Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kajian Interaksi Obat Potensial di Ruang Rawat Jantung Salah Satu Rumah Sakit di Manado: Studi Retrospektif

View through CrossRef
Penggunaan kombinasi obat pada pasien jantung dapat meningkatkan resiko kejadian interaksi obat. Interaksi obat termasuk salah satu masalah terkait obat yang mengakibatkan kerugian pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kombinasi obat yang berpotensi menyebabkan interaksi serta menganalisis tingkat risiko klinis interaksi obat pada pasien penyakit jantung. Studi observasional retrospektif ini dilakukan di Instalasi Rawat Inap Cardiovascular and Brain Center (CVBC) salah satu rumah sakit di Manado selama Januari hingga Maret 2020. Data dikumpulkan dari rekam medik dan rekonsiliasi obat 49 pasien. Hasil menunjukkan bahwa 100% pasien mengalami interaksi obat potensial selama dirawat inap, 98% saat keluar dari rumah sakit, dan 53,1% saat di IGD. Lansoprazol, atorvastatin, klopidogrel, dan aspirin merupakan obat yang paling sering digunakan, serta paling sering terlibat dalam interaksi. Jenis interaksi yang dominan adalah farmakodinamik (69,1%) saat rawat inap dan farmakokinetik (46,3%) saat di IGD. Sebagian besar interaksi dikategorikan dengan tingkat keparahan moderat. Kombinasi lansoprazol + atorvastatin, lansoprazol + klopidogrel, dan aspirin + klopidogrel termasuk dalam interaksi yang paling sering terjadi. Temuan ini menekankan pentingnya pemantauan ketat terhadap potensi interaksi obat pada pasien penyakit jantung guna mencegah dampak klinis yang merugikan dan meningkatkan keamanan terapi. Penelitian ini merekomendasikan keterlibatan farmasis klinis secara aktif dalam proses peresepan dan rekonsiliasi obat.
Title: Kajian Interaksi Obat Potensial di Ruang Rawat Jantung Salah Satu Rumah Sakit di Manado: Studi Retrospektif
Description:
Penggunaan kombinasi obat pada pasien jantung dapat meningkatkan resiko kejadian interaksi obat.
Interaksi obat termasuk salah satu masalah terkait obat yang mengakibatkan kerugian pada pasien.
 Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kombinasi obat yang berpotensi menyebabkan interaksi serta menganalisis tingkat risiko klinis interaksi obat pada pasien penyakit jantung.
Studi observasional retrospektif ini dilakukan di Instalasi Rawat Inap Cardiovascular and Brain Center (CVBC) salah satu rumah sakit di Manado selama Januari hingga Maret 2020.
Data dikumpulkan dari rekam medik dan rekonsiliasi obat 49 pasien.
Hasil menunjukkan bahwa 100% pasien mengalami interaksi obat potensial selama dirawat inap, 98% saat keluar dari rumah sakit, dan 53,1% saat di IGD.
Lansoprazol, atorvastatin, klopidogrel, dan aspirin merupakan obat yang paling sering digunakan, serta paling sering terlibat dalam interaksi.
Jenis interaksi yang dominan adalah farmakodinamik (69,1%) saat rawat inap dan farmakokinetik (46,3%) saat di IGD.
Sebagian besar interaksi dikategorikan dengan tingkat keparahan moderat.
Kombinasi lansoprazol + atorvastatin, lansoprazol + klopidogrel, dan aspirin + klopidogrel termasuk dalam interaksi yang paling sering terjadi.
Temuan ini menekankan pentingnya pemantauan ketat terhadap potensi interaksi obat pada pasien penyakit jantung guna mencegah dampak klinis yang merugikan dan meningkatkan keamanan terapi.
Penelitian ini merekomendasikan keterlibatan farmasis klinis secara aktif dalam proses peresepan dan rekonsiliasi obat.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Korelasi Iklan Obat Demam di Televisi Terhadap Pemilihan Obat pada Swamedikasi
Korelasi Iklan Obat Demam di Televisi Terhadap Pemilihan Obat pada Swamedikasi
Swamedikasi dilakukan masyarakat untuk mengobati penyakit yang dapat dikenali sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklan obat demam di televisi terhadap pemi...

Back to Top