Javascript must be enabled to continue!
LINGKUNGAN KELUARGA, KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN DAN MOTIVASI USAHA TERHADAP KEBERHASILAN USAHA UKM KAMPUNG LANTONG BANYU URIP SURABAYA
View through CrossRef
ABSTRACT
The existence of traditional culinary businesses rooted in local communities suggests that the success of small and medium enterprises (SMEs) is not determined solely by economic capacity but is also shaped by the social dynamics surrounding business activities. Although numerous studies have examined factors influencing SME success, understanding of how family environment, entrepreneurial characteristics, and business motivation contribute to the performance of community-based traditional culinary enterprises remains limited. Kampung Lontong Banyuurip in Surabaya provides an interesting setting for exploring this phenomenon, as it has maintained sustainable business activities despite economic changes in the post-pandemic period. This study investigated the relationship between these three factors and the business success of lontong entrepreneurs using a quantitative approach. All 59 lontong entrepreneurs were involved as respondents through a saturated sampling technique, while data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression with SPSS version 22.0 after passing instrument and classical assumption tests. The findings reveal that family environment, entrepreneurial characteristics, and business motivation have positive and significant effects on business success, both partially and simultaneously. Among these variables, business motivation emerged as the most dominant factor. The study highlights that the success of traditional culinary enterprises within local communities is shaped by the interaction of family support, entrepreneurial capacity, and the entrepreneurs’ internal drive, thereby providing a broader perspective on the success of community-based SMEs.
ABSTRAK
Keberadaan usaha kuliner tradisional berbasis komunitas lokal menunjukkan bahwa keberhasilan UKM tidak selalu ditentukan oleh kapasitas ekonomi semata, melainkan juga dipengaruhi oleh dinamika sosial yang berkembang di lingkungan usaha. Meskipun kajian mengenai faktor keberhasilan UKM telah banyak dilakukan, pemahaman mengenai bagaimana lingkungan keluarga, karakteristik kewirausahaan, dan motivasi usaha berkontribusi pada usaha kuliner tradisional berbasis komunitas masih relatif terbatas. Kampung Lontong Banyuurip Surabaya menjadi konteks yang menarik untuk mengkaji fenomena tersebut karena mampu mempertahankan aktivitas usaha secara berkelanjutan di tengah perubahan kondisi ekonomi pascapandemi. Penelitian ini menelaah keterkaitan ketiga faktor tersebut dengan keberhasilan usaha pengusaha lontong melalui pendekatan kuantitatif. Seluruh pengusaha lontong yang berjumlah 59 orang dilibatkan sebagai responden dengan teknik sampling jenuh, sementara data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda berbantuan SPSS versi 22.0 setelah melewati pengujian instrumen dan asumsi klasik. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa lingkungan keluarga, karakteristik kewirausahaan, dan motivasi usaha memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha, baik secara parsial maupun simultan. Di antara ketiga faktor tersebut, motivasi usaha muncul sebagai faktor yang paling dominan. Kajian ini menegaskan bahwa keberhasilan usaha kuliner tradisional dalam komunitas lokal terbentuk melalui interaksi antara dukungan keluarga, kapasitas kewirausahaan, dan dorongan internal pelaku usaha, sehingga memberikan perspektif yang lebih luas mengenai keberhasilan UKM berbasis komunitas.
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia
Title: LINGKUNGAN KELUARGA, KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN DAN MOTIVASI USAHA TERHADAP KEBERHASILAN USAHA UKM KAMPUNG LANTONG BANYU URIP SURABAYA
Description:
ABSTRACT
The existence of traditional culinary businesses rooted in local communities suggests that the success of small and medium enterprises (SMEs) is not determined solely by economic capacity but is also shaped by the social dynamics surrounding business activities.
Although numerous studies have examined factors influencing SME success, understanding of how family environment, entrepreneurial characteristics, and business motivation contribute to the performance of community-based traditional culinary enterprises remains limited.
Kampung Lontong Banyuurip in Surabaya provides an interesting setting for exploring this phenomenon, as it has maintained sustainable business activities despite economic changes in the post-pandemic period.
This study investigated the relationship between these three factors and the business success of lontong entrepreneurs using a quantitative approach.
All 59 lontong entrepreneurs were involved as respondents through a saturated sampling technique, while data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression with SPSS version 22.
