Javascript must be enabled to continue!
Teknologi UCG dan Kebutuhan Energi Indonesia
View through CrossRef
Menipisnya cadangan minyak bumi di Indonesia mendorong untuk meningkatkan pemanfaatan energi alternatif. Batubara sebagai salah satu sumber energi alternatif dapat menjadi solusi. Indonesia memiliki potensi batubara cukup banyak, yaitu mencapai 161 miliar ton yang dapat ditambang (Sukhyar, 2012), namun masih banyak sumber daya batubara yang belum terambil, karena letaknya yang terlalu dalam atau kualitasnya terlalu rendah, sehingga dianggap tidak ekonomis untuk ditambang. Puslitbang tekMIRA telah mengembangkan metode baru untuk meningkatkan pemanfaatan cadangan batubara Indonesia secara bersih dan ekonomis, yaitu dengan teknologi gasifikasi batubara bawah permukaan (underground coal gasification/UCG). Teknologi ini dilakukan dengan mengonversikan batubara yang berada di bawah tanah dan tidak ekonomis untuk ditambang menjadi gas bakar dengan memproses batubara secara in–situ, tanpa memerlukan gasifier atau reaktor di permukaan tanah. Keunggulan utama UCG dibandingkan dengan metode penambangan batubara konvensional adalah memanfaatkan potensi batubara dalam, sedikit menghasilkan limbah padat, emisi gas rumah kacanya rendah dan investasi yang dibutuhkan tidak terlalu besar.
Title: Teknologi UCG dan Kebutuhan Energi Indonesia
Description:
Menipisnya cadangan minyak bumi di Indonesia mendorong untuk meningkatkan pemanfaatan energi alternatif.
Batubara sebagai salah satu sumber energi alternatif dapat menjadi solusi.
Indonesia memiliki potensi batubara cukup banyak, yaitu mencapai 161 miliar ton yang dapat ditambang (Sukhyar, 2012), namun masih banyak sumber daya batubara yang belum terambil, karena letaknya yang terlalu dalam atau kualitasnya terlalu rendah, sehingga dianggap tidak ekonomis untuk ditambang.
Puslitbang tekMIRA telah mengembangkan metode baru untuk meningkatkan pemanfaatan cadangan batubara Indonesia secara bersih dan ekonomis, yaitu dengan teknologi gasifikasi batubara bawah permukaan (underground coal gasification/UCG).
Teknologi ini dilakukan dengan mengonversikan batubara yang berada di bawah tanah dan tidak ekonomis untuk ditambang menjadi gas bakar dengan memproses batubara secara in–situ, tanpa memerlukan gasifier atau reaktor di permukaan tanah.
Keunggulan utama UCG dibandingkan dengan metode penambangan batubara konvensional adalah memanfaatkan potensi batubara dalam, sedikit menghasilkan limbah padat, emisi gas rumah kacanya rendah dan investasi yang dibutuhkan tidak terlalu besar.
Related Results
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
Saat ini, dibandingkan dengan negara sekitar, di manakah posisi Indonesia? Tepat sesaat sebelum pandemi, World bank mengkategorikan Indonesia pada posisi upper middle income dan PB...
Audit Energi pada Dua Produk Kaca Lembaran di sebuah Pabrik Kaca
Audit Energi pada Dua Produk Kaca Lembaran di sebuah Pabrik Kaca
Industri pembuatan kaca tersusun atas empat bagian primer, yaitu: kaca lembaran, kaca khusus, kaca fiber, dan kaca container. Pabrik X merupakan sebuah perusahaan besar penghasil k...
Analisis Energi pada Proses Pengolahan Teh Hijau (Studi Kasus di Pusat Penelitian Teh dan Kina)
Analisis Energi pada Proses Pengolahan Teh Hijau (Studi Kasus di Pusat Penelitian Teh dan Kina)
Analisis energi merupakan suatu usaha untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai pemakaian energi pada suatu sistem. Analisis energi pada proses pengolahan teh hijau di pabrik ...
Efisiensi Energi dan Produksi pada Usahatani Padi di Lahan Sulfat Masam Potensial
Efisiensi Energi dan Produksi pada Usahatani Padi di Lahan Sulfat Masam Potensial
Tidal swamp land is a potential land to overcome in the future national food security as a result of land conversion. Generally, in farming system, farmer labor in used from land ...
Monitoring and Control in Underground Coal Gasification: Current Research Status and Future Perspective
Monitoring and Control in Underground Coal Gasification: Current Research Status and Future Perspective
By igniting in the coal seam and injecting gas agent, underground coal gasification (UCG) causes coal to undergo thermochemical reactions in situ and, thus, to be gasified into syn...
ANALISIS ENERGI DAN EKSERGI PADA SISTEM ROTARY KILN RKC-2 PT. SEMEN BATURAJA
ANALISIS ENERGI DAN EKSERGI PADA SISTEM ROTARY KILN RKC-2 PT. SEMEN BATURAJA
Industri semen merupakan salah satu industri yang bersifat energy intensive karena penggunaan energi berada pada jumlah yang besar. Biaya yang digunakan untuk konsumsi energi pada ...
Wujud Bela Negara Melalui Pendidikan Budaya Hemat Energi
Wujud Bela Negara Melalui Pendidikan Budaya Hemat Energi
<p><strong>Abstrak – </strong>Negara yang kuat merupakan negara yang memiliki warga negara yang bersatu padu<strong> </strong>dalam mempertahankan, me...
Kajian Pendahuluan Aspek Ketahanan Nasional dalam RUU Energi Terbarukan Indonesia dari Perspektif Akademik
Kajian Pendahuluan Aspek Ketahanan Nasional dalam RUU Energi Terbarukan Indonesia dari Perspektif Akademik
Ketahanan energi merupakan aspek fundamental dalam ketahanan nasional, terutama bagi Indonesia yang memiliki potensi besar dalam energi terbarukan. Penelitian ini menganalisis aspe...

