Javascript must be enabled to continue!
EDUKASI NUTRISI PADA ANAK REMAJA PUTRI MENUJU ZERO STUNTING DIDESA PASARIBU TOBING KECAMATAN PASARIBU TOBING KABUPATEN TAPANULI TENGAH
View through CrossRef
Pasaribu Tobing adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Jumlah Penduduk di Desa Pasaribu Tobing pada tahun 2023 sebanyak 1.488 jiwa, dimana laki-laki berjumlah 745 jiwa dan perempuan berjumlah 743 jiwa. (Profil Desa PasaribuTobing, 2023).
Kehidupan masyarakat di Pasaribu Tobing pada umumnya adalah sebagai petani, dan saat ini telah banyak bekerja di berbagai sektor pemerintahan dan swasta. Selain itu pada sektor pendidikan masyarakat Pasaribu Tobing rata rata berpendidikan SMA sederajat. Berdasarkan data profil dari Puskemas Pasaribu Tobing masih terdapat angka stunting 25,3% pada anak balita yang ada di Desa Pasaribu Tobing.
Berdasarkan analisis permasalah di desa Pasaribu Tobing kecamatan Pasaribu Tobing adalah untuk masih tingginya angka stunting dan masih rendahnya pengetahuan masyarakat dalam pemafaatan pangan lokal menjadi makanan bergizi. Dalam pelaksanaan program dilakukan pengukuran secara kuantitatif dan kaulitatif melalui pre-test dan post-tets untuk mengetahui perkembangan pengetahuan dan perilaku masyarakat terutama remaja putri di desa Pasaribu Tobing dengan mitigasi edukasi dan pemanfaatan pangan lokal.
Dalam pelaksanaan, program diawali dengan sosialisasi dan penyuluhan kepada targer kelompok masyarakat yang diberdayakan. Praktek pelaksanaan dan pendampingan lalu diakhiri dengan monitoring dan evaluasi program. Rangkai program yang dilaksanakan adalah Gemdes, Marsting, Lansarpu, dan Merpret ada hal yang perlu diperhatikan, khususnya perlu adanya kerja sama antara pemerintah Desa, Tenaga Kesehatan dan Sekolah di Desa Pasaribu Tobing untuk mensosialisasikan informasi yang ada kepada masyarakat Desa. Dalam pengolahan pangan lokal dilakukan pelatihan pembuatan cemilan bahan dasar ubi kayu menjadi cemilan yang bergizi. Sasaran Edukasi meliputi: Masyarakat dan remaja putri melalui edukasi nutrisi dan pelatihan pembuatan pangan lokal menjadi makanan yang bergizi.
Hasil evaluasi yang telah dilakukan oleh Tim PPK Ormawa dengan melaksanakan kegiatan program sebanyak 25 kali melakukan kunjungan ke desa Pasaribu Tobing dengan melaksanalkan Edukasi dengan memberikan Penyuluhan dan pelatihan pengolahan pangan lokal kepada anak remaja putri dan masyarakat (Ibu yang Mempunyai Balita dan anak remaja) dengan 5 kelompok dan masing masing kelompok berjumlah 20 orang. Berdasarkan Hasil uji Pre dan Post Test dimana pengetahuan remaja putri tentang makanan bergizi dan bahaya resiko stunting mencapai 100 % dan meningkatnya pengetahuan tentang pengolahan pangan lokal ubi kayu menjadi makan yang bergizi. Selain itu TIM PPK ormawa berkerjasama dengan mitra Puskesmas Pasaribu Tobing untuk melaksanakan evaluasi program kegiatan kepada anak Balita dengan cara melakukan antropometri (BB, TB, Lingkar Lemak), sehingga menghasilkan penurunan data stunting mencapai 2,5 % selalam kegiatan program PPK ormawa dilaksanakan.
Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute
Title: EDUKASI NUTRISI PADA ANAK REMAJA PUTRI MENUJU ZERO STUNTING DIDESA PASARIBU TOBING KECAMATAN PASARIBU TOBING KABUPATEN TAPANULI TENGAH
Description:
Pasaribu Tobing adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.
Jumlah Penduduk di Desa Pasaribu Tobing pada tahun 2023 sebanyak 1.
488 jiwa, dimana laki-laki berjumlah 745 jiwa dan perempuan berjumlah 743 jiwa.
(Profil Desa PasaribuTobing, 2023).
Kehidupan masyarakat di Pasaribu Tobing pada umumnya adalah sebagai petani, dan saat ini telah banyak bekerja di berbagai sektor pemerintahan dan swasta.
Selain itu pada sektor pendidikan masyarakat Pasaribu Tobing rata rata berpendidikan SMA sederajat.
Berdasarkan data profil dari Puskemas Pasaribu Tobing masih terdapat angka stunting 25,3% pada anak balita yang ada di Desa Pasaribu Tobing.
Berdasarkan analisis permasalah di desa Pasaribu Tobing kecamatan Pasaribu Tobing adalah untuk masih tingginya angka stunting dan masih rendahnya pengetahuan masyarakat dalam pemafaatan pangan lokal menjadi makanan bergizi.
Dalam pelaksanaan program dilakukan pengukuran secara kuantitatif dan kaulitatif melalui pre-test dan post-tets untuk mengetahui perkembangan pengetahuan dan perilaku masyarakat terutama remaja putri di desa Pasaribu Tobing dengan mitigasi edukasi dan pemanfaatan pangan lokal.