0 after passing instrument and classical assumption tests.
The findings reveal that family environment, entrepreneurial characteristics, and business motivation have positive and significant effects on business success, both partially and simultaneously.
Among these variables, business motivation emerged as the most dominant factor.
The study highlights that the success of traditional culinary enterprises within local communities is shaped by the interaction of family support, entrepreneurial capacity, and the entrepreneurs’ internal drive, thereby providing a broader perspective on the success of community-based SMEs.
ABSTRAK
Keberadaan usaha kuliner tradisional berbasis komunitas lokal menunjukkan bahwa keberhasilan UKM tidak selalu ditentukan oleh kapasitas ekonomi semata, melainkan juga dipengaruhi oleh dinamika sosial yang berkembang di lingkungan usaha.
Meskipun kajian mengenai faktor keberhasilan UKM telah banyak dilakukan, pemahaman mengenai bagaimana lingkungan keluarga, karakteristik kewirausahaan, dan motivasi usaha berkontribusi pada usaha kuliner tradisional berbasis komunitas masih relatif terbatas.
Kampung Lontong Banyuurip Surabaya menjadi konteks yang menarik untuk mengkaji fenomena tersebut karena mampu mempertahankan aktivitas usaha secara berkelanjutan di tengah perubahan kondisi ekonomi pascapandemi.
Penelitian ini menelaah keterkaitan ketiga faktor tersebut dengan keberhasilan usaha pengusaha lontong melalui pendekatan kuantitatif.
Seluruh pengusaha lontong yang berjumlah 59 orang dilibatkan sebagai responden dengan teknik sampling jenuh, sementara data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda berbantuan SPSS versi 22.
0 setelah melewati pengujian instrumen dan asumsi klasik.
Temuan penelitian memperlihatkan bahwa lingkungan keluarga, karakteristik kewirausahaan, dan motivasi usaha memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha, baik secara parsial maupun simultan.
Di antara ketiga faktor tersebut, motivasi usaha muncul sebagai faktor yang paling dominan.
Kajian ini menegaskan bahwa keberhasilan usaha kuliner tradisional dalam komunitas lokal terbentuk melalui interaksi antara dukungan keluarga, kapasitas kewirausahaan, dan dorongan internal pelaku usaha, sehingga memberikan perspektif yang lebih luas mengenai keberhasilan UKM berbasis komunitas.
Related Results
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan dan Motivasi Kewirausahaan terhadap Keberhasilan Usaha Mahasiswa Kewirausahaan di Universitas Tarumanagara
Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan dan Motivasi Kewirausahaan terhadap Keberhasilan Usaha Mahasiswa Kewirausahaan di Universitas Tarumanagara
Perkembangan bisnis yang sedang berkembang membuat adanya persaingan bisnis agar bisa bersaing di pasaran. Untuk membangun suatu usaha, para pelaku usaha juga memerlukan adanya pen...
PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA, PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN, DAN JIWA KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SISWA SMKN 1 KOTA JAMBI
PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA, PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN, DAN JIWA KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SISWA SMKN 1 KOTA JAMBI
Provinsi Jambi pada tahun 2020 Pengangguran yang berasal dari tamatan SMK juga menjadi TPT yang tertinggi dibandingkan dengan Lulusan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menget...
PENGEMBANGAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN PELAKU UKM YANG TINGGAL DI PINGGIRAN ALIRAN SUNGAI PROGO YOGYAKARTA BERBASIS NILAI KARAKTER DAN KEARIFAN LOKAL
PENGEMBANGAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN PELAKU UKM YANG TINGGAL DI PINGGIRAN ALIRAN SUNGAI PROGO YOGYAKARTA BERBASIS NILAI KARAKTER DAN KEARIFAN LOKAL
Penelitian bertujuan mengungkap model pengembangan pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) berbasis nilai karakter dan kearifan lokal. Lebih spesifik tujuan penelitian ini, memahami kedu...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Analisis Strategi Pengelolaan Dana Kampung
Analisis Strategi Pengelolaan Dana Kampung
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat kepatuhan implementasi UU No. 6 tahun 2014, dan pasal 100 PP No. 43 Tahun 2014 pada aparat kampung, menganalisis manfaat dana kampu...

