Javascript must be enabled to continue!
EFEK DAUN SIRIH ( PIPER BETLE L.) TERHADAP PENYEMBUHANLUKA INSISI KULIT KELINCI(Oryctolagus cuniculus)
View through CrossRef
Abstract: Kind of research on betel leaf was done as response to growing empirical reality in society, the exploit of betel leaf for treatment and cure disease. As with antibiotics, betel leaf also has antiseptic power, because of a variety of substances contained in them. Saponins and tannins are as an antiseptic on the injury surface, working as a bacteriostatic normally used for infections of the skin, mucosa and against infection Injury. This research aimed to determine the effects of betel leaf on injury healing of rabbit skin incision. This research uses experimental methods, by using 4 rabbits as test animals. Right and left of back rabbit incision along the 5 cm and a depth of 2 mm. Injuries on the right backare given betel leafs while on the left back are not given betel leafs. Giving betel leafs and length measurements injury must done every day for 2 weeks. From the experimental results, rabbit skinincisionweregivenbetelleafdry fasterandthe incisionhealedcompared withthose not givenbetel leaf.The conclusionthatthe provision ofbetelleafhas the effect ofaccelerating injury healing ofrabbit skinincision. Keyword : betel leaf, incision wound Abstrak: Berbagai penelitian terhadap daun sirih dilakukan sebagai reaksi atas kenyataan empiris yang terus berkembang di masyarakat, yaitu memanfaatkan daun sirih untuk pengobatan dan penyembuhan penyakit. Seperti halnya dengan antibiotika, daun sirih juga mempunyai daya antiseptik. Saponin dan tannin bersifat sebagai antiseptik pada luka permukaan, bekerja sebagai bakteriostatik yang biasanya digunakan untuk infeksi pada kulit, mukosa dan melawan infeksi pada luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian daun sirih terhadap penyembuhan luka insisi kulit kelinci. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dengan menggunakan 4 ekor kelinci sebagai hewan uji. Punggung kanan dan kiri kelinci diinsisi sepanjang 5 cm dan kedalamam 2 mm. Luka pada punggung kanan diberi daun sirih sedangkan luka pada punggung kiri tidak diberi daun sirih. Pemberian daun sirih dan pengukuran panjang luka dilakukan setiap hari selama 2 minggu. Dari hasil percobaan luka insisi kulit kelinci yang diberi daun sirih lebih cepat kering dan sembuh dibandingkan dengan luka insisi yang tidak diberi daun sirih. Kesimpulan yang didapat yaitu pemberian daun sirih memiliki efek untuk mempercepat penyembuhan luka insisi kulit kelinci. Keyword : daun sirih, luka insisi
Title: EFEK DAUN SIRIH ( PIPER BETLE L.) TERHADAP PENYEMBUHANLUKA INSISI KULIT KELINCI(Oryctolagus cuniculus)
Description:
Abstract: Kind of research on betel leaf was done as response to growing empirical reality in society, the exploit of betel leaf for treatment and cure disease.
As with antibiotics, betel leaf also has antiseptic power, because of a variety of substances contained in them.
Saponins and tannins are as an antiseptic on the injury surface, working as a bacteriostatic normally used for infections of the skin, mucosa and against infection Injury.
This research aimed to determine the effects of betel leaf on injury healing of rabbit skin incision.
This research uses experimental methods, by using 4 rabbits as test animals.
Right and left of back rabbit incision along the 5 cm and a depth of 2 mm.
Injuries on the right backare given betel leafs while on the left back are not given betel leafs.
Giving betel leafs and length measurements injury must done every day for 2 weeks.
From the experimental results, rabbit skinincisionweregivenbetelleafdry fasterandthe incisionhealedcompared withthose not givenbetel leaf.
The conclusionthatthe provision ofbetelleafhas the effect ofaccelerating injury healing ofrabbit skinincision.
Keyword : betel leaf, incision wound Abstrak: Berbagai penelitian terhadap daun sirih dilakukan sebagai reaksi atas kenyataan empiris yang terus berkembang di masyarakat, yaitu memanfaatkan daun sirih untuk pengobatan dan penyembuhan penyakit.
Seperti halnya dengan antibiotika, daun sirih juga mempunyai daya antiseptik.
