memilih Karya Dara Kelana
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk konflik batin tokoh utama pada kumpulan cerpen Biarkan Cinta Memilih karya Dara Kelana. Data yang diperoleh dari penelitian te...
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...
KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL SOGI KARYA FAIKA BURHAN
KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL SOGI KARYA FAIKA BURHAN
Abstract : Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana karakter tokoh dalam novel “Sogi karya Faika Burhan?”Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakter tokoh dalam novel Sog...
Konflik Internal Tokoh Utama Dalam Novel Setiap Luka Akan Pulih Karya Halimah : Perspektif Kurt Lewin Pendekatan Psikologi Sastra
Konflik Internal Tokoh Utama Dalam Novel Setiap Luka Akan Pulih Karya Halimah : Perspektif Kurt Lewin Pendekatan Psikologi Sastra
Konflik internal merupakan salah satu unsur penting dalam pembentukan karakter tokoh pada karya sastra karena menggambarkan pergulatan batin yang memengaruhi proses pengambilan kep...

