Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PELATIHAN BUAT ECOBRICK INDAH (BEBI) DI SEKOLAH DASAR NEGERI CIAWI JATINANGOR

View through CrossRef
Waste is a problem that cannot be avoided in the school environment. Food, paper, plastic, and other types of waste frequently accumulate and are challenging to manage. However, processing plastic waste is the most challenging because it decomposes slowly and requires costly machinery for recycling into new products. Creating eco-bricks is one of the fastest and most cost-effective solutions for managing plastic waste. Ecobricks transform rubbish into a useful resource with significant environmental benefits by compacting clean, dry plastic debris into plastic bottles. This article discusses a community service project that involves ecobrick-making at SDN Ciawi Jatinangor. This activity aims to set an example and raise awareness among elementary school students about the dangers of improper waste disposal, particularly plastic waste, both in school and in drainage systems (watercourses). Through this program, it is expected that Ciawi Elementary School students will be inspired to repurpose their plastic waste rather than disposing of it carelessly. The Service Learning (SL) approach was adopted, involving campaigns and collaboration between teachers and students. Several eco-bricks were made as a direct outcome of this initiative by students using food packaging waste collected from the school environment. The outcomes of this activity were significant, particularly in terms of students’ awareness and behavior. To make this transformation a beneficial habit in society, though, continuous campaigns are still necessary.Sampah merupakan masalah yang tidak bisa dihindari di lingkungan sekolah. Sampah makanan, kertas, plastik dan berbagai jenis sampah lain seringkali menumpuk dan sulit ditanggulangi. Meskipun demikian, sampah plastik merupakan jenis sampah yang paling sulit ditangani karena lama terurai dan jika ingin mengubahnya menjadi produk daur ulang, mesin yang dibutuhkan cukup mahal. Membuat ecobrick adalah cara tercepat dan termurah untuk mengatasi sampah plastik. Ecobrick mengubah sampah menjadi bahan yang berguna dengan cara mengemas sampah plastik yang telah dibersihkan dan dikeringkan di dalam botol. Artikel ini membahas laporan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tentang pembuatan ecobrick di SDN Ciawi Jatinangor. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menggugah kesadaran di antara siswa sekolah akan bahayanya membuang sampah secara sembarangan -khususnya sampah plastik- di sekolah atau bahkan di parit. Dengan kegiatan ini diharapkan siswa SDN Ciawi dapat mengubah sampah plastik yang ada menjadi sesuatu yang berguna. Metode service learning digunakan dalam kegiatan ini dengan kolaborasi siswa dan guru. Beberapa ecobrick berhasil dibuat sebagai hasil langsung dari kegiatan ini. Para siswa menggunakan sampah plastik bekas kemasan makanan yang dikumpulkan sebelumnnya di lingkungan sekolah. Hasil dari kegiatan ini cukup signifikan khususnya dalam pemahaman dan perilaku siswa. Untuk menjadikan transformasi ini sebagai kebiasaan yang bermanfaat di masyarakat, kampanye yang panjang masih perlu dilakukan.
Title: PELATIHAN BUAT ECOBRICK INDAH (BEBI) DI SEKOLAH DASAR NEGERI CIAWI JATINANGOR
Description:
Waste is a problem that cannot be avoided in the school environment.
Food, paper, plastic, and other types of waste frequently accumulate and are challenging to manage.
However, processing plastic waste is the most challenging because it decomposes slowly and requires costly machinery for recycling into new products.
Creating eco-bricks is one of the fastest and most cost-effective solutions for managing plastic waste.
Ecobricks transform rubbish into a useful resource with significant environmental benefits by compacting clean, dry plastic debris into plastic bottles.
This article discusses a community service project that involves ecobrick-making at SDN Ciawi Jatinangor.
This activity aims to set an example and raise awareness among elementary school students about the dangers of improper waste disposal, particularly plastic waste, both in school and in drainage systems (watercourses).
Through this program, it is expected that Ciawi Elementary School students will be inspired to repurpose their plastic waste rather than disposing of it carelessly.
The Service Learning (SL) approach was adopted, involving campaigns and collaboration between teachers and students.
Several eco-bricks were made as a direct outcome of this initiative by students using food packaging waste collected from the school environment.
The outcomes of this activity were significant, particularly in terms of students’ awareness and behavior.
To make this transformation a beneficial habit in society, though, continuous campaigns are still necessary.
Sampah merupakan masalah yang tidak bisa dihindari di lingkungan sekolah.
Sampah makanan, kertas, plastik dan berbagai jenis sampah lain seringkali menumpuk dan sulit ditanggulangi.
Meskipun demikian, sampah plastik merupakan jenis sampah yang paling sulit ditangani karena lama terurai dan jika ingin mengubahnya menjadi produk daur ulang, mesin yang dibutuhkan cukup mahal.
Membuat ecobrick adalah cara tercepat dan termurah untuk mengatasi sampah plastik.
Ecobrick mengubah sampah menjadi bahan yang berguna dengan cara mengemas sampah plastik yang telah dibersihkan dan dikeringkan di dalam botol.
Artikel ini membahas laporan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tentang pembuatan ecobrick di SDN Ciawi Jatinangor.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk menggugah kesadaran di antara siswa sekolah akan bahayanya membuang sampah secara sembarangan -khususnya sampah plastik- di sekolah atau bahkan di parit.
Dengan kegiatan ini diharapkan siswa SDN Ciawi dapat mengubah sampah plastik yang ada menjadi sesuatu yang berguna.
Metode service learning digunakan dalam kegiatan ini dengan kolaborasi siswa dan guru.
Beberapa ecobrick berhasil dibuat sebagai hasil langsung dari kegiatan ini.
Para siswa menggunakan sampah plastik bekas kemasan makanan yang dikumpulkan sebelumnnya di lingkungan sekolah.
Hasil dari kegiatan ini cukup signifikan khususnya dalam pemahaman dan perilaku siswa.
Untuk menjadikan transformasi ini sebagai kebiasaan yang bermanfaat di masyarakat, kampanye yang panjang masih perlu dilakukan.