Dalam pelaksanaan, program diawali dengan sosialisasi dan penyuluhan kepada targer kelompok masyarakat yang diberdayakan.
Praktek pelaksanaan dan pendampingan lalu diakhiri dengan monitoring dan evaluasi program.
Rangkai program yang dilaksanakan adalah Gemdes, Marsting, Lansarpu, dan Merpret ada hal yang perlu diperhatikan, khususnya perlu adanya kerja sama antara pemerintah Desa, Tenaga Kesehatan dan Sekolah di Desa Pasaribu Tobing untuk mensosialisasikan informasi yang ada kepada masyarakat Desa.
Dalam pengolahan pangan lokal dilakukan pelatihan pembuatan cemilan bahan dasar ubi kayu menjadi cemilan yang bergizi.
Sasaran Edukasi meliputi: Masyarakat dan remaja putri melalui edukasi nutrisi dan pelatihan pembuatan pangan lokal menjadi makanan yang bergizi.
Hasil evaluasi yang telah dilakukan oleh Tim PPK Ormawa dengan melaksanakan kegiatan program sebanyak 25 kali melakukan kunjungan ke desa Pasaribu Tobing dengan melaksanalkan Edukasi dengan memberikan Penyuluhan dan pelatihan pengolahan pangan lokal kepada anak remaja putri dan masyarakat (Ibu yang Mempunyai Balita dan anak remaja) dengan 5 kelompok dan masing masing kelompok berjumlah 20 orang.
Berdasarkan Hasil uji Pre dan Post Test dimana pengetahuan remaja putri tentang makanan bergizi dan bahaya resiko stunting mencapai 100 % dan meningkatnya pengetahuan tentang pengolahan pangan lokal ubi kayu menjadi makan yang bergizi.
Selain itu TIM PPK ormawa berkerjasama dengan mitra Puskesmas Pasaribu Tobing untuk melaksanakan evaluasi program kegiatan kepada anak Balita dengan cara melakukan antropometri (BB, TB, Lingkar Lemak), sehingga menghasilkan penurunan data stunting mencapai 2,5 % selalam kegiatan program PPK ormawa dilaksanakan.
Related Results
Cegah Kejadian Stunting melalui Kesehatan Remaja Putri di Desa Batur Tengah Kintamani
Cegah Kejadian Stunting melalui Kesehatan Remaja Putri di Desa Batur Tengah Kintamani
Kesehatan remaja putri di Desa Batur tengah kurang mendapatkan perhatian. Sedangkan kesehatan remaja putri yang buruk dapat memicu terjadinya kelainan pada bayi yang dilahirkan ter...
PENTINGYA PERAN TOKOH AGAMA DALAM MENCEGAH STUNTING PADA ANAK di KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG
PENTINGYA PERAN TOKOH AGAMA DALAM MENCEGAH STUNTING PADA ANAK di KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup serius di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah pedesaan dan terpencil di Kabupaten Kupang. Provinsi Nusa Tenggara T...
Gambaran Karies Gigi Sulung pada Anak Stunting di Indonesia
Gambaran Karies Gigi Sulung pada Anak Stunting di Indonesia
Abstract: Dental caries, as well as stunting in children, is still a worldwide problem including in Indonesia. Malnutrition can cause stunting and abnormal growth and development o...
Pencegahan Stunting melalui Pengembangan Kewirausahaan dan Capacity Building Masyarakat Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
Pencegahan Stunting melalui Pengembangan Kewirausahaan dan Capacity Building Masyarakat Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
Angka stunting Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah setiap tahun mengalami penurunan. Angka kasus stunting di Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2020 sebesar 7,33%, pada tahun 2021 menurun...
Faktor Risiko Stunting Balita pada Masa New Normal Covid-19 di Puskesmas Sukawati I Kabupaten Gianyar, Bali
Faktor Risiko Stunting Balita pada Masa New Normal Covid-19 di Puskesmas Sukawati I Kabupaten Gianyar, Bali
Stunting adalah masalah pertumbuhan akibat kurangnya pemberian nutrisi yang optimal. Dunia sedang menghadapi Pandemi global COVID-19 mempengaruhi peningkatan kasus stunting karena ...
Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Kejadian Stunting melalui Aplikasi Gosting (Get Information of Imunization and Stunting)
Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Kejadian Stunting melalui Aplikasi Gosting (Get Information of Imunization and Stunting)
ABSTRAK Kecamatan Gondangrejo menjadi prioritas utama dalam prioritas desa dengan Lokus penurunan stunting pada tahun 2021 dengan prevalensi 23,59 % atau 67 balita di desa Plesunga...
Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Kenaikan Tinggi Badan dan Berat Badan Balita Stunting di Puskesmas Gunung Kaler Tangerang
Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Kenaikan Tinggi Badan dan Berat Badan Balita Stunting di Puskesmas Gunung Kaler Tangerang
ABSTRACT WHO in 2020 stated that the prevalence of stunting under five worldwide was 22 percent or as many as 149.2 million. The prevalence of stunting in Indonesia (24.4%) is bett...
Peran ayah dalam penanganan stunting: A systematic review
Peran ayah dalam penanganan stunting: A systematic review
Background: Stunting is a significant malnutrition phenomenon faced by the world, including Indonesia. Various family factors, such as inadequate access to nutritious food, low exc...

