Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Wacana Kecantikan dan Kekerasan: Membaca Novel “Cantik Itu Luka” Karya Eka Kurniawan Perspektif Michel Foucault

View through CrossRef
Penelitian ini berangkat dari persoalan representasi kecantikan yang sering berkaitan dengan praktik kekerasan terhadap perempuan. Dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan, kecantikan tidak diposisikan sebagai sesuatu yang netral, melainkan hadir sebagai wacana yang menormalisasi tubuh perempuan sekaligus membuka peluang terjadinya penaklukan dan kekerasan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana wacana kecantikan dikonstruksikan dalam teks, bagaimana konstruksi tersebut terkait dengan praktik kekerasan, serta bagaimana tubuh perempuan direpresentasikan sebagai locus kuasa dan ruang resistensi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan analisis wacana sastra. Data penelitian berupa kutipan narasi, deskripsi tokoh, dan peristiwa dalam novel yang dianalisis melalui kerangka teoritik Michel Foucault, khususnya konsep kuasa-pengetahuan, wacana, dan tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecantikan berfungsi sebagai mekanisme kuasa yang mendisiplinkan tubuh perempuan, menjerat mereka dalam dominasi kolonial maupun patriarkal, serta menimbulkan beragam bentuk kekerasan fisik dan simbolik. Namun demikian, novel juga menghadirkan representasi resistensi melalui tokoh-tokoh yang menolak tunduk pada wacana kecantikan dominan. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa Cantik Itu Luka merefleksikan relasi kuasa atas tubuh perempuan, yang hingga kini tetap relevan dengan fenomena kontemporer terkait standar kecantikan, kekerasan berbasis gender, dan perlawanan perempuan
Title: Wacana Kecantikan dan Kekerasan: Membaca Novel “Cantik Itu Luka” Karya Eka Kurniawan Perspektif Michel Foucault
Description:
Penelitian ini berangkat dari persoalan representasi kecantikan yang sering berkaitan dengan praktik kekerasan terhadap perempuan.
Dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan, kecantikan tidak diposisikan sebagai sesuatu yang netral, melainkan hadir sebagai wacana yang menormalisasi tubuh perempuan sekaligus membuka peluang terjadinya penaklukan dan kekerasan.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana wacana kecantikan dikonstruksikan dalam teks, bagaimana konstruksi tersebut terkait dengan praktik kekerasan, serta bagaimana tubuh perempuan direpresentasikan sebagai locus kuasa dan ruang resistensi.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan analisis wacana sastra.
Data penelitian berupa kutipan narasi, deskripsi tokoh, dan peristiwa dalam novel yang dianalisis melalui kerangka teoritik Michel Foucault, khususnya konsep kuasa-pengetahuan, wacana, dan tubuh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecantikan berfungsi sebagai mekanisme kuasa yang mendisiplinkan tubuh perempuan, menjerat mereka dalam dominasi kolonial maupun patriarkal, serta menimbulkan beragam bentuk kekerasan fisik dan simbolik.
Namun demikian, novel juga menghadirkan representasi resistensi melalui tokoh-tokoh yang menolak tunduk pada wacana kecantikan dominan.
Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa Cantik Itu Luka merefleksikan relasi kuasa atas tubuh perempuan, yang hingga kini tetap relevan dengan fenomena kontemporer terkait standar kecantikan, kekerasan berbasis gender, dan perlawanan perempuan.

Related Results

MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
Penelitian ini berfokus pada aspek bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira (2019). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori feminisme...
POSKOLONIAL DALAM CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN (POSTCOLONIAL IN NOVEL CANTIK ITU LUKA BY EKA KURNIAWAN)
POSKOLONIAL DALAM CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN (POSTCOLONIAL IN NOVEL CANTIK ITU LUKA BY EKA KURNIAWAN)
Abstract Postcolonial in novel Cantik itu Luka by Eka Kurniawan. This researchisto describe the meaning of the resistance of the natives was fighting the colonials in the novel Can...
PERBANDINGAN NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN DENGAN MIDAH SIMANIS BERGIGI EMAS KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
PERBANDINGAN NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN DENGAN MIDAH SIMANIS BERGIGI EMAS KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
ABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui betapa berpengaruhnya kecanti-kan yang dimiliki oleh seorang perempuan tokoh utama dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka...
Tokoh dan Citra Perempuan Dalam Novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan
Tokoh dan Citra Perempuan Dalam Novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan
Abstrak tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan karakter tokoh dan citra perempuan yang terdapat dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Metode yang digunakan d...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
Ufeminisme dalam Novel Cantik itu Luka Karya Eka Kurniawan
Ufeminisme dalam Novel Cantik itu Luka Karya Eka Kurniawan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis feminisme dari aspek psikologi dan aspek sosial yang terdapat di dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Penelitian ini merupak...
MENAFSIRKAN LUKA DALAM NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN: KAJIAN HERMENEUTIKA GADAMER
MENAFSIRKAN LUKA DALAM NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN: KAJIAN HERMENEUTIKA GADAMER
Artikel ini menafsirkan bagaimana kecantikan berfungsi sebagai ruang terjadinya luka dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan dengan menggunakan hermeneutika filosofis Hans-...

Back to Top