Javascript must be enabled to continue!
Asuhan Keperawatan Penurunan Curah Jantung dengan Congestive Heart Failure di Ruang Ar Rahman RSI Purwokerto
View through CrossRef
Latar Belakang: CHF (Congestive Heart Failure) atau gagal jantung adalah kelainan multisistem dimana terjadi adanya gangguan pada jantung, otot skelet dan fungsi ginjal, stimulasi system saraf simpatis serta perubahan neurohormonal yang kompleks yang memiliki karakteristik berupa penurunan kemampuan jantung untuk memompa darah atau mengisi sirkulasi. Penyakit gagal jantung apabila tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan komplikasi serius seperti syok kardiogenik, episode tromboemboli, efusi pericardium dan temponade pericardium.
Tujuan: Untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien CHF (Congestive Heart Failure) yang mengalami penurunan curah jantung.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus. Asuhan keperawatan ini diberikan selama 3 hari kepada Ny. R pasien CHF (Congestive Heart Failure) dengan penurunan curah jantung. Teknik pengumpulan data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pasien mengalami penurunan curah jantung dimana dari hasil pemeriksaan menunjukkan pasien mengalami sesak nafas, tekanan darah 161/76 mmHg, suhu 36,2 ºC, nadi 117 kali per menit, irama nafas 22 kali per menit, bibir tampak kering, pasien terpasang terapi oksigen dengan nasal kanul 4 liter per menit, pasien memiliki riwayat penyakit gagal jantung sejak 1 tahun yang lalu dan memiliki riwayat penyakit hipertensi sejak 5 tahun dengan pengobatan rutin. Dari hasil pemeriksaan EKG ditemukan dengan hasil abnormal, ST-T Abnormality, dan suara jantung irreguler.
Kesimpulan: Berdasarkan data yang didapatkan, pasien mengalami penurunan curah jantung. Peneliti memberikan intervensi memposisikan semi-fowler, yang diberikan selama 3 hari kepada pasien, dengan diberikan posisi semi-fowler selama 3 hari menunjukan adanya perubahan terhadap kondisi pasien sehingga dapat disimpulkan memposisikan semi-fowler ini terbukti efektif untuk mengatasi masalah penurunan curah jantung.
CV Al-Kahf Digital Inovasi
Title: Asuhan Keperawatan Penurunan Curah Jantung dengan Congestive Heart Failure di Ruang Ar Rahman RSI Purwokerto
Description:
Latar Belakang: CHF (Congestive Heart Failure) atau gagal jantung adalah kelainan multisistem dimana terjadi adanya gangguan pada jantung, otot skelet dan fungsi ginjal, stimulasi system saraf simpatis serta perubahan neurohormonal yang kompleks yang memiliki karakteristik berupa penurunan kemampuan jantung untuk memompa darah atau mengisi sirkulasi.
Penyakit gagal jantung apabila tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan komplikasi serius seperti syok kardiogenik, episode tromboemboli, efusi pericardium dan temponade pericardium.
Tujuan: Untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien CHF (Congestive Heart Failure) yang mengalami penurunan curah jantung.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus.
Asuhan keperawatan ini diberikan selama 3 hari kepada Ny.
R pasien CHF (Congestive Heart Failure) dengan penurunan curah jantung.
Teknik pengumpulan data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pasien mengalami penurunan curah jantung dimana dari hasil pemeriksaan menunjukkan pasien mengalami sesak nafas, tekanan darah 161/76 mmHg, suhu 36,2 ºC, nadi 117 kali per menit, irama nafas 22 kali per menit, bibir tampak kering, pasien terpasang terapi oksigen dengan nasal kanul 4 liter per menit, pasien memiliki riwayat penyakit gagal jantung sejak 1 tahun yang lalu dan memiliki riwayat penyakit hipertensi sejak 5 tahun dengan pengobatan rutin.
Dari hasil pemeriksaan EKG ditemukan dengan hasil abnormal, ST-T Abnormality, dan suara jantung irreguler.
Kesimpulan: Berdasarkan data yang didapatkan, pasien mengalami penurunan curah jantung.
Peneliti memberikan intervensi memposisikan semi-fowler, yang diberikan selama 3 hari kepada pasien, dengan diberikan posisi semi-fowler selama 3 hari menunjukan adanya perubahan terhadap kondisi pasien sehingga dapat disimpulkan memposisikan semi-fowler ini terbukti efektif untuk mengatasi masalah penurunan curah jantung.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Dalam proses keperawatan peran perawat dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Dan salah satu hal penting dalam proses keperawatan...
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Dalam proses keperawatan peran perawat dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Dan salah satu hal penting dalam proses keperawatan...
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Dalam proses keperawatan peran perawat dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Dan salah satu hal penting dalam proses keperawatan...
Pengertian, Dasar, Manfaat, Karakteristik, Model, Prinsip dan Pentingnya Dokumentasi Dalam keperawatan
Pengertian, Dasar, Manfaat, Karakteristik, Model, Prinsip dan Pentingnya Dokumentasi Dalam keperawatan
Keperawatan adalah bentuk pelayanan profesional berupa pemenuhan kebutuhan dasar yang diberikan kepada individu yang sehat maupun sakit yang mengalami gangguan fisik, psikis, dan s...
PENGARUH DIAGNOSA KEPERAWATAN TERHADAP TINGKAT MUTU ASUHAN KEPERAWATAN
PENGARUH DIAGNOSA KEPERAWATAN TERHADAP TINGKAT MUTU ASUHAN KEPERAWATAN
Diagnosa keperawatan merupakan sebuah tonggak atau dasar bagi perawat untukmelakukan suatu asuhan keperawatan. Pasien datang ke fasilitas kesehatan tentu memilikikeluhan masing-mas...
Penemuan Solusi Akhir Suatu Masalah Melalui Proses Keperawatan
Penemuan Solusi Akhir Suatu Masalah Melalui Proses Keperawatan
Rumah sakit merupakan sebuah organisasi kesehatan yang sangat bermanfaat guna memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, sebagaimana tertera dalam UU RI No 44 pasal 1. Setiap ...
Frequency of Common Chromosomal Abnormalities in Patients with Idiopathic Acquired Aplastic Anemia
Frequency of Common Chromosomal Abnormalities in Patients with Idiopathic Acquired Aplastic Anemia
Objective: To determine the frequency of common chromosomal aberrations in local population idiopathic determine the frequency of common chromosomal aberrations in local population...

