Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PENYAKIT AKIBAT KERJA PADA PERAWAT

View through CrossRef
Pengetahuan adalah merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi setelah orang mengadakan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terhadap objek terjadi melalui pancaindra manusia yakni penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba dengan sendiri. Pada waktu pengindraan sampai menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian persepsi terhadap obyeksebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan itu sendiri dipengaruhi oleh faktor pendidikan formal. Pengetahuan sangat erat hubungannya dengan pendidikan, dimana diharapkan bahwa dengan pendidikan yang tinggi maka orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya. Akan tetapi perlu ditekankan, bukan berarti seseorang yang berpendidikan rendah mutlak berpengetahuan rendah pula. Hal ini mengingat bahwa peningkatan pengetahuan tidak mutlak diperoleh dari pendidikan non formal saja, akan tetapi dapat diperoleh melalui pendidikan non formal. Pengetahuan seseorang tentang suatu objek mangandung dua aspek yaitu aspek positif dan aspek negatif. Kedua aspek ini yang akan menentukan sikap seseorang, semakin banyak aspek positif dan objek yang diketahui, maka akan menimbulkan sikap makin positif terhadap objek tertentu. perawat yang tingkat pengetahuannya kurang akan mengalami resiko kecelakaan kerja karena perawat yang berpengatahuan kurang tidak mengetahui resiko kecelakaan kerja serta perundang-undangan keselamatan dan kesehatan kerja.Penyakit karena kerja bisa menyerang semua tenaga kerja di dalam rumah sakit, baik tenaga medis ataupun non medis karena pajanan biologi, kimia serta fisik di lingkungan kerja rumah sakit tersebut.Penyakit karena kerja adalah seuatu kendala pada tingkat keamanan dalam kerja, dalam perihal ini memerlukan usaha pencegahan, baik untuk keselamatan ataupun kesehatan beberapa pekerja yang berada di lingkungan rumahsakit. Penyakit karena kerja atau terkait dengan pekerjaan bisa dikarenakan oleh pemajanan di lingkungan kerja dengan terus menerus setiap hari.Penyakit Akibat Kerja adalah setiap penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atas lingkungan kerja (Permennakertrans No. PER/01/MEN 1981 dalam Santoso, 2012). Penyakit yang disebabkan hubungan dengan faktor penyebab spesifik di tempat kerja yang sepenuhnya dapat dipastikan dan faktor tersebut dapat diidentifikasi diukur dan selanjutnya dapat dikendalikan (WHO, dalam Santoso, 2012).Penyakit karena kerja adalah seuatu kendala pada tingkat keamanan dalam kerja, dalam perihal ini memerlukan usaha pencegahan, baik untuk keselamatan ataupun kesehatan beberapa pekerja yang berada di lingkungan rumah sakit. Penyakit karena kerja atau terkait dengan pekerjaan bisa dikarenakan oleh pemajanan di lingkungan kerja dengan terus menerus setiap hari. Untuk menghadapi perihal ini, maka langkah awal yang terpenting ialah pengenalan/identifikasi bahaya yang dapat muncul serta dievaluasi, lalu dikerjakan usaha pengendalian lewat cara melihat serta mengenal (walk through inspections).
Center for Open Science
Title: PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PENYAKIT AKIBAT KERJA PADA PERAWAT
Description:
Pengetahuan adalah merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi setelah orang mengadakan pengindraan terhadap suatu objek tertentu.
Pengindraan terhadap objek terjadi melalui pancaindra manusia yakni penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba dengan sendiri.
Pada waktu pengindraan sampai menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian persepsi terhadap obyeksebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.
Pengetahuan itu sendiri dipengaruhi oleh faktor pendidikan formal.
Pengetahuan sangat erat hubungannya dengan pendidikan, dimana diharapkan bahwa dengan pendidikan yang tinggi maka orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya.
Akan tetapi perlu ditekankan, bukan berarti seseorang yang berpendidikan rendah mutlak berpengetahuan rendah pula.
Hal ini mengingat bahwa peningkatan pengetahuan tidak mutlak diperoleh dari pendidikan non formal saja, akan tetapi dapat diperoleh melalui pendidikan non formal.
Pengetahuan seseorang tentang suatu objek mangandung dua aspek yaitu aspek positif dan aspek negatif.
Kedua aspek ini yang akan menentukan sikap seseorang, semakin banyak aspek positif dan objek yang diketahui, maka akan menimbulkan sikap makin positif terhadap objek tertentu.
perawat yang tingkat pengetahuannya kurang akan mengalami resiko kecelakaan kerja karena perawat yang berpengatahuan kurang tidak mengetahui resiko kecelakaan kerja serta perundang-undangan keselamatan dan kesehatan kerja.
Penyakit karena kerja bisa menyerang semua tenaga kerja di dalam rumah sakit, baik tenaga medis ataupun non medis karena pajanan biologi, kimia serta fisik di lingkungan kerja rumah sakit tersebut.
Penyakit karena kerja adalah seuatu kendala pada tingkat keamanan dalam kerja, dalam perihal ini memerlukan usaha pencegahan, baik untuk keselamatan ataupun kesehatan beberapa pekerja yang berada di lingkungan rumahsakit.
Penyakit karena kerja atau terkait dengan pekerjaan bisa dikarenakan oleh pemajanan di lingkungan kerja dengan terus menerus setiap hari.
Penyakit Akibat Kerja adalah setiap penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atas lingkungan kerja (Permennakertrans No.
PER/01/MEN 1981 dalam Santoso, 2012).
Penyakit yang disebabkan hubungan dengan faktor penyebab spesifik di tempat kerja yang sepenuhnya dapat dipastikan dan faktor tersebut dapat diidentifikasi diukur dan selanjutnya dapat dikendalikan (WHO, dalam Santoso, 2012).
Penyakit karena kerja adalah seuatu kendala pada tingkat keamanan dalam kerja, dalam perihal ini memerlukan usaha pencegahan, baik untuk keselamatan ataupun kesehatan beberapa pekerja yang berada di lingkungan rumah sakit.
Penyakit karena kerja atau terkait dengan pekerjaan bisa dikarenakan oleh pemajanan di lingkungan kerja dengan terus menerus setiap hari.
Untuk menghadapi perihal ini, maka langkah awal yang terpenting ialah pengenalan/identifikasi bahaya yang dapat muncul serta dievaluasi, lalu dikerjakan usaha pengendalian lewat cara melihat serta mengenal (walk through inspections).

