Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MAKNA SIMBOLIK CATUS PATHA AGUNG SEBAGAI TEMPAT PELAKSANAAN YADNYA DI KABUPATEN BANGLI

View through CrossRef
Simbol-simbol dalam agama Hindu sangat terkait dan tidak dapat dipisahkan dengan ajaran Ketuhanan (teologi Hindu), karena simbol-simbol tersebut merupakan ekspresi untuk mendekatkan diri manusia kepada-Nya. Simbol-simbol tersebut berupa arca atau pratima untuk dewa-dewa, wahana dewata atau kendaraan dewa-dewa, bangunan suci untuk sthana memuja-Nya. Namun, sebelum kita lebih lanjut berbicara, ada ide bahwa sebuah kota yang dulunya menjadi simbol kerajaan sekarang menjadi pusat kabupaten/kota konsep yang dimaksud ini disebut Catus patha. Secara umum Catus Patha berwujud catur muka yang mana hampir seluruh masyarakat Hindu Bali sangat percaya bahwa yang bersemayam di Catus patha adalah Sanghyang Catur Bhuana, Akan tetapi catus patha yang berdiri di Kota Bangli tersebut adalah patung menggunakan simbol Tri Murti. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif dengan pendekatan eksperimen sehingga peneliti sebagai instrumen kunci. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi, analisa data bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Sumber data primer yang dari hasil observasi di lapangan dan wawancara mendalam kepada para Sulinggih dan para Pinandita yang dianggap mengetahui kajian dalam penelitian ini. Sumber data Sekunder dalam penelitian ini berasal dari dokumen yaitu berupa data tertulis seperti buku atau literatur yang berhubungan dengan kajian permasalahan. Informan ditentukan secara purposive sampling, yakni terhadap mereka yang benar-benar berkecimpung di dalamnya. Dari hasil analisis yang didapatkan Catus Patha agung di Kota Bangli masih menjadi icon pemerintahan dimana masih terdapat unsur-unsurnya seperti Puri (Istana), Wantilan (ruang terbuka publik), alun-alun (ruang terbuka hijau), dan Peken (pasar) meskipun terdapat beberapa perubahan-perubahan pada masa kini. Sebagai pusat upacara yadnya seperti tawur agung, ngerebeg, nanggluk merana, ngulapin dan upacara-upacara lainnya, dan dalam ranah masyarakat terdapat sedikit polemik yang diantaranya simbol yang kurang relevan dengan Catus Patha Agung lainnya. Patung Catus Patha Agung di Kabupaten Bangli bahwa simbol tersebut terpajang simbol tri murti, sedangkan menurut beberapa lontar dan secara umum Catus Patha Agung  bersthana Shang Hyang Catur Bhuana diidentikan dengan catur muka atau bermuka empat.
Title: MAKNA SIMBOLIK CATUS PATHA AGUNG SEBAGAI TEMPAT PELAKSANAAN YADNYA DI KABUPATEN BANGLI
Description:
Simbol-simbol dalam agama Hindu sangat terkait dan tidak dapat dipisahkan dengan ajaran Ketuhanan (teologi Hindu), karena simbol-simbol tersebut merupakan ekspresi untuk mendekatkan diri manusia kepada-Nya.
Simbol-simbol tersebut berupa arca atau pratima untuk dewa-dewa, wahana dewata atau kendaraan dewa-dewa, bangunan suci untuk sthana memuja-Nya.
Namun, sebelum kita lebih lanjut berbicara, ada ide bahwa sebuah kota yang dulunya menjadi simbol kerajaan sekarang menjadi pusat kabupaten/kota konsep yang dimaksud ini disebut Catus patha.
Secara umum Catus Patha berwujud catur muka yang mana hampir seluruh masyarakat Hindu Bali sangat percaya bahwa yang bersemayam di Catus patha adalah Sanghyang Catur Bhuana, Akan tetapi catus patha yang berdiri di Kota Bangli tersebut adalah patung menggunakan simbol Tri Murti.
Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif dengan pendekatan eksperimen sehingga peneliti sebagai instrumen kunci.
Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi, analisa data bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.
Sumber data primer yang dari hasil observasi di lapangan dan wawancara mendalam kepada para Sulinggih dan para Pinandita yang dianggap mengetahui kajian dalam penelitian ini.
Sumber data Sekunder dalam penelitian ini berasal dari dokumen yaitu berupa data tertulis seperti buku atau literatur yang berhubungan dengan kajian permasalahan.
Informan ditentukan secara purposive sampling, yakni terhadap mereka yang benar-benar berkecimpung di dalamnya.
Dari hasil analisis yang didapatkan Catus Patha agung di Kota Bangli masih menjadi icon pemerintahan dimana masih terdapat unsur-unsurnya seperti Puri (Istana), Wantilan (ruang terbuka publik), alun-alun (ruang terbuka hijau), dan Peken (pasar) meskipun terdapat beberapa perubahan-perubahan pada masa kini.
Sebagai pusat upacara yadnya seperti tawur agung, ngerebeg, nanggluk merana, ngulapin dan upacara-upacara lainnya, dan dalam ranah masyarakat terdapat sedikit polemik yang diantaranya simbol yang kurang relevan dengan Catus Patha Agung lainnya.
Patung Catus Patha Agung di Kabupaten Bangli bahwa simbol tersebut terpajang simbol tri murti, sedangkan menurut beberapa lontar dan secara umum Catus Patha Agung  bersthana Shang Hyang Catur Bhuana diidentikan dengan catur muka atau bermuka empat.

