Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MODUL AJAR, ANTARA FORMALITAS ATAU RUTINITAS

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan modul ajar dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar serta mengkaji apakah modul ajar berfungsi sebagai pedoman pembelajaran atau hanya sebagai formalitas administratif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru PAI dan guru kelas di Sekolah Dasar Desa Nglebur Kecamatan Jiken Kabupaten Blora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menyusun modul ajar sesuai format Kurikulum Merdeka, namun penggunaannya dalam pembelajaran belum sepenuhnya optimal. Modul ajar lebih banyak berfungsi sebagai kelengkapan administrasi, sedangkan praktik pembelajaran cenderung mengikuti kebiasaan mengajar yang telah terbentuk. Tujuan dan materi pembelajaran masih merujuk pada modul ajar, tetapi langkah kegiatan, refleksi, dan asesmen tidak selalu dilaksanakan sesuai perencanaan. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Modul ajar berada pada dua fungsi, yaitu sebagai dokumen formal dan sebagai rujukan umum, tetapi belum menjadi pedoman operasional pedagogis. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pemahaman guru dan budaya sekolah agar modul ajar benar-benar digunakan sebagai alat refleksi pembelajaran. Kata kunci: modul ajar, Kurikulum Merdeka, pembelajaran PAI, profesionalitas guru   ABSTRACT This study aims to analyze the use of teaching modules in Islamic Religious Education (PAI) learning at elementary school and to examine whether the teaching modules function as instructional guidelines or merely administrative documents. The research employed a descriptive qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of PAI teachers and classroom teachers at an elementary school in Nglebur Village, Jiken District, Blora Regency. The results showed that teachers had prepared teaching modules according to the Merdeka Curriculum format, but their use in learning was not fully optimal. The modules functioned mostly as administrative requirements, while classroom practices tended to follow habitual teaching routines. Learning objectives and materials still referred to the modules, yet learning activities, reflection, and assessment were not consistently implemented as planned. These findings indicate a gap between instructional planning and classroom practice. The teaching module serves two roles: a formal document and a general reference, but it has not become an operational pedagogical guide. Therefore, strengthening teachers’ understanding and school culture is necessary so that teaching modules function as reflective learning tools. Keywords: teaching module, Merdeka Curriculum, Islamic education learning, teacher professionalism
Sekolah Tinggi Agama Islam Almuhammad Cepu
Title: MODUL AJAR, ANTARA FORMALITAS ATAU RUTINITAS
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan modul ajar dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar serta mengkaji apakah modul ajar berfungsi sebagai pedoman pembelajaran atau hanya sebagai formalitas administratif.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Subjek penelitian terdiri dari guru PAI dan guru kelas di Sekolah Dasar Desa Nglebur Kecamatan Jiken Kabupaten Blora.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menyusun modul ajar sesuai format Kurikulum Merdeka, namun penggunaannya dalam pembelajaran belum sepenuhnya optimal.
Modul ajar lebih banyak berfungsi sebagai kelengkapan administrasi, sedangkan praktik pembelajaran cenderung mengikuti kebiasaan mengajar yang telah terbentuk.
Tujuan dan materi pembelajaran masih merujuk pada modul ajar, tetapi langkah kegiatan, refleksi, dan asesmen tidak selalu dilaksanakan sesuai perencanaan.
Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
Modul ajar berada pada dua fungsi, yaitu sebagai dokumen formal dan sebagai rujukan umum, tetapi belum menjadi pedoman operasional pedagogis.
Oleh karena itu, diperlukan penguatan pemahaman guru dan budaya sekolah agar modul ajar benar-benar digunakan sebagai alat refleksi pembelajaran.
Kata kunci: modul ajar, Kurikulum Merdeka, pembelajaran PAI, profesionalitas guru   ABSTRACT This study aims to analyze the use of teaching modules in Islamic Religious Education (PAI) learning at elementary school and to examine whether the teaching modules function as instructional guidelines or merely administrative documents.
The research employed a descriptive qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation.
The research subjects consisted of PAI teachers and classroom teachers at an elementary school in Nglebur Village, Jiken District, Blora Regency.
The results showed that teachers had prepared teaching modules according to the Merdeka Curriculum format, but their use in learning was not fully optimal.
The modules functioned mostly as administrative requirements, while classroom practices tended to follow habitual teaching routines.
Learning objectives and materials still referred to the modules, yet learning activities, reflection, and assessment were not consistently implemented as planned.
These findings indicate a gap between instructional planning and classroom practice.
The teaching module serves two roles: a formal document and a general reference, but it has not become an operational pedagogical guide.
Therefore, strengthening teachers’ understanding and school culture is necessary so that teaching modules function as reflective learning tools.
Keywords: teaching module, Merdeka Curriculum, Islamic education learning, teacher professionalism.

