Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Attachment terhadap Self-Disclosure pada Pria Dewasa Awal yang Berpacaran
View through CrossRef
Berpacaran merupakan suatu tahapan bagi manusia untuk membangun attachment dengan lawan jenis yang umumnya dijalani saat berada di usia dewasa awal. Konflik tidak dapat dihindari dalam hubungan pacaran dan isu ini sering dikaitkan dengan masalah komunikasi. Self-disclosure dianggap menjadi salah satu cara untuk meminimalisir konflik. Individu yang merasa aman dalam membangun attachment memiliki kecenderungan untuk lebih banyak melakukan self-disclosure dan komunikasi secara langsung dibandingkan individu yang merasa tidak aman dalam membangun attachment. Studi ini bertujuan untuk meneliti apakah attachment yang terdiri dari dua dimensi, yaitu anxiety dan avoidance, memiliki pengaruh terhadap self-disclosure pada 72 pria dewasa awal yang sedang berpacaran. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan instrumen penelitian yaitu Experiences in Close Relationships-Revised dan Revised Self-Disclosure Scale. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara attachment anxiety terhadap self-disclosure (R2=.09, F= 7.127, p<.05) dan attachment avoidance terhadap self-disclosure (R2=.22, F= 20.258, p<.05). Artinya, semakin tinggi tingkat attachment anxiety dan/atau attachment avoidance seseorang, maka semakin rendah tingkat self-disclosure seseorang, dan sebaliknya. Namun, saat diperhitungkan bersama sebagai sebuah konstruk, hanya attachment avoidance yang memiliki pengaruh signifikan terhadap self-disclosure. Penemuan lain yang berkaitan dengan attachment dan self-disclosure juga turut didiskusikan.
Kata Kunci: attachment, self-disclosure, berpacaran, dewasa awal
Maranatha Christian University
Title: Pengaruh Attachment terhadap Self-Disclosure pada Pria Dewasa Awal yang Berpacaran
Description:
Berpacaran merupakan suatu tahapan bagi manusia untuk membangun attachment dengan lawan jenis yang umumnya dijalani saat berada di usia dewasa awal.
Konflik tidak dapat dihindari dalam hubungan pacaran dan isu ini sering dikaitkan dengan masalah komunikasi.
Self-disclosure dianggap menjadi salah satu cara untuk meminimalisir konflik.
Individu yang merasa aman dalam membangun attachment memiliki kecenderungan untuk lebih banyak melakukan self-disclosure dan komunikasi secara langsung dibandingkan individu yang merasa tidak aman dalam membangun attachment.
Studi ini bertujuan untuk meneliti apakah attachment yang terdiri dari dua dimensi, yaitu anxiety dan avoidance, memiliki pengaruh terhadap self-disclosure pada 72 pria dewasa awal yang sedang berpacaran.
Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan instrumen penelitian yaitu Experiences in Close Relationships-Revised dan Revised Self-Disclosure Scale.
Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara attachment anxiety terhadap self-disclosure (R2=.
09, F= 7.
127, p<.
05) dan attachment avoidance terhadap self-disclosure (R2=.
22, F= 20.
258, p<.
05).
Artinya, semakin tinggi tingkat attachment anxiety dan/atau attachment avoidance seseorang, maka semakin rendah tingkat self-disclosure seseorang, dan sebaliknya.
Namun, saat diperhitungkan bersama sebagai sebuah konstruk, hanya attachment avoidance yang memiliki pengaruh signifikan terhadap self-disclosure.
Penemuan lain yang berkaitan dengan attachment dan self-disclosure juga turut didiskusikan.
Kata Kunci: attachment, self-disclosure, berpacaran, dewasa awal.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PENGARUH KEPERCAYAAN DAN INTIMASI TERHADAP KEPUASAN HUBUNGAN BERPACARAN JARAK JAUH PADA DEWASA AWAL
PENGARUH KEPERCAYAAN DAN INTIMASI TERHADAP KEPUASAN HUBUNGAN BERPACARAN JARAK JAUH PADA DEWASA AWAL
Tidak sedikit individu dewasa awal yang ingin membangun sebuah komitmen romantis dengan orang lain melalui hubungan berpacaran, termasuk hubungan berpacaran jarak jauh. Layaknya hu...
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN TIDAK AMAN DENGAN KOMITMEN PADA DEWASA AWAL YANG BERPACARAN DI SURABAYA
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN TIDAK AMAN DENGAN KOMITMEN PADA DEWASA AWAL YANG BERPACARAN DI SURABAYA
Komitmen merupakan hal yang penting dalam mempertahankan hubungan yang sedang dijalani. Ternyata jenis kelekatan yang dimiliki seseorang juga akan mempengaruhi bagaimana mereka ber...
Pengaruh Insecure Attachment terhadap Perilaku Kekerasan Psikologis dalam Berpacaran pada Remaja
Pengaruh Insecure Attachment terhadap Perilaku Kekerasan Psikologis dalam Berpacaran pada Remaja
Abstract. Cases of dating violence in Bandung City are currently the highest after domestic violence and have been increasing every year. The attachment style theory can be used to...
HUBUNGAN ANTARA PET ATTACHMENT DENGAN KESEPIAN PADA WANITA DEWASA AWAL PEMELIHARA KUCING
HUBUNGAN ANTARA PET ATTACHMENT DENGAN KESEPIAN PADA WANITA DEWASA AWAL PEMELIHARA KUCING
Wanita dewasa awal yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan hidup yang terjadi akan mengalami kesepian. Salah satu cara untuk mengurangi kesepian pada wanita dewasa awal...
Hubungan Kelekatan Orang Dewasa Dengan Regulasi Emosi Pada Masa Dewasa Awal
Hubungan Kelekatan Orang Dewasa Dengan Regulasi Emosi Pada Masa Dewasa Awal
Permasalahan individu dimasa dewasa awal berkaitan dengan peran dan tanggung jawab baru yang menyebabkan individu memiliki regulasi emosi yang baik. Regulasi emosi dimasa dewasa di...

