Javascript must be enabled to continue!
MASALAH DIARE DAN LIMA UPAYA PENCEGAHAN ( Five Level Prevention Menurut Leavel and Clark)
View through CrossRef
Diare atau penyakit diare (Diarrheal Disease) berasal dari bahasa yunani yaitu Diarroi yang artinya mengalir terus, adalah keadaan abnormal dari pengeluaran tinja yang frekuensi. Diare adalah Buang Air Besar (BAB) encer atau bahkan dapat berupa air (mencret) biasanya lebih dari 3 kali dalam sehari. Ini biasanya merupakan gejala infeksi saluran pencernaan. Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai bakteri, virus dan parasit. Infeksi menyebar melalui makanan atau air minum yang terkontaminasi. Selain itu, dapat terjadi dari orang ke orang sebagai akibat buruknya kebersihan diri (personal hygiene) dan lingkungan (sanitasi). Diare berat menyebabkan hilangnya cairan, dan dapat menyebabkan kematian, terutama pMenurut Kementerian Kesehatan RI (2010), diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya ada anak-anak dan orang-orang yang kurang gizi atau memiliki gangguan imunitas. Menurut Kementerian Kesehatan RI (2010), diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya ebih sering (biasanya tiga kali atau lebih) dalam satu hari. Diare terdiri dari 2 jenis yaitu diare akut dan diare persisten/kronik. Diare akut berlangsung kurang dari 14 hari. Diare kronik berlangsung lebih dari 14 hari. Dan dapat disimpulkan, Diare merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami Buang Air Besar (BAB) dengan konsistensi lembek atau cair dengan frekuensi 3 kali atau lebih perhari.
Title: MASALAH DIARE DAN LIMA UPAYA PENCEGAHAN ( Five Level Prevention Menurut Leavel and Clark)
Description:
Diare atau penyakit diare (Diarrheal Disease) berasal dari bahasa yunani yaitu Diarroi yang artinya mengalir terus, adalah keadaan abnormal dari pengeluaran tinja yang frekuensi.
Diare adalah Buang Air Besar (BAB) encer atau bahkan dapat berupa air (mencret) biasanya lebih dari 3 kali dalam sehari.
Ini biasanya merupakan gejala infeksi saluran pencernaan.
Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai bakteri, virus dan parasit.
Infeksi menyebar melalui makanan atau air minum yang terkontaminasi.
Selain itu, dapat terjadi dari orang ke orang sebagai akibat buruknya kebersihan diri (personal hygiene) dan lingkungan (sanitasi).
Diare berat menyebabkan hilangnya cairan, dan dapat menyebabkan kematian, terutama pMenurut Kementerian Kesehatan RI (2010), diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya ada anak-anak dan orang-orang yang kurang gizi atau memiliki gangguan imunitas.
Menurut Kementerian Kesehatan RI (2010), diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya ebih sering (biasanya tiga kali atau lebih) dalam satu hari.
Diare terdiri dari 2 jenis yaitu diare akut dan diare persisten/kronik.
Diare akut berlangsung kurang dari 14 hari.
Diare kronik berlangsung lebih dari 14 hari.
Dan dapat disimpulkan, Diare merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami Buang Air Besar (BAB) dengan konsistensi lembek atau cair dengan frekuensi 3 kali atau lebih perhari.
Related Results
A Cookbook of Her Own
A Cookbook of Her Own
Introduction The recipe is more than just a list of ingredients and the instructions on how to prepare a particular dish. Recipes also are, as Janet Floyd and Laurel Foster argu...
Defisiensi Zinc Sebagai Salah Satu Faktor Risiko Diare Akut Menjadi Diare Melanjut
Defisiensi Zinc Sebagai Salah Satu Faktor Risiko Diare Akut Menjadi Diare Melanjut
Latar belakang. Diare masih merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi pada anak,dan efeknya akan meningkat pada diare melanjut. Ekskresi yang meningkat dan mal...
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALUMPANG
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALUMPANG
Diare adalah keadadan frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali bagi anak, konsistensi feses encer, dapat berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan dara...
Hubungan Pemberian Suplemen Zinc Dengan Frekuensi Diare Pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Baloi Permai Tahun 2025
Hubungan Pemberian Suplemen Zinc Dengan Frekuensi Diare Pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Baloi Permai Tahun 2025
Berdasarkan data dinas kesehatan kota Batam Puskesmas Baloi Permai memiliki jumlah anak diare tertinggi pada tahun 2023 sebanyak 389 kasus diare pada anak. WHO merekomendasikan pen...
Karakteristik Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Biru Kabupaten Bone
Karakteristik Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Biru Kabupaten Bone
Kesehatan merupakan salah satu aspek dari kehidupan masyarakat mutu hidup, produktifitas tenaga kerja, angka kesakitan dan kematian yang tinggi pada bayi dan anak-anak. Penelitian ...
Hubungan Faktor Sosiodemografi Terhadap Pencegahan Diare Pada Balita Di Puskesmas Padang Selasa Palembang
Hubungan Faktor Sosiodemografi Terhadap Pencegahan Diare Pada Balita Di Puskesmas Padang Selasa Palembang
Diare merupakan penyebab kematian nomor satu pada bayi 31.4 persen, balita 25.2 persen, dan ke empat pada semua golongan 13.2 persen. Di Sumatera Selatan pada tahun 2020 angka keja...
Gambaran Kejadian Diare pada Balita di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Denpasar
Gambaran Kejadian Diare pada Balita di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Denpasar
Abstrak
Diare merupakan suatu penyakit buang air besar dengan frekuensi 3 kali atau lebih per hari yang berbentuk lunak dan cair serta dapat disertai darah, lendir, dan lemak. Dia...

