Javascript must be enabled to continue!
PENERAPAN MODEL KOLABORASI SOSIAL UNTUK MEMBANGUN KARAKTER POSITIF SISWA DI SD MUHAMMADIYAH GILIPANDA KOTA BIMA
View through CrossRef
This study was motivated by the importance of positive character building in elementary school students for community development, but initial observations in grade 4 of Muhammadiyah Gilipanda Elementary School, Bima City showed that many students (8 out of 24) still showed negative characters such as lack of discipline and responsibility. This study aims to determine the effectiveness of implementing the social collaboration model in building positive character in students, as well as identifying obstacles faced by teachers. The focus of the problem is how the implementation of a social collaboration-based learning model can shape positive character and what obstacles are faced by teachers. This study used a descriptive qualitative approach for one month at Muhammadiyah Gilipanda Elementary School, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that before the implementation of the model, most students lacked a sense of responsibility. The implementation of the social collaboration model, which involves group learning, parental and community involvement, and discussion forums to train cooperation, has been proven to be used to build positive character. It was concluded that the social collaboration model is effective in improving social skills, fostering positive characters such as cooperation and respecting differences, and has the potential to improve students' academic achievement.
ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan karakter positif pada siswa sekolah dasar untuk pembangunan masyarakat, namun observasi awal di kelas 4 SD Muhammadiyah Gilipanda Kota Bima menunjukkan banyak siswa (8 dari 24) masih menunjukkan karakter negatif seperti kurang disiplin dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model kolaborasi sosial dalam membangun karakter positif siswa, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru. Fokus masalahnya adalah bagaimana penerapan model pembelajaran berbasis kolaborasi sosial dapat membentuk karakter positif dan apa saja kendala yang dihadapi guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif selama satu bulan di SD Muhammadiyah Gilipanda, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan model, sebagian besar siswa kurang memiliki rasa tanggung jawab. Penerapan model kolaborasi sosial, yang melibatkan belajar kelompok, keterlibatan orang tua dan komunitas, serta forum diskusi untuk melatih kerja sama, terbukti dapat digunakan untuk membangun karakter positif. Disimpulkan bahwa model kolaborasi sosial efektif meningkatkan kemampuan sosial, menumbuhkan karakter positif seperti kerja sama dan menghargai perbedaan, serta berpotensi meningkatkan prestasi akademik siswa.
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia
Title: PENERAPAN MODEL KOLABORASI SOSIAL UNTUK MEMBANGUN KARAKTER POSITIF SISWA DI SD MUHAMMADIYAH GILIPANDA KOTA BIMA
Description:
This study was motivated by the importance of positive character building in elementary school students for community development, but initial observations in grade 4 of Muhammadiyah Gilipanda Elementary School, Bima City showed that many students (8 out of 24) still showed negative characters such as lack of discipline and responsibility.
This study aims to determine the effectiveness of implementing the social collaboration model in building positive character in students, as well as identifying obstacles faced by teachers.
The focus of the problem is how the implementation of a social collaboration-based learning model can shape positive character and what obstacles are faced by teachers.
This study used a descriptive qualitative approach for one month at Muhammadiyah Gilipanda Elementary School, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation.
The results showed that before the implementation of the model, most students lacked a sense of responsibility.
The implementation of the social collaboration model, which involves group learning, parental and community involvement, and discussion forums to train cooperation, has been proven to be used to build positive character.
It was concluded that the social collaboration model is effective in improving social skills, fostering positive characters such as cooperation and respecting differences, and has the potential to improve students' academic achievement.
ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan karakter positif pada siswa sekolah dasar untuk pembangunan masyarakat, namun observasi awal di kelas 4 SD Muhammadiyah Gilipanda Kota Bima menunjukkan banyak siswa (8 dari 24) masih menunjukkan karakter negatif seperti kurang disiplin dan tanggung jawab.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model kolaborasi sosial dalam membangun karakter positif siswa, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru.
Fokus masalahnya adalah bagaimana penerapan model pembelajaran berbasis kolaborasi sosial dapat membentuk karakter positif dan apa saja kendala yang dihadapi guru.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif selama satu bulan di SD Muhammadiyah Gilipanda, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan model, sebagian besar siswa kurang memiliki rasa tanggung jawab.
