Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Disain dan Evaluasi Kinerja Mesin Pengiris Ubi Kayu pada Berbagai Kecepatan dan Tebal Pengirisan

View through CrossRef
Kinerja mesin pengiris ubi kayu dapat diukur berdasarkan indikator efisiensi dan kapasitas pengirisan. Kedua indikator ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor diantaranya kecepatan pengirisan dan tebal irisan. Namun demikian, informasi tentang penentuan kecepatan pengirisan dan tebal irisan optimum belum banyak tersedia, hal ini menjadi kendala bagi pelaku usaha khususnya industri rumah tangga keripik singkong. Untuk alasan ini, sebuah mesin pengiris ubi kayu didesain, dibuat, dan dievaluasi kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat, dan menguji kinerja mesin pengiris ubi kayu sehingga dihasilkan mesin dengan tingkat efisiensi dan kapasitas optimal. Penelitian ini menggunakan design of experiment rancangan faktorial untuk mengetahui kinerja efisiensi dan kapasitas pengirisan optimal. Faktor yang dikaji adalah kecepatan pengirisan dan tebal irisan. Kecepatan pengirisan dibagi kedalam empat level yaitu 308, 392, 485 dan 595 rpm, sedangkan tebal irisan terdiri dari  1,5 dan 2,0 mm. Jumlah eksperimen sebanyak 8 kali sesuai kombinasi faktor dan level.  Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengukur secara langsung tingkat efisiensi dan kapasitas pada setiap kombinasi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa kapasitas berbanding lurus dengan peningkatan kecepatan pengirisan, namun demikian tidak terjadi pada efisiensi. Efisiensi tertinggi sebesar 88.5% diperoleh pada kecepatan pengirisan 485 rpm dan tebal irisan 2,0 mm, dengan kapasitas pengirisan sebesar 33,63 gram/detik. Mesin ini mudah digunakan dan perawatan untuk industri skala rumah tangga. Kata kunci: design of experiment, efisiensi, kapasitas, kecepatan pengirisan, tebal pengirisan The performance of a cassava slicing machine can be measured based on indicators of efficiency and slicing capacity. These two indicators are influenced by a number of factors including slicing speed and slicing thickness. However, information about determining the optimum slicing speed and slicing thickness is not yet widely available, this is an obstacle for business actors, especially the cassava chips home industry. For this reason, a cassava slicing machine was designed, built, and evaluated for its performance. This research aims to design, manufacture and test the performance of a cassava slicing machine so that a machine with optimal levels of efficiency and capacity is produced. This research used a factorial design of experiment to determine efficiency performance and optimal slicing capacity. The factors studied are slicing speed and slicing thickness. The slicing speed was divided into four levels, namely 308, 392, 485 and 595 rpm, while the slicing thickness consists of 1.5 and 2.0 mm. The number of experiments was 8 times according to the combination of factors and levels. Data collection was carried out by directly measuring the level of efficiency and capacity in each combination. The research results concluded that capacity was directly proportional to the increase in slicing speed, however this did not occur with efficiency. The highest efficiency of 88.5% was obtained at a slicing speed of 485 rpm and a slicing thickness of 2.0 mm, with a slicing capacity of 33.63 grams/second. This machine is easy to use and maintain for household scale industries. Keywords: capacity, efficiency, design of experiment, slicing speed, slicing thickness
Title: Disain dan Evaluasi Kinerja Mesin Pengiris Ubi Kayu pada Berbagai Kecepatan dan Tebal Pengirisan
Description:
Kinerja mesin pengiris ubi kayu dapat diukur berdasarkan indikator efisiensi dan kapasitas pengirisan.
Kedua indikator ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor diantaranya kecepatan pengirisan dan tebal irisan.
Namun demikian, informasi tentang penentuan kecepatan pengirisan dan tebal irisan optimum belum banyak tersedia, hal ini menjadi kendala bagi pelaku usaha khususnya industri rumah tangga keripik singkong.
Untuk alasan ini, sebuah mesin pengiris ubi kayu didesain, dibuat, dan dievaluasi kinerjanya.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat, dan menguji kinerja mesin pengiris ubi kayu sehingga dihasilkan mesin dengan tingkat efisiensi dan kapasitas optimal.
Penelitian ini menggunakan design of experiment rancangan faktorial untuk mengetahui kinerja efisiensi dan kapasitas pengirisan optimal.
Faktor yang dikaji adalah kecepatan pengirisan dan tebal irisan.
Kecepatan pengirisan dibagi kedalam empat level yaitu 308, 392, 485 dan 595 rpm, sedangkan tebal irisan terdiri dari  1,5 dan 2,0 mm.
Jumlah eksperimen sebanyak 8 kali sesuai kombinasi faktor dan level.
  Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengukur secara langsung tingkat efisiensi dan kapasitas pada setiap kombinasi.
Hasil penelitian disimpulkan bahwa kapasitas berbanding lurus dengan peningkatan kecepatan pengirisan, namun demikian tidak terjadi pada efisiensi.
Efisiensi tertinggi sebesar 88.
5% diperoleh pada kecepatan pengirisan 485 rpm dan tebal irisan 2,0 mm, dengan kapasitas pengirisan sebesar 33,63 gram/detik.
Mesin ini mudah digunakan dan perawatan untuk industri skala rumah tangga.
Kata kunci: design of experiment, efisiensi, kapasitas, kecepatan pengirisan, tebal pengirisan The performance of a cassava slicing machine can be measured based on indicators of efficiency and slicing capacity.
These two indicators are influenced by a number of factors including slicing speed and slicing thickness.
However, information about determining the optimum slicing speed and slicing thickness is not yet widely available, this is an obstacle for business actors, especially the cassava chips home industry.
For this reason, a cassava slicing machine was designed, built, and evaluated for its performance.
This research aims to design, manufacture and test the performance of a cassava slicing machine so that a machine with optimal levels of efficiency and capacity is produced.
This research used a factorial design of experiment to determine efficiency performance and optimal slicing capacity.
The factors studied are slicing speed and slicing thickness.
The slicing speed was divided into four levels, namely 308, 392, 485 and 595 rpm, while the slicing thickness consists of 1.
5 and 2.
0 mm.
The number of experiments was 8 times according to the combination of factors and levels.
Data collection was carried out by directly measuring the level of efficiency and capacity in each combination.
The research results concluded that capacity was directly proportional to the increase in slicing speed, however this did not occur with efficiency.
The highest efficiency of 88.
5% was obtained at a slicing speed of 485 rpm and a slicing thickness of 2.
0 mm, with a slicing capacity of 33.
63 grams/second.
This machine is easy to use and maintain for household scale industries.
Keywords: capacity, efficiency, design of experiment, slicing speed, slicing thickness.

