Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Rawi Khawarij dalam Sahih Al-Bukhari

View through CrossRef
  Tulisan ini mendiskusikan beberapa riwayat hadis di dalam Sahih al-Bukhari yang di dalam sanadnya terindikasi terdapat rawi ahli bid’ah yaitu Khawarij. Di antara rawi Khawarij yang terdapat di dalam Sahih al-Bukhari bernama ‘Imran ibn Hittan. Dengan menggunakan studi pustaka, tulisan ini menemukan informasi bahwa terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ahli hadis mengenai penerimaan terhadap riwayat yang berasal dari seorang rawi ahli bid’ah. Ulama yang menolak riwayat ahli bid’ah mendasarkan pendapatnya pada anggapan bahwa mereka adalah orang-orang yang kufur. Sedangkan ulama yang membolehkan riwayat ahli bid’ah umumnya memiliki syarat yang jelas. Syarat tersebut ialah bahwa rawi ini tidak termasuk ke dalam rawi yang muttaham bi al-kizb, dan juga riwayatnya tidak menyeru pada bid’ahnya. Temuan dari tulisan ini adalah bahwa rawi yang bernama ‘Imran ibn Hittan, meskipun merupakan seorang Khawarij, ia adalah seorang yang tsiqah. Di dalam riwayatnya yang terdapat di dalam Sahih al-Bukhari tidak menyeru pada bid’ah yang diyakininya. Sehingga hadis yang diriwayatkan melalui jalur ‘Imran ibn Hittan ini tidak perlu diragukan lagi keshahihannya.
Title: Rawi Khawarij dalam Sahih Al-Bukhari
Description:
  Tulisan ini mendiskusikan beberapa riwayat hadis di dalam Sahih al-Bukhari yang di dalam sanadnya terindikasi terdapat rawi ahli bid’ah yaitu Khawarij.
Di antara rawi Khawarij yang terdapat di dalam Sahih al-Bukhari bernama ‘Imran ibn Hittan.
Dengan menggunakan studi pustaka, tulisan ini menemukan informasi bahwa terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ahli hadis mengenai penerimaan terhadap riwayat yang berasal dari seorang rawi ahli bid’ah.
Ulama yang menolak riwayat ahli bid’ah mendasarkan pendapatnya pada anggapan bahwa mereka adalah orang-orang yang kufur.
Sedangkan ulama yang membolehkan riwayat ahli bid’ah umumnya memiliki syarat yang jelas.
Syarat tersebut ialah bahwa rawi ini tidak termasuk ke dalam rawi yang muttaham bi al-kizb, dan juga riwayatnya tidak menyeru pada bid’ahnya.
Temuan dari tulisan ini adalah bahwa rawi yang bernama ‘Imran ibn Hittan, meskipun merupakan seorang Khawarij, ia adalah seorang yang tsiqah.
Di dalam riwayatnya yang terdapat di dalam Sahih al-Bukhari tidak menyeru pada bid’ah yang diyakininya.
Sehingga hadis yang diriwayatkan melalui jalur ‘Imran ibn Hittan ini tidak perlu diragukan lagi keshahihannya.

Related Results

BAHASA PERADABAN DAN KEBANGSAAN DALAM PEMIKIRAN KHAWARIJ
BAHASA PERADABAN DAN KEBANGSAAN DALAM PEMIKIRAN KHAWARIJ
Firqah dalam Islam muncul dan tumbuh setelah wafatnya Nabi SAW melalui sebab-sebab politik seputar perebutan khilafah. Perseteruan (fitnah) umat Islam muncul di permukaan usai terb...
Konsep Etika Guru Perspektif Al-Bukhari; Studi atas Kitab Sahih al-Bukhari Karya Abu ‘Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari
Konsep Etika Guru Perspektif Al-Bukhari; Studi atas Kitab Sahih al-Bukhari Karya Abu ‘Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari
The Concept of Teacher Ethics in Al-Bukhari's Perspective; Study of the Book of Sahih al-Bukhari by Abu 'Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari. This paper aims to discuss study o...
TAFSIR ASY-SYA'RAWI
TAFSIR ASY-SYA'RAWI
This article tries to analyze the biography of Muhammad Mutawalli asy-Sya'rawi, a mufassir, along with its work Tafsir asy-Sya 'rawi: Khawatir asy-Sya'rawi haul al-Qur'an al-Karim....
An Orientalist Today: Jonathan A.C. Brown's Thoughts on Hadith
An Orientalist Today: Jonathan A.C. Brown's Thoughts on Hadith
The term "Orientalist" refers to scholars, mostly from the West, who specialize in studying Eastern cultures, including Islamic texts such as the Quran and Hadith. This study explo...
Sahih Bukhari Hadith’s View of Social Justice in Multiethnic Nation
Sahih Bukhari Hadith’s View of Social Justice in Multiethnic Nation
Malaysia, a multiethnic nation with a diverse population of races, faiths, and political beliefs, requires an effective and contemporary strategy to maintain social stability. Poli...
ASYHUR AL-HURUM MENURUT PERSPEKTIF AL-QUR’AN (STUDI KOMPARATIF ANTARA MUTAWALLI AL-SYA’RAWI DAN SAYYID QUTHB) DAN RELEVANSINYA SAAT INI
ASYHUR AL-HURUM MENURUT PERSPEKTIF AL-QUR’AN (STUDI KOMPARATIF ANTARA MUTAWALLI AL-SYA’RAWI DAN SAYYID QUTHB) DAN RELEVANSINYA SAAT INI
Penelitian ini bermaksud meneliti bagaimana pandangan Al-Qur’an terhadap Asyhur Al-H{urum melalui penafsiran kedua ulama dengan  mengambil dua perbandingan kitab tafsir yaitu tafsi...
Explorasi Falsafah "Nggahi Rawi Pahu" dalam Pendidikan Islam pada Siswa Woja, Kabupaten Dompu
Explorasi Falsafah "Nggahi Rawi Pahu" dalam Pendidikan Islam pada Siswa Woja, Kabupaten Dompu
This research aims to explore the implementation of Islamic educational values within the philosophy of "Nggahi Rawi Pahu" among students at SMAN 2 Woja, Woja District, Dompu Regen...

Back to Top