Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

INVENTARISASI POTENSI GULMA SEBAGAI BAHAN ECOPRINT TEKNIK POUNDING DI AREA PERSAWAHAN BANGOREJO, BANYUWANGI

View through CrossRef
Gulma umumnya dianggap sebagai tumbuhan pengganggu pada lahan pertanian, padahal beberapa jenis gulma memiliki kandungan pigmen alami yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan ecoprint. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis gulma di area persawahan Bangorejo, Banyuwangi, serta mengkaji potensinya sebagai bahan ecoprint menggunakan teknik pounding. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif eksploratif. Sampel berupa gulma yang ditemukan di area persawahan Bangorejo dan dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui identifikasi spesies gulma, penerapan teknik ecoprint pounding pada kain blacu, serta penilaian kualitas hasil cetakan sebelum dan sesudah proses fiksasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 44 spesies gulma yang berhasil teridentifikasi dan seluruhnya mampu menghasilkan motif pada kain. Sebanyak 19 spesies tergolong memiliki potensi sangat tinggi sebagai bahan ecoprint, karena menghasilkan motif yang jelas dan warna yang tetap stabil setelah fiksasi. Temuan ini menunjukkan bahwa gulma persawahan memiliki potensi sebagai sumber bahan ecoprint yang ramah lingkungan dan berpeluang dikembangkan sebagai bahan baku tekstil berkelanjutan. Abstract Weeds are generally considered as nuisance plants on agricultural land, even though some types of weeds contain natural pigments that have the potential to be used as ecoprint materials. This study aims to inventory the types of weeds in the rice fields of Bangorejo, Banyuwangi, and examine their potential as an ecoprint material using the pounding technique. The research uses a qualitative approach with an exploratory descriptive method. The sample was in the form of weeds found in the Bangorejo rice field area and was selected by purposive sampling. Data were obtained through the identification of weed species, the application of the ecoprint pounding technique on blacu fabric, and the assessment of the quality of the prints before and after the fixation process. The results of the study showed that there were 44 species of weeds that were successfully inventoried and all of them were able to produce motifs on fabrics. A total of 19 species are classified as very high potential as ecoprint materials, as they produce clear motifs and colors that remain stable after fixation. These findings show that rice field weeds have the potential as a source of ecoprint materials that are environmentally friendly and have the opportunity to be developed as a raw material for sustainable textiles.
Title: INVENTARISASI POTENSI GULMA SEBAGAI BAHAN ECOPRINT TEKNIK POUNDING DI AREA PERSAWAHAN BANGOREJO, BANYUWANGI
Description:
Gulma umumnya dianggap sebagai tumbuhan pengganggu pada lahan pertanian, padahal beberapa jenis gulma memiliki kandungan pigmen alami yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan ecoprint.
Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis gulma di area persawahan Bangorejo, Banyuwangi, serta mengkaji potensinya sebagai bahan ecoprint menggunakan teknik pounding.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif eksploratif.
Sampel berupa gulma yang ditemukan di area persawahan Bangorejo dan dipilih secara purposive sampling.
Data diperoleh melalui identifikasi spesies gulma, penerapan teknik ecoprint pounding pada kain blacu, serta penilaian kualitas hasil cetakan sebelum dan sesudah proses fiksasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 44 spesies gulma yang berhasil teridentifikasi dan seluruhnya mampu menghasilkan motif pada kain.
Sebanyak 19 spesies tergolong memiliki potensi sangat tinggi sebagai bahan ecoprint, karena menghasilkan motif yang jelas dan warna yang tetap stabil setelah fiksasi.
Temuan ini menunjukkan bahwa gulma persawahan memiliki potensi sebagai sumber bahan ecoprint yang ramah lingkungan dan berpeluang dikembangkan sebagai bahan baku tekstil berkelanjutan.
Abstract Weeds are generally considered as nuisance plants on agricultural land, even though some types of weeds contain natural pigments that have the potential to be used as ecoprint materials.
This study aims to inventory the types of weeds in the rice fields of Bangorejo, Banyuwangi, and examine their potential as an ecoprint material using the pounding technique.
The research uses a qualitative approach with an exploratory descriptive method.
The sample was in the form of weeds found in the Bangorejo rice field area and was selected by purposive sampling.
Data were obtained through the identification of weed species, the application of the ecoprint pounding technique on blacu fabric, and the assessment of the quality of the prints before and after the fixation process.
The results of the study showed that there were 44 species of weeds that were successfully inventoried and all of them were able to produce motifs on fabrics.
A total of 19 species are classified as very high potential as ecoprint materials, as they produce clear motifs and colors that remain stable after fixation.
These findings show that rice field weeds have the potential as a source of ecoprint materials that are environmentally friendly and have the opportunity to be developed as a raw material for sustainable textiles.