Related Results

Mesin Mesin Pengiris Tempe Otomatis Sebagai Bahan Baku Keripik Tempe
Mesin Mesin Pengiris Tempe Otomatis Sebagai Bahan Baku Keripik Tempe
Makanan ringan berbahan baku tempe banyak dijumpai, seperti mendoan, oncom, keripik tempe. Keripik tempe adalah makanan yang banyak digemari masyarakat, karena memiliki kelebihan d...
Rancang Bangun Mesin Pengiris Bawang Merah Tipe Vertikal
Rancang Bangun Mesin Pengiris Bawang Merah Tipe Vertikal
Bawang goreng merupakan salah satu bentuk olahan dari bawang merah yang dalam proses pembuatannya melalui tahap pengirisan. Tahap pengirisan dalam pembuatan bawang goreng di usaha ...
Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usahatani Ubi Kayu Di Kabupaten Wonogiri
Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usahatani Ubi Kayu Di Kabupaten Wonogiri
Ubi kayu merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki banyak kegunaan baik dalam pemenuhan konsumsi serta produksi bagi industri berbahan baku ubi kayu. Kabupaten Wonogir...
Preferensi Petani dan Penyebaran Varietas Unggul Ubi Kayu di Indonesia
Preferensi Petani dan Penyebaran Varietas Unggul Ubi Kayu di Indonesia
Pengembangan ubi kayu di Indonesia mempunyai beberapa kendala terutama preferensi dan penyebaran varietas unggul. Kendala tersebut mempengaruhi perbedaan tingkat adopsi varietas un...
ANALISIS EKONOMI PEMANFAATAN KULIT UBI KAYU FERMENTASI TAKAKURA PADA TERNAK KELINCI NEW ZEALAND WHITE JANTAN
ANALISIS EKONOMI PEMANFAATAN KULIT UBI KAYU FERMENTASI TAKAKURA PADA TERNAK KELINCI NEW ZEALAND WHITE JANTAN
Kulit ubi kayu sangat berpotensi dimanfaatkan menjadi pakan dalam rangka pengembangan ternak potensialterutama kelinci. Setiap kilogram ubi kayu dapat menghasilkan 15–20 % kulit um...
Aplikasi Mocaf (Modified cassava flour) menggunakan ragi tape dan ragi tempe pada pembuatan sourdough
Aplikasi Mocaf (Modified cassava flour) menggunakan ragi tape dan ragi tempe pada pembuatan sourdough
 Abstrak. Mocaf (Modified cassava flour) adalah tepung yang diperoleh dari ubi kayu dengan proses fermentasi menggunakan mikroorganisme. Sourdough didefinisikan sebagai campuran te...
Analisis Kecepatan Putaran dan Jumlah Mata Pisau Stainless Steel terhadap Hasil Produksi pada Mesin Cutting Ubi Jalar
Analisis Kecepatan Putaran dan Jumlah Mata Pisau Stainless Steel terhadap Hasil Produksi pada Mesin Cutting Ubi Jalar
Ubi jalar sebagai salah satu bahan pangan yang mengandung karbohidrat tinggi, salah satu olahan ubi jalar yang sering dijumpai yakni keripik berbahan dasar ubi jalar putih. Permasa...

Back to Top