Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

EFEKTIVITAS LARUTAN ASAM UNTUK MENURUNKAN KADAR MERKURI (Hg) PADA IKAN PATIN (pangasius pangasius)

View through CrossRef
Abstrak: Efektivitas Larutan Asam Untuk Menurunkan Kadar Merkuri (Hg) pada Ikan Patin (pangasius pangasius). Kandungan merkuri pada ikan patin (pangasius pangasius) dapat mengindikasikan telah terjadi pencemaran merkuri di lingkungan perairan dan dapat menyebabkan dampak negatif bagi kesehatan. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan upaya pencegahan yaitu melakukan proses perendaman menggunakan larutan asam seperti larutan jeruk nipis (citrus aurantifolia) dan larutan limau kuit (Citrus hystrix) pada daging ikan patin yang akan dikonsumsi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas larutan jeruk nipis dan larutan limau kuit untuk menurunkan kadar merkuri pada daging ikan patin (pangasius pangasius). Metode penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen pre and postest desaign dengan sampel daging ikan patin seberat 50 mg. Perlakuan diberikan dengan menambahkan larutan jeruk nipis dan limau kuit pada masing-masing sampel dengan berbagai konsentrasi antara lain 10%, 25% dan 50% selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kandungan merkuri pada ikan patin (pangasius pangasius) hasil tangkapan di Sungai Kahayan adalah 0,380±0,072mg/kg dan memenuhi kriteria baku mutu merkuri (Hg) dalam pangan berdasarkan SNI 7387 Tahun 2009. Efektivitas penurunan kandungan merkuri menggunakan larutan jeruk nipis pada konsentrasi 10%, 25% dan 50% adalah 18,11%, 46,98% dan 65,09% sedangkan efektivitas penurunan kandungan merkuri dengan menggunakan larutan limau kuit pada konsentrasi 10%, 25% dan 50% adalah 46,03%, 73,28% dan 27,25%. Efektivitas yang paling tinggi terdapat pada larutan limau kuit dengan konsentrasi 25% yaitu sebesar 73,28% sedangkan efektivitas penurunan kandungan merkuri yang terendah adalah pada larutan jeruk nipis dengan konsentrasi 10% yaitu sebesar 18,11%. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan informasi tentang kemampuan larutan jeruk nipis dan limau kuit untuk menurunkan kandungan merkuri pada ikan patin (pangasius pangasius).
Title: EFEKTIVITAS LARUTAN ASAM UNTUK MENURUNKAN KADAR MERKURI (Hg) PADA IKAN PATIN (pangasius pangasius)
Description:
Abstrak: Efektivitas Larutan Asam Untuk Menurunkan Kadar Merkuri (Hg) pada Ikan Patin (pangasius pangasius).
Kandungan merkuri pada ikan patin (pangasius pangasius) dapat mengindikasikan telah terjadi pencemaran merkuri di lingkungan perairan dan dapat menyebabkan dampak negatif bagi kesehatan.
Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan upaya pencegahan yaitu melakukan proses perendaman menggunakan larutan asam seperti larutan jeruk nipis (citrus aurantifolia) dan larutan limau kuit (Citrus hystrix) pada daging ikan patin yang akan dikonsumsi.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas larutan jeruk nipis dan larutan limau kuit untuk menurunkan kadar merkuri pada daging ikan patin (pangasius pangasius).
Metode penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen pre and postest desaign dengan sampel daging ikan patin seberat 50 mg.
Perlakuan diberikan dengan menambahkan larutan jeruk nipis dan limau kuit pada masing-masing sampel dengan berbagai konsentrasi antara lain 10%, 25% dan 50% selama 30 menit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kandungan merkuri pada ikan patin (pangasius pangasius) hasil tangkapan di Sungai Kahayan adalah 0,380±0,072mg/kg dan memenuhi kriteria baku mutu merkuri (Hg) dalam pangan berdasarkan SNI 7387 Tahun 2009.
Efektivitas penurunan kandungan merkuri menggunakan larutan jeruk nipis pada konsentrasi 10%, 25% dan 50% adalah 18,11%, 46,98% dan 65,09% sedangkan efektivitas penurunan kandungan merkuri dengan menggunakan larutan limau kuit pada konsentrasi 10%, 25% dan 50% adalah 46,03%, 73,28% dan 27,25%.
Efektivitas yang paling tinggi terdapat pada larutan limau kuit dengan konsentrasi 25% yaitu sebesar 73,28% sedangkan efektivitas penurunan kandungan merkuri yang terendah adalah pada larutan jeruk nipis dengan konsentrasi 10% yaitu sebesar 18,11%.
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan informasi tentang kemampuan larutan jeruk nipis dan limau kuit untuk menurunkan kandungan merkuri pada ikan patin (pangasius pangasius).

Related Results

Pemanfaatan Tulang Ikan Patin sebagai Tepung Tinggi Kalsium di Kampung Patin, Kabupaten Kampar
Pemanfaatan Tulang Ikan Patin sebagai Tepung Tinggi Kalsium di Kampung Patin, Kabupaten Kampar
Ikan patin merupakan salah satu ikan yang banyak dikembangkan karena tingginya permintaan baik dari pasar domestik maupun internasional. Kabupaten Kampar Provinsi Riau merupakan sa...
PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN IKAN PATIN DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TULANG IKAN PATIN TINGGI KALSIUM DI KAMPUNG PATIN XIII KOTO KAMPAR
PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN IKAN PATIN DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TULANG IKAN PATIN TINGGI KALSIUM DI KAMPUNG PATIN XIII KOTO KAMPAR
Tulang ikan merupakan salah satu limbah dari industri perikanan yang belum dimanfaatkan dengan baik. Salah satu pemanfaatan tulang ikan yaitu pengolahan menjadi tepung tulang. Prog...
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
UKM Melati dan UKM Sipatujui adalah dua mitra yang bergerak dalam bidang pengolahan ikan di Kabupaten Bantaeng. Kedua mitra selama ini hanya mengembangkan kerupuk amplang dan bakso...
ANALISIS KADAR MERKURI (Hg) PADA IKAN DI KECAMATAN TELUK KAIELY KABUPATEN BURU MENGGUNAKAN METODE MERCURY ANALYZER
ANALISIS KADAR MERKURI (Hg) PADA IKAN DI KECAMATAN TELUK KAIELY KABUPATEN BURU MENGGUNAKAN METODE MERCURY ANALYZER
Penambangan yang dilakukan di Indonesia adalah penambangan emas skala kecil, yang sering disebut dengan istilah PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin). Kegitan ini biasanya menggunakan...

Back to Top