Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Efektivitas Model Experiential Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Mengelola Emosi Marah

View through CrossRef
Rasa  marah  merupakan  bagian  dari  emosi  yang  dimiliki  oleh semua individu, dalam kadar tertentu hampir setiap individu pernah mengalaminya. Terkadang individu sulit untuk mengontrol emosi marah, hal  itu  tergantung  dari  keterampilan  individu  dalam  mengelola  emosi marah yang muncul, oleh karena itu, guru BK perlu memberikan latihan agar peserta didik memiliki keterampilan dalam mengelola emosi marah melalui teknik tertentu. Tujuan penelitian untuk mengetahui keefektifan model experiential learning untuk melatih keterampilan pengelolaan emosi marah. Rancangan penelitian ini menggunakan True Experimental Pre-test, Posttest Control Group Design. Populasi penelitian adalah peserta didik SMP  Negeri  6  Kota  Bima  kelas  VII.  Subjek penelitian  terjaring  secara random sehingga diperoleh sejumlah 10 orang yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen (n = 5) dan kelompok kontrol (n = 5). Instrumen lain yang  digunakan  adalah  lembar  penilaian  diri,  lembar  tugas  mengelola emosi marah dan pedoman observasi. Teknik statistik yang digunakan untuk menguji  hipotesis  adalah  Two  Independent  Sample  Test  Mann  Whitney untuk membandingkan perbedaan skor keterampilan pengelolaan emosi marah antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien Z (-2.207) dengan signifikansi sebesar 0.027 yang berarti 0.027 di bawah nilai probabilitas yaitu (0.027 < 0.05). Berdasarkan hasil uji statistik tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara peserta didik yang diintervensi dengan model experiential learning dan peserta didik yang diintervensi dengan bimbingan secara umum, sehingga model experiential learning efektif untuk meningkatkan keterampilan pengelolaan emosi marah peserta didik SMP. Hasil pelatihan menunjukan bahwa model experiential learning bisa untuk mengajarkan keterampilan mengelola emosi marah peserta didik SMP
Title: Efektivitas Model Experiential Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Mengelola Emosi Marah
Description:
Rasa  marah  merupakan  bagian  dari  emosi  yang  dimiliki  oleh semua individu, dalam kadar tertentu hampir setiap individu pernah mengalaminya.
Terkadang individu sulit untuk mengontrol emosi marah, hal  itu  tergantung  dari  keterampilan  individu  dalam  mengelola  emosi marah yang muncul, oleh karena itu, guru BK perlu memberikan latihan agar peserta didik memiliki keterampilan dalam mengelola emosi marah melalui teknik tertentu.
Tujuan penelitian untuk mengetahui keefektifan model experiential learning untuk melatih keterampilan pengelolaan emosi marah.
Rancangan penelitian ini menggunakan True Experimental Pre-test, Posttest Control Group Design.
Populasi penelitian adalah peserta didik SMP  Negeri  6  Kota  Bima  kelas  VII.
  Subjek penelitian  terjaring  secara random sehingga diperoleh sejumlah 10 orang yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen (n = 5) dan kelompok kontrol (n = 5).
Instrumen lain yang  digunakan  adalah  lembar  penilaian  diri,  lembar  tugas  mengelola emosi marah dan pedoman observasi.
Teknik statistik yang digunakan untuk menguji  hipotesis  adalah  Two  Independent  Sample  Test  Mann  Whitney untuk membandingkan perbedaan skor keterampilan pengelolaan emosi marah antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien Z (-2.
207) dengan signifikansi sebesar 0.
027 yang berarti 0.
027 di bawah nilai probabilitas yaitu (0.
027 < 0.
05).
Berdasarkan hasil uji statistik tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara peserta didik yang diintervensi dengan model experiential learning dan peserta didik yang diintervensi dengan bimbingan secara umum, sehingga model experiential learning efektif untuk meningkatkan keterampilan pengelolaan emosi marah peserta didik SMP.
Hasil pelatihan menunjukan bahwa model experiential learning bisa untuk mengajarkan keterampilan mengelola emosi marah peserta didik SMP.

Related Results

Dinamika Emosi Tokoh Kinan dalam Novel Layangan Putus Karya Mommy Asf
Dinamika Emosi Tokoh Kinan dalam Novel Layangan Putus Karya Mommy Asf
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dinamika emosi Kinan dalam novel Layangan Putus Karya Mommy Asf. Pendekatan yang digunakan adalah Psikologi Sastra. Metode yang d...
EMOSI MARAH DALAM BAHASA MINANGKABAU
EMOSI MARAH DALAM BAHASA MINANGKABAU
<p><em>This paper describes a study of emotional expressions of anger in Minangkabau language (BM) because every language has a different vocabulary for basic emotional...
Experiential Learning and Education in Management
Experiential Learning and Education in Management
Abstract Experiential learning describes the process of learning that results from gathering and processing information through direct engagement with the world. ...
Psikoedukasi untuk Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Mengelola Emosi
Psikoedukasi untuk Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Mengelola Emosi
Perkembangan anak merupakan salah satu isu yang membutuhkan perhatian besar. Berbagai keterampilan hidup mulai dilatih dan dikembangkan, salah satunya kemampuan mengelola emosi. Ke...
Peran Terapi Bermain Kelompok Untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosi Remaja Berperilaku Agresi
Peran Terapi Bermain Kelompok Untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosi Remaja Berperilaku Agresi
Remaja berada dalam fase perkembangan yang kompleks, di mana sebagian dari mereka mungkin mengalami hambatan dalam memenuhi tugas perkembangan serta menghadapi dinamika emosional. ...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Pelatihan Regulasi Emosi Dalam Menurunkan Agresivitas Anak Marginal Usia 6-11 Tahun Di Pinggiran Rel Kereta Api Kecamatan X Surabaya
Pelatihan Regulasi Emosi Dalam Menurunkan Agresivitas Anak Marginal Usia 6-11 Tahun Di Pinggiran Rel Kereta Api Kecamatan X Surabaya
Agresivitas adalah perilaku yang muncul karena emosi negatif yang keluar. Salah satu penyebab agresivitas adalah ketidakmampuan individu mengelola emosi marah. Fenomena ini dialami...
LIRIK LAGU “KENAPA MARAH-MARAH” SEBAGAI PANGGILAN PERLAWANAN TERHADAP KEKERASAN DALAM PACARAN (KDP)
LIRIK LAGU “KENAPA MARAH-MARAH” SEBAGAI PANGGILAN PERLAWANAN TERHADAP KEKERASAN DALAM PACARAN (KDP)
The purpose of this study is to show one of the popular local pop songs, entitled “Kenapa Marah-marah” which is a call to resistance against acts of violence in dating (KDP) - whic...

Back to Top