Related Results

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN SUPERBLOK JATINANGOR TEMA HIGH TECH ARCHITECTURE
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN SUPERBLOK JATINANGOR TEMA HIGH TECH ARCHITECTURE
Abstract: Jatinangor Superblock is an integrated superblock complex located in the strategic area of Jatinangor education province. This design is based on the significant growth o...
PENGARUH REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP KINERJA PEGAWAI
PENGARUH REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP KINERJA PEGAWAI
Abstrak - Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis: (1) Reward (2) Punishment; (3) Kinerja Pegawai; serta (4) Pengaruh Reward dan Punishment terhadap Kinerja ...
Strategi Komunikasi Pemasaran pada Rebranding Usaha Kuliner Kopi
Strategi Komunikasi Pemasaran pada Rebranding Usaha Kuliner Kopi
Abstract. In a rebranding there are several stages in the form of renaming, relaunching, redesigning, repositioning. At the rebranding stage carried out by a business, a marketing ...
PERAN LOCAL LEADER DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KECAMATAN JATINANGOR
PERAN LOCAL LEADER DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KECAMATAN JATINANGOR
Jatinangor merupakan salah satu kawasan yang rawan terjadinya bencana banjir . Wilayah ini merupakan kawasan pendidikan dan permukiman padat yang kini berkembang pesat, beda sepert...
Kajian Ecobrick Sebagai Pembentuk Pintu
Kajian Ecobrick Sebagai Pembentuk Pintu
Plastik memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Hampir semua komponen dalam kehidupan manusia di zaman modern menggunakan plastik. Seiring dengan bertambahnya jumlah pendud...
IMPLEMENTASI ECOBRICK SEBAGAI SOLUSI UNTUK MENGURANGI LIMBAH PLASTIK DI DESA PEMATANG PANJANG
IMPLEMENTASI ECOBRICK SEBAGAI SOLUSI UNTUK MENGURANGI LIMBAH PLASTIK DI DESA PEMATANG PANJANG
ABSTRACT Plastic waste is one of the significant environmental challenges, especially in areas with limited waste management. This service aims to explore the implementation of ec...
EKSPLORASI MIKROORGANISME INDIGENUSINSEPTISOLS
EKSPLORASI MIKROORGANISME INDIGENUSINSEPTISOLS
Inseptisols have various types and densities of microorganisms. Plants that are cultivated in Jatinangor inseptisol fields have a root system that contains a large number of microo...
Ecobrick, Solusi Pengolahan Limbah Plastik
Ecobrick, Solusi Pengolahan Limbah Plastik
Salah satu  upaya membuka lapangan kerja dengan membuat ecobrick. Ecobrick adalah botol plastik bekas yang penuh berisi segala jenis plastik bekas, bersih dan kering, mencapai kepa...

Back to Top