Javascript must be enabled to continue!
STRATEGI PENGENDALIAN KONTEN INTERNET ILEGAL DIREKTORAT PENGENDALIAN APLIKASI INFOMARTIKA
View through CrossRef
Fenomena penyebaran konten ilegal di internet menjadi tantangan besar bagi pemerintah dalam menjaga ekosistem digital yang aman. Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika (PAI), Kementerian Komunikasi dan Informatika, berperan dalam menegakkan regulasi dan strategi pengendalian konten ilegal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tata kelola, kontribusi budaya organisasi, pengaruh kepemimpinan, serta peran kapabilitas organisasi sebagai variabel perantara dalam mendukung pengendalian konten ilegal. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji efektivitas strategi pengendalian yang telah diterapkan serta memberikan rekomendasi strategis berdasarkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis regresi menggunakan Smart-PLS 4.0 untuk menguji hipotesis mengenai pengaruh tata kelola, budaya organisasi, dan leadership terhadap kapabilitas organisasi serta efektivitas pengendalian konten ilegal. Selain itu, pendekatan kualitatif dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pemangku kepentingan utama, seperti regulator, platform digital, penyedia layanan internet, akademisi, serta pakar keamanan siber. Analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) digunakan untuk mengidentifikasi faktor strategis, yang kemudian diolah dalam Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk menentukan prioritas strategi yang paling efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hipotesis dalam penelitian ini terbukti valid secara statistik. Tata kelola, budaya organisasi, dan leadership berpengaruh signifikan terhadap kapabilitas organisasi, dengan nilai R² sebesar 0.640 untuk tata kelola, 0.640 untuk budaya organisasi, dan 0.630 untuk leadership. Kapabilitas organisasi juga terbukti memiliki peran krusial dalam mendukung efektivitas pengendalian konten ilegal, dengan nilai R² sebesar 0.771. Selain itu, strategi berbasis literasi digital dan pemanfaatan teknologi modern menjadi prioritas utama dalam rekomendasi strategi berdasarkan analisis QSPM, dengan Total Attractiveness Score (TAS) tertinggi sebesar 6.91. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan efektivitas pengendalian konten ilegal memerlukan penguatan tata kelola yang lebih adaptif, budaya organisasi yang kolaboratif, serta kepemimpinan yang visioner. Selain itu, peningkatan kapabilitas organisasi melalui investasi teknologi modern dan peningkatan literasi digital menjadi strategi utama yang perlu diimplementasikan. Dengan pendekatan yang lebih proaktif dan kolaboratif, strategi pengendalian konten ilegal di Indonesia dapat lebih efektif dalam menciptakan ruang digital yang aman dan kondusif bagi masyarakat.
Title: STRATEGI PENGENDALIAN KONTEN INTERNET ILEGAL DIREKTORAT PENGENDALIAN APLIKASI INFOMARTIKA
Description:
Fenomena penyebaran konten ilegal di internet menjadi tantangan besar bagi pemerintah dalam menjaga ekosistem digital yang aman.
Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika (PAI), Kementerian Komunikasi dan Informatika, berperan dalam menegakkan regulasi dan strategi pengendalian konten ilegal di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tata kelola, kontribusi budaya organisasi, pengaruh kepemimpinan, serta peran kapabilitas organisasi sebagai variabel perantara dalam mendukung pengendalian konten ilegal.
Selain itu, penelitian ini juga mengkaji efektivitas strategi pengendalian yang telah diterapkan serta memberikan rekomendasi strategis berdasarkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis regresi menggunakan Smart-PLS 4.
0 untuk menguji hipotesis mengenai pengaruh tata kelola, budaya organisasi, dan leadership terhadap kapabilitas organisasi serta efektivitas pengendalian konten ilegal.
Selain itu, pendekatan kualitatif dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pemangku kepentingan utama, seperti regulator, platform digital, penyedia layanan internet, akademisi, serta pakar keamanan siber.
Analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) digunakan untuk mengidentifikasi faktor strategis, yang kemudian diolah dalam Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk menentukan prioritas strategi yang paling efektif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hipotesis dalam penelitian ini terbukti valid secara statistik.