Related Results

PERANCANGAN MOTIF BURUNG MURAI DENGAN TEKNIK ECOPRINT KOMBINASI SULAM UNTUK OUTWEAR
PERANCANGAN MOTIF BURUNG MURAI DENGAN TEKNIK ECOPRINT KOMBINASI SULAM UNTUK OUTWEAR
Textile dyeing in this modern era, many industries use synthetic materials which will have a negative impact on the environment. To overcome this, start making textile coloring usi...
Pelatihan Diversifikasi Produk Batik Ecoprint Guna Meningkatkan Daya Jual dan Daya Tarik Produk
Pelatihan Diversifikasi Produk Batik Ecoprint Guna Meningkatkan Daya Jual dan Daya Tarik Produk
ABSTRAK   Program diversifikasi produk ecoprint ini merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian masyarakat dalam hal pengembangan penggunaan teknik ecoprint dalam r...
Pengaruh Populasi Gulma Rumput Belulang Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Jagung Manis (Zea mays Saccharatasrurt)
Pengaruh Populasi Gulma Rumput Belulang Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Jagung Manis (Zea mays Saccharatasrurt)
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh tekanan yang diberikan oleh gulma rumput belulang terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Pelaksanaan penelitian ...
VARIASI DOSIS MULSA ORGANIK AKASIA DAN KIRINYUH DALAM MENGENDALIKAN GULMA PADA TANAMAN KEDELAI: STUDI KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN GULMA
VARIASI DOSIS MULSA ORGANIK AKASIA DAN KIRINYUH DALAM MENGENDALIKAN GULMA PADA TANAMAN KEDELAI: STUDI KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN GULMA
Keberhasilan pengendalian gulma di pertanaman kedelai, selain di tentukan oleh jenis juga ditentukan dosis mulsa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis dan dosis mulsa o...
POTENSI GULMA SEBAGAI PESTISIDA NABATI
POTENSI GULMA SEBAGAI PESTISIDA NABATI
Penggunaan pestisida kimia dapat membahayakan lingkungan, oleh karena itu adanya pestisida nabati diperlukan untuk dapat menjaga lingkungan tetap terjaga. Penggunaan pestisida naba...
PENGGUNAAN HERBISIDA UNTUK PENGENDALIAN GULMA PADA LAHAN DI DUSUN MOJOUNGGUL, DESA BARENG, KECAMATAN BARENG, KABUPATEN JOMBANG
PENGGUNAAN HERBISIDA UNTUK PENGENDALIAN GULMA PADA LAHAN DI DUSUN MOJOUNGGUL, DESA BARENG, KECAMATAN BARENG, KABUPATEN JOMBANG
Salah satu masalah yang sering dijumpai di lahan penanaman adalah adanya gangguan gulma. Tujuan penelitian adalah mengetahui herbisida yang paling efektif mengendalikan gulma pada ...
Pemanfaatan Tanin Tumbuhan Sebagai Pewarna Alami Sutra ( Ecoprint ) pada Pembuatan Busana Ready to wear
Pemanfaatan Tanin Tumbuhan Sebagai Pewarna Alami Sutra ( Ecoprint ) pada Pembuatan Busana Ready to wear
ABSTRAK - Penelitian ini merupakan penelitian rekayasa yang bertujuan untuk : 1) menggambarkan desain dari busana Ready to wear dari bahan kain sutra dengan memanfaatkan tannin tum...

Back to Top