Javascript must be enabled to continue!
Simulasi Rute Angkutan Barang di Wilayah Perkotaan
View through CrossRef
ABSTRACTFreight Transportation Route Simulation in the Urban Area: Some of the urban areas' problems such as poor road conditions that reduce the Level of Service (LOS), no route arrangement for cargo transportation, and the low average speed of cargo transportation due to the mixed traffic of cargo transportation. The research objective to determine the strategy for arranging freight routes in the urban areas. The research on cargo transport routes arrangement is carried out by the method of loading traffic using the Vissim model and V/C Ratio analysis. Secondary data was collected from relevant agencies in urban areas. This study was conducted in the area of Purwokerto City. The findings explained that the average delay in freight transportation of 863.15 seconds caused a low road network speed of 8.24 km/h with a total distance of 45,291.45 km and a total travel time of 20,298,408.16 seconds. Based on the results of comparing the performance of road sections in 2026 and 2031, by diverting the flow of freight traffic and widening the road, the average delay has decreased, thereby increasing the speed of the road network with the total distance travelled increased, and the total travel time shorter. In 2026 and 2031, after using the Vissim model, the V/C Ratio decreased to below 1.00 and the speed increased. The key findings of this study are the diversion of freight traffic flow and road widening on Ajibarang Purwokerto Street and Jenderal Sudirman Sokaraja Street, where the road is the main route to enter Purwokerto city.Keywords: freight transportation, road performance, road network performance, route simulation, urbanĀ areasABSTRAKBeberapa permasalahan yang ada di wilayah perkotaan seperti kondisi ruas jalan yang kurang baik sehingga mengurangi Level of Service, belum adanya penataan rute untuk jalur lintas angkutan barang dan masih rendahnya kecepatan rata-rata kendaraan angkutan barang, karena adanya lalu lintas campuran angkutan barang. Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi penataan rute angkutan barang di wilayah perkotaan. Penelitian penataan rute angkutan barang dilakukan dengan metode pembebanan lalu lintas yang menggunakan model Vissim dan analisis V/C Ratio. Data sekunder didapatkan dari instansi-instansi terkait di wilayah perkotaan. Studi ini secara detail dilakukan di wilayah Kota Purwokerto. Hasil temuan menjelaskan, tundaan rata-rata angkutan barang sebesar 863,15 detik menyebabkan kecepatan jaringan jalan yang sangat rendah yaitu 8,24 km/jam dengan total jarak yang ditempuh 45.291,45 km serta total waktu perjalanan menjadi 20.298.408,16 detik. Berdasarkan hasil perbandingan kinerja ruas jalan di tahun 2026 dan juga tahun 2031, dengan melakukan pengalihan arus lalu lintas angkutan barang dan pelebaran jalan, maka tundaan rata-rata mengalami penurunan sehingga meningkatkan kecepatan jaringan jalan dengan total jarak yang ditempuh bertambah, dan total waktu perjalanan lebih singkat. Pada tahun 2026 dan 2031 sesudah menggunakan model Vissim, V/C Ratio menurun menjadi di bawah 1,00 dan kecepatannya juga mengalami peningkatan. Temuan kunci penelitian ini adalah pengalihan arus lalu lintas angkutan barang dan pelebaran jalan di Jalan Ajibarang Purwokerto dan Jalan Jenderal Sudirman Sokaraja, dimana jalan tersebut merupakan jalur utama untuk masuk ke perkotaan Purwokerto.Kata kunci: angkutan barang, kinerja ruas jalan, kinerja jaringan jalan, simulasi rute, wilayah perkotaan
Title: Simulasi Rute Angkutan Barang di Wilayah Perkotaan
Description:
ABSTRACTFreight Transportation Route Simulation in the Urban Area: Some of the urban areas' problems such as poor road conditions that reduce the Level of Service (LOS), no route arrangement for cargo transportation, and the low average speed of cargo transportation due to the mixed traffic of cargo transportation.
The research objective to determine the strategy for arranging freight routes in the urban areas.
The research on cargo transport routes arrangement is carried out by the method of loading traffic using the Vissim model and V/C Ratio analysis.
Secondary data was collected from relevant agencies in urban areas.
This study was conducted in the area of Purwokerto City.
The findings explained that the average delay in freight transportation of 863.
15 seconds caused a low road network speed of 8.
24 km/h with a total distance of 45,291.
45 km and a total travel time of 20,298,408.
16 seconds.
Based on the results of comparing the performance of road sections in 2026 and 2031, by diverting the flow of freight traffic and widening the road, the average delay has decreased, thereby increasing the speed of the road network with the total distance travelled increased, and the total travel time shorter.
In 2026 and 2031, after using the Vissim model, the V/C Ratio decreased to below 1.
00 and the speed increased.
The key findings of this study are the diversion of freight traffic flow and road widening on Ajibarang Purwokerto Street and Jenderal Sudirman Sokaraja Street, where the road is the main route to enter Purwokerto city.
Keywords: freight transportation, road performance, road network performance, route simulation, urbanĀ areasABSTRAKBeberapa permasalahan yang ada di wilayah perkotaan seperti kondisi ruas jalan yang kurang baik sehingga mengurangi Level of Service, belum adanya penataan rute untuk jalur lintas angkutan barang dan masih rendahnya kecepatan rata-rata kendaraan angkutan barang, karena adanya lalu lintas campuran angkutan barang.
Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi penataan rute angkutan barang di wilayah perkotaan.
Penelitian penataan rute angkutan barang dilakukan dengan metode pembebanan lalu lintas yang menggunakan model Vissim dan analisis V/C Ratio.
Data sekunder didapatkan dari instansi-instansi terkait di wilayah perkotaan.
Studi ini secara detail dilakukan di wilayah Kota Purwokerto.
Hasil temuan menjelaskan, tundaan rata-rata angkutan barang sebesar 863,15 detik menyebabkan kecepatan jaringan jalan yang sangat rendah yaitu 8,24 km/jam dengan total jarak yang ditempuh 45.
291,45 km serta total waktu perjalanan menjadi 20.
298.
408,16 detik.
Berdasarkan hasil perbandingan kinerja ruas jalan di tahun 2026 dan juga tahun 2031, dengan melakukan pengalihan arus lalu lintas angkutan barang dan pelebaran jalan, maka tundaan rata-rata mengalami penurunan sehingga meningkatkan kecepatan jaringan jalan dengan total jarak yang ditempuh bertambah, dan total waktu perjalanan lebih singkat.
Pada tahun 2026 dan 2031 sesudah menggunakan model Vissim, V/C Ratio menurun menjadi di bawah 1,00 dan kecepatannya juga mengalami peningkatan.
Temuan kunci penelitian ini adalah pengalihan arus lalu lintas angkutan barang dan pelebaran jalan di Jalan Ajibarang Purwokerto dan Jalan Jenderal Sudirman Sokaraja, dimana jalan tersebut merupakan jalur utama untuk masuk ke perkotaan Purwokerto.
Kata kunci: angkutan barang, kinerja ruas jalan, kinerja jaringan jalan, simulasi rute, wilayah perkotaan.
Related Results
IDENTIFICATION AND CHARACTERISTICS OF URBAN TRANSPORT NEEDS KRAKSAAN IN PROBOLINGGO DISTRICT
IDENTIFICATION AND CHARACTERISTICS OF URBAN TRANSPORT NEEDS KRAKSAAN IN PROBOLINGGO DISTRICT
Angkutan umum perkotaan merupakan bagian dari sistem transportasi perkotaan yang memegang peranan sangat penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Peranan tersebut menjadikan a...
TINJAUAN GEOMETRIK JALAN DAN KINERJA JALAN DALAM PENENTUAN RUTE PERGERAKAN ANGKUTAN BARANG (STUDI KASUS: KOTA PONTIANAK)
TINJAUAN GEOMETRIK JALAN DAN KINERJA JALAN DALAM PENENTUAN RUTE PERGERAKAN ANGKUTAN BARANG (STUDI KASUS: KOTA PONTIANAK)
Angkutan barang mempunyai peran yang yang penting dalam proses logistik. Berbeda dengan pola perjalanan orang. Pola perjalanan angkutan barang sangat dipengaruhi oleh aktivitas pro...
Integrasi Sistem Angkutan Umum Perkotaan Guna Meningkatkan Peran Perkeretaapian Di Kawasan Perkotaan Mebidangro
Integrasi Sistem Angkutan Umum Perkotaan Guna Meningkatkan Peran Perkeretaapian Di Kawasan Perkotaan Mebidangro
Kawasan Mebidangro memiliki permasalahan transportasi berupa kemacetan di jam sibuk karena rendahnya pengguna angkutan umum, simpul transportasi yang sepi dari aktifitas penumpang,...
Orientasi Baru Revitalisasi Angkutan Umum Perkotaan
Orientasi Baru Revitalisasi Angkutan Umum Perkotaan
Kemajuan dan perkembangan wilayah sangat ditentukan oleh eksistensi moda transportasi. Kegagalan dari moda transportasi dalam melayani kebutuhan mobilitas manusia merupakan awaldar...
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
Munculnya transportasi berbasis online menimbulkan aksi demonstrasi besar diwilayah jawa timur salah satunya dikota Malang,aksi dilakukan oleh para pengemudi angkutan konvensional ...
ANALISA PERBANDINGAN KEPUASAN PENUMPANG ANGKUTAN UMUM DAN ANGKUTAN UMUM BERBASIS APLIKASI ( Studi Kasus : Masyarakat Kota Cianjur )
ANALISA PERBANDINGAN KEPUASAN PENUMPANG ANGKUTAN UMUM DAN ANGKUTAN UMUM BERBASIS APLIKASI ( Studi Kasus : Masyarakat Kota Cianjur )
Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kualitas pelayanan angkutan umum konvensional yang berupa angkutan kota dan angkutan umum berbasis aplikasi dengan sampel dari aplikasi...
Evaluasi Kinerja Angkutan Perkotaan K-02 Kota Bekasi
Evaluasi Kinerja Angkutan Perkotaan K-02 Kota Bekasi
Abstract. The K-02 city transport route is one of the longest route among the 78 city transport routes operating in Bekasi City. The K-02 city transport traverses densely populated...
Penentuan lokasi pembangunan terminal angkutan barang di Sampit
Penentuan lokasi pembangunan terminal angkutan barang di Sampit
Kawasan Perkotaan Sampit merupakan Ibukota Kabupaten Kotawaringin Timur yang berada pada jalur strategis lintasan angkutan barang dari kabupaten dan/atau kota di Provinsi Kalimanta...