Tata kelola, budaya organisasi, dan leadership berpengaruh signifikan terhadap kapabilitas organisasi, dengan nilai R² sebesar 0.
640 untuk tata kelola, 0.
640 untuk budaya organisasi, dan 0.
630 untuk leadership.
Kapabilitas organisasi juga terbukti memiliki peran krusial dalam mendukung efektivitas pengendalian konten ilegal, dengan nilai R² sebesar 0.
771.
Selain itu, strategi berbasis literasi digital dan pemanfaatan teknologi modern menjadi prioritas utama dalam rekomendasi strategi berdasarkan analisis QSPM, dengan Total Attractiveness Score (TAS) tertinggi sebesar 6.
91.
Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan efektivitas pengendalian konten ilegal memerlukan penguatan tata kelola yang lebih adaptif, budaya organisasi yang kolaboratif, serta kepemimpinan yang visioner.
Selain itu, peningkatan kapabilitas organisasi melalui investasi teknologi modern dan peningkatan literasi digital menjadi strategi utama yang perlu diimplementasikan.
Dengan pendekatan yang lebih proaktif dan kolaboratif, strategi pengendalian konten ilegal di Indonesia dapat lebih efektif dalam menciptakan ruang digital yang aman dan kondusif bagi masyarakat.
Related Results
Macroeconomic and Social Precursors of Suicide Rates in the Philippines: A Quantitative Analysis (Preprint)
Macroeconomic and Social Precursors of Suicide Rates in the Philippines: A Quantitative Analysis (Preprint)
BACKGROUND
Suicide is a complex, serious and multifaceted public health issue that poses significant challenges to societies worldwide. In fact, it represen...
REGULASI KONTEN ILEGAL PADA MEDIA BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI
REGULASI KONTEN ILEGAL PADA MEDIA BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tentang bagaimana permasalahan dalam pelaksanaan penegakan terhadap konten ilegal saat ini, serta bagaimana tantangan dan...
PELATIHAN DAN PENYULUHAN PEMBUATAN KONTEN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN SAUNG INJUK RESTO
PELATIHAN DAN PENYULUHAN PEMBUATAN KONTEN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN SAUNG INJUK RESTO
Mahalnya biaya pembuatan konten dan pemasangan iklan untuk pemasaran sebenarnya sejalan dengan output yang dihasilkan oleh perusahaan antara lain; meningkatkan penjualan, brand, me...
Patent Litigation and the Internet
Patent Litigation and the Internet
Patent infringement litigation has not only increased dramatically in frequency over the past few decades, but also has also seen striking growth in both stakes and cost. Although ...
Dampak Fintech Illegal dan Penegakan Hukumnya di Indonesia
Dampak Fintech Illegal dan Penegakan Hukumnya di Indonesia
Fintech, singkatan dari teknologi keuangan, telah membawa perubahan signifikan dalam cara kita melakukan transaksi keuangan, mengakses layanan keuangan, dan mengelola keuangan prib...
Analisis Viktimologi terhadap Korban Trading Ilegal (Binomo) yang di Promosikan oleh Influencer
Analisis Viktimologi terhadap Korban Trading Ilegal (Binomo) yang di Promosikan oleh Influencer
Abstract. Cyber crime in Indonesia has been increasing since 2020, oneexample of cyber crime through the internet is froud under the guise of investment and trading or illegal trad...
The Geography of Cyberspace
The Geography of Cyberspace
The Virtual and the Physical
The structure of virtual space is a product of the Internet’s geography and technology. Debates around the nature of the virtual — culture, s...
Perlindungan Hukum terhadap Konsumen dalam Jual Beli Akun Ilegal “Netflix†melalui Media Internet
Perlindungan Hukum terhadap Konsumen dalam Jual Beli Akun Ilegal “Netflix†melalui Media Internet
Teknologi menjadi sesuatu yang melekat dalam kehidupan masyarakat. Teknologi seperti Internet memungkinkan penggunanya untuk dapat melakukan berbagai macam hal salah satunya yaitu ...