Related Results

Peran Bahan Ajar Dalam Pembelajaran Bahasa Arab
Peran Bahan Ajar Dalam Pembelajaran Bahasa Arab
Pengembangan bahan ajar merupakan bagian penting dalam proses belajar mengajar, dengan adanya pengembangan bahan ajar guru dapat mengembangankan bahan ajar yang telah disediakan pe...
Keunggulan Modul Ajar Matematika Berdiferensiasi oleh Mahasiswa Kelas Pembelajaran Mikro
Keunggulan Modul Ajar Matematika Berdiferensiasi oleh Mahasiswa Kelas Pembelajaran Mikro
Keunggulan Modul Ajar Matematika Berdiferensiasi oleh Mahasiswa Kelas Pembelajaran Mikro merupakan penelitian kualitatif. Mahasiswa membuat Lembar Kerja Peserta Didik untuk tiga mo...
Bahan Ajar Modul Berbasis Technopreneurship Pada P5 Untuk Meningkatkan Jiwa Kewirausahaan Siswa Sekolah Dasar
Bahan Ajar Modul Berbasis Technopreneurship Pada P5 Untuk Meningkatkan Jiwa Kewirausahaan Siswa Sekolah Dasar
Pembelajaran akan lebih bermakna apabila guru bisa mengajak siswa untuk praktik langsung terhadap apa yang peserta didik pelajari sebelumnya khususnya pembelajarn P5 di kurikulum m...
SIFAT-SIFAT MODUL SOFT
SIFAT-SIFAT MODUL SOFT
Suatu himpunan tak kosong disebut modul atas suatu ring dengan elemen satuan jika himpunan tersebut merupakan grup komutatif yang tertutup terhadap perkalian skalar yang memenuhi b...
PENGEMBANGAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA MATEMATIKA SMKN WINONGAN
PENGEMBANGAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA MATEMATIKA SMKN WINONGAN
Pengembangan modul ajar merupakan salah satu upaya yang penting dalam implementasi Kurikulum MerdekaMatematika di SMKN Winongan. Tujuan dari pengembangan modul ajar ini adalah untu...
Pelatihan Modul Ajar Berbasis STEAM
Pelatihan Modul Ajar Berbasis STEAM
Background: Belum meratanya Sosialisasi pada program Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) terutama pembuatan modul ajar berbasis STEAM bagi Guru Taman Kanak-kanak (TK) di Kabupaten...
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MATEMATIKA BERBASIS PjBL UNTUK MENINGKATKAN KONEKSI MATEMATIS SISWA
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MATEMATIKA BERBASIS PjBL UNTUK MENINGKATKAN KONEKSI MATEMATIS SISWA
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui apakah modul ajar matematika berbasis Project Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan koneksi matematis siswa memadahi kriteria valid,...
INTEGRASI GROWTH MINDSET DALAM PERENCANAAN MODUL AJAR DEEP LEARNING BAHASA INDONESIA
INTEGRASI GROWTH MINDSET DALAM PERENCANAAN MODUL AJAR DEEP LEARNING BAHASA INDONESIA
ABSTRAK Implementasi pembelajaran deep learning dalam Kurikulum Merdeka menuntut guru memiliki pola pikir pedagogik yang mendukung proses belajar berkelanjutan melalui penerapan g...

Back to Top