Related Results

Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Fenomena Arsitektur Candi Prambanan adalah unik karena memenuhi kriterium dimensi makna transendental sejak awal mula pembangunannya, masa kehidupan, masa kegelapan, penemuan kemba...
PENDIDIKAN ETIKA HINDU PADA TEKS AGASTYA PARWA DALAM KEHIDUPAN MODERN
PENDIDIKAN ETIKA HINDU PADA TEKS AGASTYA PARWA DALAM KEHIDUPAN MODERN
ABSTRAK Agama Hindu memiliki tiga kerangka dasar yaitu tattwa, etika dan upacara. Ketiganya tidak berdiri sendiri, tetapi suatu kesatuan yang dilaksanakan oleh umat Hindu. Ji...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
Perbandingan Bentuk dan Makna Nama Tempat Di Bali Berdasarkan Prasasti Bali Kuno
Perbandingan Bentuk dan Makna Nama Tempat Di Bali Berdasarkan Prasasti Bali Kuno
Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan (1) nama tempat yang ada di Bali berdasarkan prasasti Bali Kuno, (2) perbandingan bentuk nama tempat di Bali berdasarkan prasasti Bali Ku...
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI, MOTIVASI KERJA, DAN KOMPENSASI TERHADAP TURNOVER INTENTION KARYAWAN PADA KSP CATUR BANGLI MANDIRI
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI, MOTIVASI KERJA, DAN KOMPENSASI TERHADAP TURNOVER INTENTION KARYAWAN PADA KSP CATUR BANGLI MANDIRI
Turnover intention (keinginan berpindah kerja) adalah kecenderungan atau keinginan berkelanjutan yang dilakukan oleh karyawan untuk meninggalkan organisasi dan digantikan kembali o...
النظرية الإشارية و التصورية
النظرية الإشارية و التصورية
Kontekstual dapat diartikan sebagai makna kata atau leksem yangberada pada suatu uraian atau kalimat yang dapat mengandung atau menambah kejelasan makna, yang dipengaruh oleh situa...
SUBJEKTIVITAS PRAMUDYA ANANTA TOER DALAM NOVEL PERBURUAN KAJIAN PSIKOANALIS HISTORIS SLAVOJ ZIZEK
SUBJEKTIVITAS PRAMUDYA ANANTA TOER DALAM NOVEL PERBURUAN KAJIAN PSIKOANALIS HISTORIS SLAVOJ ZIZEK
Penelitian ini menguraikan subjektivitas Pramoedya Ananta Toer dalam tindakannya menulis novel Perburuan. Tindakan itu bertujuan untuk membangun jarak dan melepaskan diri dari jera...

Back to Top