Javascript must be enabled to continue!
DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis) TERHADAP BAKTERI Streptococcus Mutans
View through CrossRef
Karies gigi merupakan penyakit yang paling banyak dijumpai di rongga mulut, sehingga merupakan masalah utama kesehatan gigi dan mulut. Patogenitas Streptococcus mutans sebagai penyebab utama karies gigi dipercaya dapat mengganggu biologi rongga mulut. Streptococcus mutans dapat memproduksi asam laktat, sehingga dapat menyebabkan demineralisasi dari permukaan gigi yang merupakan proses terjadinya karies. Guna mencegah terjadinya karies gigi, dewasa ini banyak metode yang digunakan, misalnya penyikatan gigi, berkumur dengan antiseptik, aplikasi fluor, perbaikan kualitas saliva dan akhir-akhir ini ditemukan bahwa teh dapat digunakan sebagai pencegah terjadinya karies. Bahan yang terkandung di dalam teh hijau yang berperan sebagai antiseptik adalah katekin dan tannin yang merupakan senyawa polifenol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur daya hambat ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis) terhadap bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik, untuk melihat sifat antibakteri dengan mengukur konsentrasi inhibisi dan efek hambat minimal berbagai kadar ekstrak daun teh hijau. Pada penelitian ini dilakukan 3 kali perlakuan pada 6 dosis pemberian ekstrak daun teh hijau, yaitu dosis 10 %, 20 %, 30 %, 40 %, 50 % dan 100 % (kontrol positif). Data dianalisis dengan uji One-Way ANOVA. Hasil uji One-way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan diameter zona hambat yang signifikan (p<0,05) pada konsentrasi 10% dan 100% setelah masa inkubasi 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun teh hijau mampu menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Peningkatan konsentrasi ekstrak daun teh hijau berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan efek antibakteri.
Title: DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis) TERHADAP BAKTERI Streptococcus Mutans
Description:
Karies gigi merupakan penyakit yang paling banyak dijumpai di rongga mulut, sehingga merupakan masalah utama kesehatan gigi dan mulut.
Patogenitas Streptococcus mutans sebagai penyebab utama karies gigi dipercaya dapat mengganggu biologi rongga mulut.
Streptococcus mutans dapat memproduksi asam laktat, sehingga dapat menyebabkan demineralisasi dari permukaan gigi yang merupakan proses terjadinya karies.
Guna mencegah terjadinya karies gigi, dewasa ini banyak metode yang digunakan, misalnya penyikatan gigi, berkumur dengan antiseptik, aplikasi fluor, perbaikan kualitas saliva dan akhir-akhir ini ditemukan bahwa teh dapat digunakan sebagai pencegah terjadinya karies.
Bahan yang terkandung di dalam teh hijau yang berperan sebagai antiseptik adalah katekin dan tannin yang merupakan senyawa polifenol.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur daya hambat ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis) terhadap bakteri Streptococcus mutans.
Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik, untuk melihat sifat antibakteri dengan mengukur konsentrasi inhibisi dan efek hambat minimal berbagai kadar ekstrak daun teh hijau.
Pada penelitian ini dilakukan 3 kali perlakuan pada 6 dosis pemberian ekstrak daun teh hijau, yaitu dosis 10 %, 20 %, 30 %, 40 %, 50 % dan 100 % (kontrol positif).
Data dianalisis dengan uji One-Way ANOVA.
Hasil uji One-way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan diameter zona hambat yang signifikan (p<0,05) pada konsentrasi 10% dan 100% setelah masa inkubasi 24 jam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun teh hijau mampu menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.
Peningkatan konsentrasi ekstrak daun teh hijau berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan efek antibakteri.
.
Related Results
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat antioksidatif ekstrak teh (Camellia sinensis Linn.) jenis teh hijau, teh hitam, teh oolong dan teh putih dengan pengeringan beku (Fr...
KOMPARASI SIFAT ANTIOKSIDATIF SEDUHAN TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH PRODUKSI PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX
KOMPARASI SIFAT ANTIOKSIDATIF SEDUHAN TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH PRODUKSI PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX
Teh merupakan minuman yang paling populer di masyarakat. Terdapat empat jenis teh : teh hijau, teh hitam, teh oolong, teh putih. Keempatnya dibedakan berdasarkan proses pengolahan....
Pengendalian Kualitas pada Proses Pengolahan Teh Hijau Menggunakan Metode Lean Six Sigma
Pengendalian Kualitas pada Proses Pengolahan Teh Hijau Menggunakan Metode Lean Six Sigma
Teh hijau diproduksi dengan cara inaktivasi enzim polifenol oksidase pada daun teh pada suhu 90-110°C. Kualitas teh hijau dipengaruhi oleh kualitas pucuk yang digunakan untuk pengo...
Perbandingan Efek Antibakteri Ekstrak Air Kopi Arabika dengan Ekstrak Air Teh Hijau pada Kultur Bakteri Methicillin-resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) ATTC 33951
Perbandingan Efek Antibakteri Ekstrak Air Kopi Arabika dengan Ekstrak Air Teh Hijau pada Kultur Bakteri Methicillin-resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) ATTC 33951
Abstract. Arabica coffee and green tea are known as plants that contain active antibacterial compounds such as alkaloids, tannins, phenolic compounds, flavonoids, triterpenoids, an...
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Bintaro (Cerbera odollam) dalam Menghambat Pertumbuhan Streptococcus mutans dan Escherichia coli
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Bintaro (Cerbera odollam) dalam Menghambat Pertumbuhan Streptococcus mutans dan Escherichia coli
Tanaman bintaro (Cerbera odollam) salah satu dari banyak tanaman antimikroba yang ditemukan di Indonesia. Tanaman bintaro efektif dalam mengendalikan serangan hama, namun dalam pen...
Optimasi Sediaan Salep Ekstrak Green Tea Camellia Sinensis Dengan Metode Simplex Lattice Design
Optimasi Sediaan Salep Ekstrak Green Tea Camellia Sinensis Dengan Metode Simplex Lattice Design
Daun teh hijau ini adalah familli dari theaceae tumbuhan ini merupakan perdu atau tanaman pohon kecilberukuran paling tinggi 30 kaki yang biasanya dipangkas 2-...
POLA KOMERSIALISASI TEH HIJAU PADA INDUSTRI HOSPITALITY : PANDANGAN PELAKU USAHA
POLA KOMERSIALISASI TEH HIJAU PADA INDUSTRI HOSPITALITY : PANDANGAN PELAKU USAHA
Teh adalah produk yang dikonsumsi secara luas dinikmati oleh konsumen di seluruh dunia. Popularitasnya adalah karena manfaat kesehatannya yang terbukti secara ilmiah jika dikonsums...
Perbandingan Efektivitas Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) 75% dengan Natrium Hipoklorida (NaOCl) 2.5% terhadap Bakteri Enterococcus faecalis: Studi In-Vitro
Perbandingan Efektivitas Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) 75% dengan Natrium Hipoklorida (NaOCl) 2.5% terhadap Bakteri Enterococcus faecalis: Studi In-Vitro
Background: Increase in bacterial resistance intracanal medicaments and side effects of chemical irrigants has led to the search for alternative herbal irrigants. This research was...

