Javascript must be enabled to continue!
Tipong Tawar dalam Ritual Pertanian Dayak Paser: Sebuah Bentuk dan Struktur
View through CrossRef
Tipong Tawar merupakan sebuah mantra yang digunakan dalam ritual-ritual adat suku Dayak Paser, Kalimantan Timur. Tipong Tawar merupakan mantra yang memiliki media berupa tepung berwarna putih dan tidak berasa yang disebut dengan tawar. Tipong Tawar sering disampaikan oleh seorang Balian (dukun/pawang) dalam ritual adat. Salah satu ritual adat tersebut adalah ritual dalam pertanian. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan struktur teks mantra Tipong Tawar dalam ritual pertanian Dayak Paser, Desa Baras Jiring, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser Kalimantan Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Menggunakan metode deskriptif serta pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui proses wawancara, perekaman, dan pencatatan. Hasil temuan menunjukkan bahwa bentuk dan struktur teks mantra Tipong Tawar merupakan struktur puisi karena mantra juga merupakan puisi lama dalam genre sastra. Adapun bentuk dan struktur teks mantra Tipong Tawar meliputi; tema, formula bunyi (rima dan irama), bait, baris, dan diksi. Dapat disimpulkan bahwa terkait dengan struktur pada teks mantra Tipong Tawar berdasarkan pada tema, rima, irama, bait, baris, dan diksi memang berbeda dengan struktur pada puisi pada umumnya, terutama pada diksi sebuah teks mantra. Karena diksi pada teks mantra menggunakan bahasa daerah yang tidak semua arti dalam bahasa Indonesia tidak dapat dimaknai secara harafiah. Hal ini yang membedakan mengenai diksi teks mantra dan diksi puisi pada umumnya.
Universitas Muhammadiyah Surabaya
Title: Tipong Tawar dalam Ritual Pertanian Dayak Paser: Sebuah Bentuk dan Struktur
Description:
Tipong Tawar merupakan sebuah mantra yang digunakan dalam ritual-ritual adat suku Dayak Paser, Kalimantan Timur.
Tipong Tawar merupakan mantra yang memiliki media berupa tepung berwarna putih dan tidak berasa yang disebut dengan tawar.
Tipong Tawar sering disampaikan oleh seorang Balian (dukun/pawang) dalam ritual adat.
Salah satu ritual adat tersebut adalah ritual dalam pertanian.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan struktur teks mantra Tipong Tawar dalam ritual pertanian Dayak Paser, Desa Baras Jiring, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser Kalimantan Timur.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif.
Menggunakan metode deskriptif serta pendekatan etnografi.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui proses wawancara, perekaman, dan pencatatan.
Hasil temuan menunjukkan bahwa bentuk dan struktur teks mantra Tipong Tawar merupakan struktur puisi karena mantra juga merupakan puisi lama dalam genre sastra.
Adapun bentuk dan struktur teks mantra Tipong Tawar meliputi; tema, formula bunyi (rima dan irama), bait, baris, dan diksi.
Dapat disimpulkan bahwa terkait dengan struktur pada teks mantra Tipong Tawar berdasarkan pada tema, rima, irama, bait, baris, dan diksi memang berbeda dengan struktur pada puisi pada umumnya, terutama pada diksi sebuah teks mantra.
Karena diksi pada teks mantra menggunakan bahasa daerah yang tidak semua arti dalam bahasa Indonesia tidak dapat dimaknai secara harafiah.
Hal ini yang membedakan mengenai diksi teks mantra dan diksi puisi pada umumnya.
Related Results
MANTRA TIPONG TAWAR DALAM TRADISI UPACARA PERTANIAN DAYAK PASER SEBAGAI PROYEKSI KEHIDUPAN MASYARAKAT
MANTRA TIPONG TAWAR DALAM TRADISI UPACARA PERTANIAN DAYAK PASER SEBAGAI PROYEKSI KEHIDUPAN MASYARAKAT
[Title: Tipong Tawar Mantra in the Tradition of Agricultural Ceremony of Dayak Paser as a Projection of Community Life] Mantra as one of the genre of oral literature, in its time u...
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
<p>ABSTRACT<br />Sintang’s Dayak ikat weaving, which is one of the cultural artifacts of Sintang District, West Kalimantan, is used by indigenous peoples (Dayak tribes)...
ANALISIS TUTURAN TRADISI UPACARA LADUNG BIO’ SUKU DAYAK KENYAH LEPO’ TAU DI DESA NAWANG BARU KECAMATAN KAYAN HULU KABUPATEN MALINAU: KAJIAN FOLKLOR
ANALISIS TUTURAN TRADISI UPACARA LADUNG BIO’ SUKU DAYAK KENYAH LEPO’ TAU DI DESA NAWANG BARU KECAMATAN KAYAN HULU KABUPATEN MALINAU: KAJIAN FOLKLOR
ABSTRAK Penulis tertarik mengajikan Tuturan Tradisi Upacara Ladung Bio’ Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau karena Upacara Ladung Bio’ adalah upcara Adat Dayak Kenyah yang sangat penting. ...
ANALISIS MAKNA UPACARA TEPUNG TAWAR DALAM PERNIKAHAN ADAT MELAYU RIAU
ANALISIS MAKNA UPACARA TEPUNG TAWAR DALAM PERNIKAHAN ADAT MELAYU RIAU
ABSTRACTTepung Tawar is one of the Malay tribal traditions that are still practiced in Malay society today. The purpose of this study was to analyze the meaning Tepung Tawar in Mal...
NILAI BUDAYA PALI DAYAK NGAJU (CULTURAL VALUE AS REPRESENTED IN THE PALI OF DAYAK NGAJU)
NILAI BUDAYA PALI DAYAK NGAJU (CULTURAL VALUE AS REPRESENTED IN THE PALI OF DAYAK NGAJU)
Abstract Cultural Values as Represented in the Pali of Dayak Ngaju Community. This research aims to (1) describe the cultural values as represented in the pemali belonging to the D...
KONSEP PENAMAAN MAKANAN TRADISIONAL DALAM LEKSIKON RITUAL ARUH BAHARIN SUKU DAYAK HALONG Concept of Naming Traditional Foods in Aruh Baharin Ritual Lexicon Dayak Halong
KONSEP PENAMAAN MAKANAN TRADISIONAL DALAM LEKSIKON RITUAL ARUH BAHARIN SUKU DAYAK HALONG Concept of Naming Traditional Foods in Aruh Baharin Ritual Lexicon Dayak Halong
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsep penamaan makanan tradisional dalam leksikon ritual aruh baharin suku Dayak Halong dan makna semiotisnya. Metode yang diguna...
Penguatan Pendidikan Karakter Pada Komunitas Adat Dayak Meratus
Penguatan Pendidikan Karakter Pada Komunitas Adat Dayak Meratus
ABSTRACT
Character education is one of the activities that aims to educate future generations by perfecting students self by training their self-ability towards a better life...
Tatag De Penyawo: Perenungan Atas Identitas Kesukuan
Tatag De Penyawo: Perenungan Atas Identitas Kesukuan
ABSTRAK Tatag de Penyawo adalah sebuah koreografi kelompok yang ditampilkan oleh 9 orang penari laki-laki. Karya ini lahir dari hasil perenungan penata tari yang gelisah dengan ide...

