Javascript must be enabled to continue!
Interpretation of Farid Esack's Hermeneutics as a Value of Social Movement Transformation
View through CrossRef
Slogan apartheid yang diusung Partai Nasional yang mengatur kehidupan kulit hitam di Afrika Selatan menimbulkan gejolak dan kritik keras baik di dalam maupun di luar Afrika. Berdirinya organisasi The Call of Islam pada tahun 1984 yang diprakarsai oleh Esack dengan gagasan pembebasan yang bersumber dari konsep hermeneutiknya, merupakan salah satu bentuk perlawanan. Kajian ini membahas gagasan hermeneutika Esack secara mendalam dan menyajikan bentuk pembacaan Al-Qur’an dengan hermeneutika Esack dalam memperkuat gerakan sosial. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model penelitian kepustakaan. Data primer diambil dari buku-buku karya Esack yang berkaitan dengan hermeneutika dan gerakan sosial. Sedangkan data sekunder berupa artikel dan tulisan yang berkaitan dengan pemikiran dan gerakan sosialnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika Esack memadukan model regresi-progresif Arkoun dan gerakan ganda Fazlurrahman . Hermeneutika Esack memiliki enam kunci penafsiran yang saling berkaitan dan bertujuan untuk membebaskan kaum tertindas dari kezaliman penguasa. Enam kunci yang dimaksud adalah Taqwa , Tauhid , Al-Nas , Al-Mustadh'afun fi Al-Ardh , Al-Adl dan Al-Qisth , dan Jihad . Gerakan sosial yang terinspirasi dari hermeneutika Esack antara lain Perkumpulan Mahasiswa Muslim (MSA), Gerakan Pemuda Muslim (MYM), Kiblat, dan The Call of Islam. Bentuk perlawanan tersebut adalah anti apartheid ( jihad dan syahadat ), jihad rasisme (melawan rasisme), jihad sosial ekonomi (untuk rekonstruksi pembangunan dan melawan kemiskinan), dan jihad gender .
Title: Interpretation of Farid Esack's Hermeneutics as a Value of Social Movement Transformation
Description:
Slogan apartheid yang diusung Partai Nasional yang mengatur kehidupan kulit hitam di Afrika Selatan menimbulkan gejolak dan kritik keras baik di dalam maupun di luar Afrika.
Berdirinya organisasi The Call of Islam pada tahun 1984 yang diprakarsai oleh Esack dengan gagasan pembebasan yang bersumber dari konsep hermeneutiknya, merupakan salah satu bentuk perlawanan.
Kajian ini membahas gagasan hermeneutika Esack secara mendalam dan menyajikan bentuk pembacaan Al-Qur’an dengan hermeneutika Esack dalam memperkuat gerakan sosial.
Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model penelitian kepustakaan.
Data primer diambil dari buku-buku karya Esack yang berkaitan dengan hermeneutika dan gerakan sosial.
Sedangkan data sekunder berupa artikel dan tulisan yang berkaitan dengan pemikiran dan gerakan sosialnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika Esack memadukan model regresi-progresif Arkoun dan gerakan ganda Fazlurrahman .
Hermeneutika Esack memiliki enam kunci penafsiran yang saling berkaitan dan bertujuan untuk membebaskan kaum tertindas dari kezaliman penguasa.
Enam kunci yang dimaksud adalah Taqwa , Tauhid , Al-Nas , Al-Mustadh'afun fi Al-Ardh , Al-Adl dan Al-Qisth , dan Jihad .
Gerakan sosial yang terinspirasi dari hermeneutika Esack antara lain Perkumpulan Mahasiswa Muslim (MSA), Gerakan Pemuda Muslim (MYM), Kiblat, dan The Call of Islam.
Bentuk perlawanan tersebut adalah anti apartheid ( jihad dan syahadat ), jihad rasisme (melawan rasisme), jihad sosial ekonomi (untuk rekonstruksi pembangunan dan melawan kemiskinan), dan jihad gender .
Related Results
EPISTEMOLOGI TAFSIR AL-QURAN FARID ESACK
EPISTEMOLOGI TAFSIR AL-QURAN FARID ESACK
Abstract: Epistemologi cally speaking, Esack’s herme¬neu-tics is based on reception hermeneutics which is populer in the hand of Biblical hermenut, Fran¬cis Shcussler-Fiorenza. In ...
Tauhid dalam Perspektif Farid Esack
Tauhid dalam Perspektif Farid Esack
Tulisan ini mengulas pandangan Farid Esack mengenai makna Tauhid dalam al-Qur’an. Dengan adanya problem kemanusiaan yang dihadapi oleh rakyat Afrika Selatan seperti rasialisme, pat...
MEMBANGUN MASYARAKAT PLURALIS PERSPEKTIF FARID ESACK DALAM KONTEKS POLITIK PRAKTIS DI INDONESIA
MEMBANGUN MASYARAKAT PLURALIS PERSPEKTIF FARID ESACK DALAM KONTEKS POLITIK PRAKTIS DI INDONESIA
This study aims to thoroughly explore the concept of a pluralist society from the perspective of Farid Esack in the context of practical politics in Indonesia. Religious diversity ...
Rekontekstualisasi Tafsir Pembebasan Perspektif Farid Esack dalam Menghadapi Ancaman VUCA di Abad ke-21
Rekontekstualisasi Tafsir Pembebasan Perspektif Farid Esack dalam Menghadapi Ancaman VUCA di Abad ke-21
This study explores the recontextualization of Farid Esack's liberation theology in addressing the challenges of VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) in the 21st c...
Hermeneutics
Hermeneutics
Hermeneutics is a complex multidisciplinary field, because it lies firmly situated at the intersection of a confluence of historical and conceptual factors and is pertinent to virt...
Hermeneutika Pembebasan Farid Esack terhadap QS. at-Taubah Ayat 71
Hermeneutika Pembebasan Farid Esack terhadap QS. at-Taubah Ayat 71
Qur'an exegesis and interpretation brings social moral responsibility to the theological dimension. The problem of oppression of the weak in the social structure is inseparable fro...
MENAKAR HERMENEUTIKA DALAM KAJIAN SASTRA
MENAKAR HERMENEUTIKA DALAM KAJIAN SASTRA
The study of literature is signed by an inherent and important activity within it, i.e. interpretation. The activity of literature appreciation and literature criticism, both of it...
MENAKAR HERMENEUTIKA DALAM KAJIAN SASTRA
MENAKAR HERMENEUTIKA DALAM KAJIAN SASTRA
The study of literature is signed by an inherent and important activity within it, i.e. interpretation. The activity of literature appreciation and literature criticism, both of i...