Penerapan model kolaborasi sosial, yang melibatkan belajar kelompok, keterlibatan orang tua dan komunitas, serta forum diskusi untuk melatih kerja sama, terbukti dapat digunakan untuk membangun karakter positif.
Disimpulkan bahwa model kolaborasi sosial efektif meningkatkan kemampuan sosial, menumbuhkan karakter positif seperti kerja sama dan menghargai perbedaan, serta berpotensi meningkatkan prestasi akademik siswa.
Related Results
Media Kartu Bergambar (Flash Card) Kosakata Bahasa Indonesia dalam Pengembangan Minat Belajar Siswa Kelas 1 SD Muhammadiyah Gilipanda Kota Bima
Media Kartu Bergambar (Flash Card) Kosakata Bahasa Indonesia dalam Pengembangan Minat Belajar Siswa Kelas 1 SD Muhammadiyah Gilipanda Kota Bima
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penggunaan media kartu bergambar flash card kosakata bahasa indonesia dalam pengembangan minat belajar siswa kelas 1 SD M...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REVITALISASI KOTA TANPA KUMUH NEIGBORHOOD UPGRADING AND SHELTER SECTOR PROJECT (NUSSP) DI KOTA BIMA
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REVITALISASI KOTA TANPA KUMUH NEIGBORHOOD UPGRADING AND SHELTER SECTOR PROJECT (NUSSP) DI KOTA BIMA
Judul penelitian ini adalah : “Implementasi Kebijakan Revitalisasi Kota Tanpa Kumuh Neigborhood Upgrading And Shelter Sector Project (NUSSP) di Kota Bima. Dengan tujuan untuk m...
PENERAPAN BUDAYA 5S DALAM PEMBELAJARAN IPS SEBAGAI PENGUATAN KARAKTER SOSIAL SISWA
PENERAPAN BUDAYA 5S DALAM PEMBELAJARAN IPS SEBAGAI PENGUATAN KARAKTER SOSIAL SISWA
Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa penerapan budaya 5S dalam pembelajaran IPS guna memperkuat karakter sosial siswa meliputi kegiatan pembiasaan. Dalam membiasakan sis...
PEMBENTUKAN NILAI RELIGIUS DAN KREATIF MELALUI KEGIATAN PENDALAMAN KARAKTER
PEMBENTUKAN NILAI RELIGIUS DAN KREATIF MELALUI KEGIATAN PENDALAMAN KARAKTER
Karakter yang positif merupakan potensi yang dimiliki oleh setiap individu, dan merupakan fitrah pemberian dari Tuhan Yang Maha Kuasa pada setiap manusia. Peserta didik sebagai pri...
INTERELASI PERBANDINGANANTARA VISUAL BIMA RELIEF CANDI SUKUHDENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTATWEEN VISUAL BIMA AT SUKUH TEMPLE RELIEF WITH BIMA FIGURES IN WAYANG KULIT OF YOGYAKARTA STYLEENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTA
INTERELASI PERBANDINGANANTARA VISUAL BIMA RELIEF CANDI SUKUHDENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTATWEEN VISUAL BIMA AT SUKUH TEMPLE RELIEF WITH BIMA FIGURES IN WAYANG KULIT OF YOGYAKARTA STYLEENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTA
Penelitian ini dilatarbelakangi dari asumsi bahwa Bima relief Candi Sukuh dan Bima wayang kulit gaya Yogyakarta memiliki kemiripan perwujudan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ia...
PENGEMBANGAN WISATA BERBASIS SYARIAH (HALAL TOURISM)
PENGEMBANGAN WISATA BERBASIS SYARIAH (HALAL TOURISM)
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik spesifik yang dimiliki Kota Bima dalam mendukung pengembangan wisata berbasis syariah (halal tourism) di Kota Bima yang didu...
BIMA PORT AND THE BIMA SULTANATE IN ARCHAEOLOGICAL STUDIES
BIMA PORT AND THE BIMA SULTANATE IN ARCHAEOLOGICAL STUDIES
The archipelago's ancient spice trade involved many regions and one of them was Bima during the period from Kerajaan Bima to Kesultanan Bima. Bima has a port which is hidden from t...

