Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KARAKTERISASI FARMAKOGNOSI DAUN FALOAK (Sterculia quadrifida R.Br)

View through CrossRef
Faloak secara empiris digunakan sebagai antimikroba, megobati penyakit tifus, mengatasi gangguan pada hati, laksatif, dan antimalaria. Faloak merupakan salah satu tumbuhan yang secara empiris digunakan sebagai obat tradisional di Nusa Tenggara Timur. Selanjutnya dari hasil penelitian ini dapat digunakan untuk studi dan pengembangan aktivitas biologi ekstrak daun faloak menjadi produk farmasi. Ekstraksi menggunakan cara maserasi dengan pelarut etanol dan menghasilkan rendemen 8,84% b/b. Parameter standarisasi ekstrak menunjukkan bobot jenis ekstrak 0,7543 ± 0,0060 g/mL, kadar sari larut air 54 ± 1,15% b/b, sari larut etanol 88,48 ± 1,05% b/b, kadar abu total 10,47 ± 0,16% b / b, abu larut air 8,01 ± 0,99% b / b, abu tidak larut asam 0,39 ± 0,03% b/b. Ekstrak etanol daun faloak mengandung flavonoid, kuinon, polifenol, steroid-triterpenoid, dan monoterpen-sesquiterpen. Ekstrak dianalisis kandungan kimianya menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase diam silica F254 dan menggunakan fasa gerak n-heksana: etil asetat (1:1), hasilnya terdapat bercak dengan Rf 0,21 memberi warna biru pada UV 365 nm dan bercak hitam berlatar hijau pada UV 254 nm. Total kandungan flavonoid pada ekstrak etanol daun faloak 5,31 ± 0,29% b / b dan total kandungan polifenol 1,79 ± 0,03% b / b. Dari hasil karakterisasi ini bisa menjadi dasar pemgembangan tanaman faloak menjadi bahan baku obat tradisional terstandar dan acuan untuk melakukan uji aktivitas farmakologi.
Title: KARAKTERISASI FARMAKOGNOSI DAUN FALOAK (Sterculia quadrifida R.Br)
Description:
Faloak secara empiris digunakan sebagai antimikroba, megobati penyakit tifus, mengatasi gangguan pada hati, laksatif, dan antimalaria.
Faloak merupakan salah satu tumbuhan yang secara empiris digunakan sebagai obat tradisional di Nusa Tenggara Timur.
Selanjutnya dari hasil penelitian ini dapat digunakan untuk studi dan pengembangan aktivitas biologi ekstrak daun faloak menjadi produk farmasi.
Ekstraksi menggunakan cara maserasi dengan pelarut etanol dan menghasilkan rendemen 8,84% b/b.
Parameter standarisasi ekstrak menunjukkan bobot jenis ekstrak 0,7543 ± 0,0060 g/mL, kadar sari larut air 54 ± 1,15% b/b, sari larut etanol 88,48 ± 1,05% b/b, kadar abu total 10,47 ± 0,16% b / b, abu larut air 8,01 ± 0,99% b / b, abu tidak larut asam 0,39 ± 0,03% b/b.
Ekstrak etanol daun faloak mengandung flavonoid, kuinon, polifenol, steroid-triterpenoid, dan monoterpen-sesquiterpen.
Ekstrak dianalisis kandungan kimianya menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase diam silica F254 dan menggunakan fasa gerak n-heksana: etil asetat (1:1), hasilnya terdapat bercak dengan Rf 0,21 memberi warna biru pada UV 365 nm dan bercak hitam berlatar hijau pada UV 254 nm.
Total kandungan flavonoid pada ekstrak etanol daun faloak 5,31 ± 0,29% b / b dan total kandungan polifenol 1,79 ± 0,03% b / b.
Dari hasil karakterisasi ini bisa menjadi dasar pemgembangan tanaman faloak menjadi bahan baku obat tradisional terstandar dan acuan untuk melakukan uji aktivitas farmakologi.

Related Results

Acute Toxicity Study of Standardized Faloak Bark ( Sterculia quadrifida R. Br.) Extract on Wistar Rats
Acute Toxicity Study of Standardized Faloak Bark ( Sterculia quadrifida R. Br.) Extract on Wistar Rats
The bark of Faloak (Sterculia quadrifida R. Br., Malvaceae) is used for traditional medicine in Indonesia. This study aims to examine the level of toxicity of the Faloak bark stand...
PHYTOCHEMICAL AND ORGANOLEPTIC CHARACTERISTIC OF Sterculia quadrifida R.Br. TREE BARK HERBAL TEA
PHYTOCHEMICAL AND ORGANOLEPTIC CHARACTERISTIC OF Sterculia quadrifida R.Br. TREE BARK HERBAL TEA
Sterculia quadrifida R.Br. Bark decoction is used to treat hepatitis and consumed as a tonic by Timorese in the East Nusa Tenggara Province, Indonesia. Raw herbal materials are sus...
ANTIOXIDANT ACTIVITY OF PLANT PARTS EXTRACTS FROM STERCULIA QUADRIFIDA R. BR.
ANTIOXIDANT ACTIVITY OF PLANT PARTS EXTRACTS FROM STERCULIA QUADRIFIDA R. BR.
Objective: Sterculia quadrifida R. Br. of Sterculiaceae family is locally known as “Faloak” in East Nusa Tenggara Province, Indonesia. S. quadrifida is used in folk medicine to tre...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
POTENSI FRAKSI AKTIVITAS ANTIBAKERI DAN ANTIRADIKAL DARI KULIT BATANG FALOAK (Sterculia quadrifida R.Br)
POTENSI FRAKSI AKTIVITAS ANTIBAKERI DAN ANTIRADIKAL DARI KULIT BATANG FALOAK (Sterculia quadrifida R.Br)
Penduduk Nusa Tenggara Timur memanfaatkan kulit batang tumbuhan Faloak (Sterculia quadrifida R.Br.) sebagai tumbuhan obat untuk mengobati penyakit liver, gastroentritis, dan penamb...
Penelusuran Potensi Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan Fraksi Kulit Pohon Faloak (Sterculia quadrifida R.Br)
Penelusuran Potensi Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan Fraksi Kulit Pohon Faloak (Sterculia quadrifida R.Br)
Penduduk Nusa Tenggara Timur memanfaatkan kulit batang tumbuhan Faloak (Sterculia quadrifida R.Br.) sebagai tumbuhan obat untuk mengobati penyakit liver, gastroentritis, dan penamb...
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
Tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lam L) adalah jenis tanaman tropis yang banyak tumbuh di Indonesia. Selama ini tanaman nangka hanya dimanfaatkan buahnya saja sebagai sumbe...
Etnomedicine Melalui Penggunaan Daun Cemangi pada Masyarakat Pammana Kabupaten Wajo
Etnomedicine Melalui Penggunaan Daun Cemangi pada Masyarakat Pammana Kabupaten Wajo
Penggunaan daun cemangi oleh masyarakat Pammana kabupatenWajo sebagai tradisi turun - temurun yang dipercayai masyarakat sebagai pengobatan. Etnomedicine penggunaan daun cemangi da...

Back to Top