Related Results

Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Salah satu masalah yang berpengaruh dengan tenaga kerja dalam suatu organisasi adalah tingkat turnover yang tinggi. Data turnover perawat Rumah Sakit Permata Depok yang diperoleh a...
GAMBARAN STRES KERJA PADA PERAWAT RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM HOLISTIC PURWAKARTA TAHUN 2020
GAMBARAN STRES KERJA PADA PERAWAT RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM HOLISTIC PURWAKARTA TAHUN 2020
Stres kerja merupakan beban kerja yang berlebihan, perasaan susah dan ketegangan emosional yang menghambat performance individu. Stres kerja dapat dipengaruhi oleh kondisi organisa...
Tindakan Perawatan Dalam Mempertahankan Ergonomik Dan Menegah Hazard Psikososial
Tindakan Perawatan Dalam Mempertahankan Ergonomik Dan Menegah Hazard Psikososial
Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit (K3RS) yaitu segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan bagi sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pe...
Hubungan Beban Kerja Dan Lingkungan Kerja Dengan Stres Perawat Di Rsud Dr. Adnaan Wd Payakumbuh
Hubungan Beban Kerja Dan Lingkungan Kerja Dengan Stres Perawat Di Rsud Dr. Adnaan Wd Payakumbuh
Profesi sebagai perawat memberikan kontribusi sangat besar terhadap kejadian stres kerja. Hasil survey yang dilakukan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (2006) bahwa 50,9% p...
Dampak Negative Pekerjaan Perawat Terhadap Kesehatan Tubuh Pribadi Perawat
Dampak Negative Pekerjaan Perawat Terhadap Kesehatan Tubuh Pribadi Perawat
Kegiatan di Rumah Sakit mempunyai risiko berasal dari faktor fisik, kimia, biologi, ergonomi dan psikososial, variasi, ukuran, tipe dan kelengkapan Rumah Sakit menentukan tingkat r...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
pencegahan penyakit akibat kerja pada perawat
pencegahan penyakit akibat kerja pada perawat
Penyakit Akibat Kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja. Faktor risiko PAK antara lain: Golongan fisik, kimiawi, biologis atau psikososial di temp...

Back to Top