Saponin dan tannin bersifat sebagai antiseptik pada luka permukaan, bekerja sebagai bakteriostatik yang biasanya digunakan untuk infeksi pada kulit, mukosa dan melawan infeksi pada luka.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian daun sirih terhadap penyembuhan luka insisi kulit kelinci.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dengan menggunakan 4 ekor kelinci sebagai hewan uji.
Punggung kanan dan kiri kelinci diinsisi sepanjang 5 cm dan kedalamam 2 mm.
Luka pada punggung kanan diberi daun sirih sedangkan luka pada punggung kiri tidak diberi daun sirih.
Pemberian daun sirih dan pengukuran panjang luka dilakukan setiap hari selama 2 minggu.
Dari hasil percobaan luka insisi kulit kelinci yang diberi daun sirih lebih cepat kering dan sembuh dibandingkan dengan luka insisi yang tidak diberi daun sirih.
Kesimpulan yang didapat yaitu pemberian daun sirih memiliki efek untuk mempercepat penyembuhan luka insisi kulit kelinci.
Keyword : daun sirih, luka insisi.
Related Results
UJI EFEK EKSTRAK DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI KULIT KELINCI (Oryctolagus cuniculus)
UJI EFEK EKSTRAK DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI KULIT KELINCI (Oryctolagus cuniculus)
Abstract: Aloe vera has been used for thousands years to treat burns, hair loss, skin infections, sinus inflamation and gastro-intestinal tract pain. Previous researches showed tha...
Analisis Senyawa Fitokimia dan Tren Penelitian pada Daun Sirih Hijau (Piper betle L.): Pendekatan Eksperimental dan Bibliometrik
Analisis Senyawa Fitokimia dan Tren Penelitian pada Daun Sirih Hijau (Piper betle L.): Pendekatan Eksperimental dan Bibliometrik
Daun sirih hijau (Piper betle L.) merupakan tanaman obat tradisional yang luas digunakan di Asia Tenggara karena kandungan metabolit sekundernya yang berpotensi sebagai antibakteri...
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ASETON DAUN SIRIH (Piper betle L.) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT)
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ASETON DAUN SIRIH (Piper betle L.) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT)
Daun sirih (Piper betle L.) merupakan tumbuhan yang tersebar luas diseluruh Indonesia. Daun sirih (Piper betle L.) telah digunakan secara empiris dan telah terbukti memiliki berbag...
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BUNGAKENOP (Gomphrena globosaL.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus)
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BUNGAKENOP (Gomphrena globosaL.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus)
bunga kenop (Gomphrena globosa L) memiliki efektifitas pada luka sayat karena kandungan metabolit sekundernya yaitu saponin dan flavonoid. penelitian ini bertujuan untuk mengetahu...
EFEK EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (PIPER CROCATUM RUIZ & PAV) TERHADAP PERTUMBUHAN (STREPTOCOCCUS PNEUMONIAE)
EFEK EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (PIPER CROCATUM RUIZ & PAV) TERHADAP PERTUMBUHAN (STREPTOCOCCUS PNEUMONIAE)
Efek Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) Terhadap Pertumbuhan (Streptococcus pneumoniae). Latar belakang: Perkembangan resistensi Streptococcus pneumonia terha...
Virulensi Phytophthora capsici Asal Lada terhadap Piper spp.
Virulensi Phytophthora capsici Asal Lada terhadap Piper spp.
<p>Black Pepper (Piper nigrum) is Widely Cultivated in Indonesia by Smallholder. Foot rot disease caused by Phytophthora capsici is the main constraint in pepper cultivation ...
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis DAN Escherichia coli SERTA UJI BIOAUTOGRAFINYA
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis DAN Escherichia coli SERTA UJI BIOAUTOGRAFINYA
Daun sirih hijau (Piper betle L.) dimanfaatkan dan dipercaya sebagai bahan obat alternatif dalam mengobati berbagai jenis penyakit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui akti...
PENURUNAN PRODUKSI ASAM DAN PERTUMBUHAN BAKTERI STREPTOCOCCUS SOBRINUS SETELAH TERPAPAR REBUSAN DAUN SIRIH MERAH 10%
PENURUNAN PRODUKSI ASAM DAN PERTUMBUHAN BAKTERI STREPTOCOCCUS SOBRINUS SETELAH TERPAPAR REBUSAN DAUN SIRIH MERAH 10%
Karies merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri kariogenik yang terdapat di dalam rongga mulut, antara lain Streptococcus sobrinus. Bakteri tersebut mampu menghasilk...

