Javascript must be enabled to continue!
Pengejawantahan Teori Psikoanalitik pada Etika Bisnis
View through CrossRef
The Embodiment of Psychoanalytic Theory in Business Ethics
This article aims to review how the manifestation of psychoanalytic theory in explaining unethical behavior in business organizations is demonstrated through an approach to stakeholder theory. The research method uses literature study. This literature study involves secondary data sources, such as books, journals, previous research articles, mass media, and electronic media. Ten needs of human neurosis according to the psychoanalytic theory of Karen Horney, then classified into five managerial styles formulated by Kats de Vries (1984). Five managerial styles in the company's operations must find stakeholder problems which according to stakeholder theory consist of three main problems. Three major problems with stakeholder theory ultimately lead to five ethical failures. Previous research on fraud has always referred to Sigmund Freud's psychoanalytic theory which is the conscious side of humans. However, by following the path of Karen Horney's psychoanalytic theory that carries the human subconscious side, the understanding of fraud becomes different by considering the needs of human neurosis. This study examines the failure of business ethics from the side of the human subconscious (neurosis).
Pengejawantahan Teori Psikoanalitik Pada Etika Bisnis
Artikel ini bertujuan untuk meninjau bagaimana manifestasi teori psikoanalitik dalam menjelaskan perilaku tidak etis dalam organisasi bisnis ditunjukkan melalui pendekatan teori pemangku kepentingan. Metode penelitian menggunakan studi literatur. Studi literatur ini melibatkan sumber data sekunder, seperti buku, jurnal, artikel penelitian terdahulu, media massa, dan media elektronik. Sepuluh kebutuhan neurosis manusia menurut teori psikoanalitik Karen Horney, kemudian diklasifikasikan ke dalam lima gaya manajerial yang dirumuskan oleh Kats de Vries (1984). Lima gaya manajerial dalam operasi perusahaan harus menemukan masalah pemangku kepentingan yang menurut teori pemangku kepentingan terdiri dari tiga masalah utama. Tiga masalah utama dengan teori pemangku kepentingan pada akhirnya menyebabkan lima kegagalan etis. Penelitian sebelumnya tentang penipuan selalu mengacu pada teori psikoanalitik Sigmund Freud yang merupakan sisi sadar manusia. Namun, dengan mengikuti jalan teori psikoanalitik Karen Horney yang mengusung sisi bawah sadar manusia, pemahaman tentang penipuan menjadi berbeda dengan mempertimbangkan kebutuhan neurosis manusia. Studi ini mengkaji kegagalan etika bisnis dari sisi alam bawah sadar manusia (neurosis).
Politeknik Negeri Malang
Title: Pengejawantahan Teori Psikoanalitik pada Etika Bisnis
Description:
The Embodiment of Psychoanalytic Theory in Business Ethics
This article aims to review how the manifestation of psychoanalytic theory in explaining unethical behavior in business organizations is demonstrated through an approach to stakeholder theory.
The research method uses literature study.
This literature study involves secondary data sources, such as books, journals, previous research articles, mass media, and electronic media.
Ten needs of human neurosis according to the psychoanalytic theory of Karen Horney, then classified into five managerial styles formulated by Kats de Vries (1984).
Five managerial styles in the company's operations must find stakeholder problems which according to stakeholder theory consist of three main problems.
Three major problems with stakeholder theory ultimately lead to five ethical failures.
Previous research on fraud has always referred to Sigmund Freud's psychoanalytic theory which is the conscious side of humans.
However, by following the path of Karen Horney's psychoanalytic theory that carries the human subconscious side, the understanding of fraud becomes different by considering the needs of human neurosis.
This study examines the failure of business ethics from the side of the human subconscious (neurosis).
Pengejawantahan Teori Psikoanalitik Pada Etika Bisnis
Artikel ini bertujuan untuk meninjau bagaimana manifestasi teori psikoanalitik dalam menjelaskan perilaku tidak etis dalam organisasi bisnis ditunjukkan melalui pendekatan teori pemangku kepentingan.
