Javascript must be enabled to continue!
Pelaksanaan Sistem Pembelajaran Tuntas di Madrasah Aliyah Negeri 3 Jember
View through CrossRef
The implementation of mastery learning systems is a crucial approach in education; however, many schools still conduct remedial and enrichment programs inappropriately, such as only at the end of the semester. This study aims to describe the implementation of the mastery learning system to enhance student motivation at MAN 3 Jember, specifically focusing on remedial and enrichment programs, as well as supporting and inhibiting factors. A descriptive qualitative approach with purposive sampling was employed. Data were collected through non-participant observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings reveal that mastery learning is implemented through remedial programs for students failing to meet the minimum mastery criteria and enrichment programs for high-achieving students. Remedial programs effectively increased student motivation. The main inhibiting factors were limited time, energy, and student interest, while the supporting factor was student interest itself. It is recommended that teachers allocate specific time and employ more varied methods in implementing remedial and enrichment activities.
Penerapan sistem pembelajaran tuntas menjadi pendekatan penting dalam dunia pendidikan, namun masih banyak sekolah melaksanakan program remedial dan pengayaan secara kurang tepat, seperti hanya dilakukan di akhir semester. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi sistem pembelajaran tuntas untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di MAN 3 Jember, khususnya pelaksanaan remedial dan pengayaan serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran tuntas dilakukan melalui program remedial bagi siswa yang belum mencapai standar ketuntasan belajar minimal (SKBM) dan program pengayaan bagi siswa yang cepat mencapai kompetensi. Program remedial terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Faktor penghambat utama adalah keterbatasan waktu, tenaga, dan minat siswa, sedangkan faktor pendukung adalah minat belajar siswa itu sendiri. Disarankan agar guru mengalokasikan waktu khusus dan menggunakan metode yang lebih variatif dalam pelaksanaan remedial dan pengayaan.
Title: Pelaksanaan Sistem Pembelajaran Tuntas di Madrasah Aliyah Negeri 3 Jember
Description:
The implementation of mastery learning systems is a crucial approach in education; however, many schools still conduct remedial and enrichment programs inappropriately, such as only at the end of the semester.
This study aims to describe the implementation of the mastery learning system to enhance student motivation at MAN 3 Jember, specifically focusing on remedial and enrichment programs, as well as supporting and inhibiting factors.
A descriptive qualitative approach with purposive sampling was employed.
Data were collected through non-participant observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model.
The findings reveal that mastery learning is implemented through remedial programs for students failing to meet the minimum mastery criteria and enrichment programs for high-achieving students.
Remedial programs effectively increased student motivation.
The main inhibiting factors were limited time, energy, and student interest, while the supporting factor was student interest itself.
It is recommended that teachers allocate specific time and employ more varied methods in implementing remedial and enrichment activities.
Penerapan sistem pembelajaran tuntas menjadi pendekatan penting dalam dunia pendidikan, namun masih banyak sekolah melaksanakan program remedial dan pengayaan secara kurang tepat, seperti hanya dilakukan di akhir semester.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi sistem pembelajaran tuntas untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di MAN 3 Jember, khususnya pelaksanaan remedial dan pengayaan serta faktor pendukung dan penghambatnya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling.
Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran tuntas dilakukan melalui program remedial bagi siswa yang belum mencapai standar ketuntasan belajar minimal (SKBM) dan program pengayaan bagi siswa yang cepat mencapai kompetensi.
Program remedial terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa.
Faktor penghambat utama adalah keterbatasan waktu, tenaga, dan minat siswa, sedangkan faktor pendukung adalah minat belajar siswa itu sendiri.
Disarankan agar guru mengalokasikan waktu khusus dan menggunakan metode yang lebih variatif dalam pelaksanaan remedial dan pengayaan.
Related Results
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI RELIGIUS DAN NASIONALISME
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI RELIGIUS DAN NASIONALISME
Penulis tertarik ingin mengetahui bagaimana implementasi dari perencanaan, pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Pengawasan Manajemen Pendidikan karakter berbasis muatan lokal aswaja ...
KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA MADRASAH DAN KINERJA MENGAJAR GURU DALAM MUTU PENDIDIKAN
KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA MADRASAH DAN KINERJA MENGAJAR GURU DALAM MUTU PENDIDIKAN
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusikemampuan manajerialkepala madrasah dan kinerja mengajar guru terhadap mutu Madrasah Aliyah swasta. Pendekatan yang digu...
PERSEPSI SISWA TERHADAP KUALITAS E-LEARNING MADRASAH DAN PEMBELAJARAN DARING KIMIA MENGGUNAKAN E-LEARNING MADRASAH
PERSEPSI SISWA TERHADAP KUALITAS E-LEARNING MADRASAH DAN PEMBELAJARAN DARING KIMIA MENGGUNAKAN E-LEARNING MADRASAH
E-Learning Madrasah (ELM) adalah suatu Learning Management Sistem (LMS) yang dibuat oleh Kementerian Agama untuk memfasilitasi pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini bertujuan un...
Implementasi Budaya Madrasah Dalam Perspektif Pendidikan Karakter
Implementasi Budaya Madrasah Dalam Perspektif Pendidikan Karakter
This research examines the implementation of madrasah culture from the perspective of character education in Madrasah through structural and cultural approaches. This study aims to...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN ISLAM DI MI BAITUR RAHIM BALIKPAPAN
MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN ISLAM DI MI BAITUR RAHIM BALIKPAPAN
Madrasah Ibtidaiyah Plus Tahfidz Ma'arif Baitur Rahim is a tahfidz-based private school in Sepinggan Baru Village, South Balikpapan District, Balikpapan Regency, East Kalimantan Pr...
Implikasi Pendidikan Aqidah Akhlak terhadap Perilaku Siswi Madrasah Aliyah Ashri di Pondok Pesantren “As Shiddiqi Puteri” Jember
Implikasi Pendidikan Aqidah Akhlak terhadap Perilaku Siswi Madrasah Aliyah Ashri di Pondok Pesantren “As Shiddiqi Puteri” Jember
As is widely known, adolescent development occurs integrally, meaning that the functions of their psyche influence each other organically. Therefore, throughout their development, ...
PENERAPAN MODEL FISHBOWL UNTUK MENINGKATKAN KERJASAMA TIM
PENERAPAN MODEL FISHBOWL UNTUK MENINGKATKAN KERJASAMA TIM
Kerjasama siswa adalah bagian terpenting dalam pembelajaran, karena selain siswa mengembangkan kecerdasannya juga mengajak siswa untuk bertukar pikiran serta berpartisipasi dalam p...