Metode penelitian menggunakan studi literatur.
Studi literatur ini melibatkan sumber data sekunder, seperti buku, jurnal, artikel penelitian terdahulu, media massa, dan media elektronik.
Sepuluh kebutuhan neurosis manusia menurut teori psikoanalitik Karen Horney, kemudian diklasifikasikan ke dalam lima gaya manajerial yang dirumuskan oleh Kats de Vries (1984).
Lima gaya manajerial dalam operasi perusahaan harus menemukan masalah pemangku kepentingan yang menurut teori pemangku kepentingan terdiri dari tiga masalah utama.
Tiga masalah utama dengan teori pemangku kepentingan pada akhirnya menyebabkan lima kegagalan etis.
Penelitian sebelumnya tentang penipuan selalu mengacu pada teori psikoanalitik Sigmund Freud yang merupakan sisi sadar manusia.
Namun, dengan mengikuti jalan teori psikoanalitik Karen Horney yang mengusung sisi bawah sadar manusia, pemahaman tentang penipuan menjadi berbeda dengan mempertimbangkan kebutuhan neurosis manusia.
Studi ini mengkaji kegagalan etika bisnis dari sisi alam bawah sadar manusia (neurosis).
Related Results
TEORI-TEORI ETIKA DAN SUMBANGAN PEMIKIRAN PARA FILSUF BAGI ETIKA BISNIS
TEORI-TEORI ETIKA DAN SUMBANGAN PEMIKIRAN PARA FILSUF BAGI ETIKA BISNIS
Sebagai ilmu preskriptif, etika adalah cabang filsafat yang mempertimbangakan secara kritis tindakan mana yang baik atau tindakan mana yang buruk berdasarkan ajaran moral tertentu....
ETIKA BISNIS PERSPEKTIF ETIKA BISNIS SYARIAH
ETIKA BISNIS PERSPEKTIF ETIKA BISNIS SYARIAH
This research aims to find out how business ethics from the perspective of sharia business ethics, and what are the fundamental principles in sharia business ethics. This type of r...
ETIKA BISNIS PELENGKAP CORPORATE GOVERNANCE SYARIAH
ETIKA BISNIS PELENGKAP CORPORATE GOVERNANCE SYARIAH
Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) tahun 2010, mengintrodusir etika bisnis dengan menafsirkan prinsip-prinsip etika pada kegiatan bisnis tertentu. Dengan standar umum yang...
ETIKA AJARAN AGAMA BUDDHA UNTUK MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA DALAM KEBERSAMAAN
ETIKA AJARAN AGAMA BUDDHA UNTUK MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA DALAM KEBERSAMAAN
Penelitian ini mengkaji etika ajaran agama Buddha untuk membangun bangsa dan negara dalam kebersamaan. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan menggali data dari ber...
Tinjauan Etika Bisnis Islam terhadap Praktik Jual Beli Sistem Preloved pada Shopee
Tinjauan Etika Bisnis Islam terhadap Praktik Jual Beli Sistem Preloved pada Shopee
Abstract. Buying and selling is a form of social interaction that is often carried out by all humans. Doing business must adhere to the basic principles of Islamic business ethics....
Analisis Penerapan Etika Bisnis Islam Pada Pedagang di Pasar Tradisional Desa Merlung
Analisis Penerapan Etika Bisnis Islam Pada Pedagang di Pasar Tradisional Desa Merlung
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan etika bisnis islam pada pegadang di pasar tradisional desa merlung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksript...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
ANALISIS PENGARUH PEMAHAMAN ETIKA PROFESI TERHADAP KINERJA LULUSAN D3 ELEKTRONIKA UMPP DI DUNIA KERJA
ANALISIS PENGARUH PEMAHAMAN ETIKA PROFESI TERHADAP KINERJA LULUSAN D3 ELEKTRONIKA UMPP DI DUNIA KERJA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman etika profesi terhadap kinerja lulusan D3 Elektronika Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) di dunia ...

