Javascript must be enabled to continue!
Model Simulasi Sistem Dinamik Estimasi Potensi Energi Panas Bumi Metode Volumetrik Studi Kasus Gunung X
View through CrossRef
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat model estimasi potensi energi panas bumi menggunakan kerangka kerja Sistem Dinamik. Perhitungan estimasi potensi energi panas bumi yang digunakan pada penilitian ini adalah metode volumetrik. Metode Sistem Dinamik digunakan karena mampu mengakomodir hubungan sebab akibat dari setiap variabel secara kompleks. Sehingga diharapkan model yang terbentuk berdasarkan Sistem Dinamik mampu merepresentasikan keadaan real dari potensi energi panas bumi. Model estimasi potensi energi panas bumi yang telah dihasilkan selanjutnya disimulasikan secara normal menggunakan lingkungan pembangkitan binary cycle. Sedangkan penerapan skenario menggunakan dua skenario yaitu sistem pembangkitan flash steam dan dry steam. Untuk melakukan verifikasi serta validasi model, data yang digunakan diperoleh dari data geologi Gunung X. Model estimasi potensi energi panas bumi yang dihasilkan pada penelitian ini terbukti terverifikasi dan valid. Dari hasil verifikasi dan validasi diperoleh tingkat error sebesar 0.75% dimana masih dalam batas error yang diperbolehkan yaitu ⤠5%. Dan besar error variance model adalah sebesar 0.76%, nilai tersebut masih dalam batas error variance yang diperbolehkan yakni ⤠30%. Lebih lanjut, penelitian ini menemukan kesimpulan bahwa penggunaan sknario pembangkitan binary cycle memiliki optimasi yang maksimal dalam memanfaatkan energi panas bumi dibandingkan sistem pembangkitan flash steam maupun dry steam.
Politeknik Negeri Malang
Title: Model Simulasi Sistem Dinamik Estimasi Potensi Energi Panas Bumi Metode Volumetrik Studi Kasus Gunung X
Description:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat model estimasi potensi energi panas bumi menggunakan kerangka kerja Sistem Dinamik.
Perhitungan estimasi potensi energi panas bumi yang digunakan pada penilitian ini adalah metode volumetrik.
Metode Sistem Dinamik digunakan karena mampu mengakomodir hubungan sebab akibat dari setiap variabel secara kompleks.
Sehingga diharapkan model yang terbentuk berdasarkan Sistem Dinamik mampu merepresentasikan keadaan real dari potensi energi panas bumi.
Model estimasi potensi energi panas bumi yang telah dihasilkan selanjutnya disimulasikan secara normal menggunakan lingkungan pembangkitan binary cycle.
Sedangkan penerapan skenario menggunakan dua skenario yaitu sistem pembangkitan flash steam dan dry steam.
Untuk melakukan verifikasi serta validasi model, data yang digunakan diperoleh dari data geologi Gunung X.
Model estimasi potensi energi panas bumi yang dihasilkan pada penelitian ini terbukti terverifikasi dan valid.
Dari hasil verifikasi dan validasi diperoleh tingkat error sebesar 0.
75% dimana masih dalam batas error yang diperbolehkan yaitu ⤠5%.
Dan besar error variance model adalah sebesar 0.
76%, nilai tersebut masih dalam batas error variance yang diperbolehkan yakni ⤠30%.
Lebih lanjut, penelitian ini menemukan kesimpulan bahwa penggunaan sknario pembangkitan binary cycle memiliki optimasi yang maksimal dalam memanfaatkan energi panas bumi dibandingkan sistem pembangkitan flash steam maupun dry steam.
Related Results
DETEKSI MANIFESTASI PANAS BUMI MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 (STUDI KASUS KAWASAN GUNUNG PATUHA)
DETEKSI MANIFESTASI PANAS BUMI MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 (STUDI KASUS KAWASAN GUNUNG PATUHA)
Energi panas bumi merupakan energi alternatif yang diharapkan dapat menjadi pasokan tambahan bagi sumber energi Indonesia. Namun pada kenyataannya Indonesia baru memanfaatkan 5,9% ...
Analisis Potensi Panas Bumi sebagai Sumber Energi Listrik Alternatif di Kabupaten Sumbawa
Analisis Potensi Panas Bumi sebagai Sumber Energi Listrik Alternatif di Kabupaten Sumbawa
Sumbawa memiliki potensi panas bumi yang belum dimanfaatkan, khususnya potensi sebagai energi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi panas bumi di Sumbawa seb...
Estimasi Potensi Panas Bumi Daerah Seram Bagian Barat dan Pulau-Pulau Sekitar, Provinsi Maluku Berdasarkan Data Gaya Berat dan Aeromagnetik
Estimasi Potensi Panas Bumi Daerah Seram Bagian Barat dan Pulau-Pulau Sekitar, Provinsi Maluku Berdasarkan Data Gaya Berat dan Aeromagnetik
Penelitian ini difokuskan pada estimasi kedalaman titik Curie (Curie Point Depth/CPD) dan pemodelan kedepan (forward modelling) menggunakan data aeromagnet dan gaya berat residual ...
Audit Energi pada Dua Produk Kaca Lembaran di sebuah Pabrik Kaca
Audit Energi pada Dua Produk Kaca Lembaran di sebuah Pabrik Kaca
Industri pembuatan kaca tersusun atas empat bagian primer, yaitu: kaca lembaran, kaca khusus, kaca fiber, dan kaca container. Pabrik X merupakan sebuah perusahaan besar penghasil k...
MODEL DINAMIK PERTUMBUHAN LEUKEMIA DENGAN PENGOBATAN IMUNOTERAPI
MODEL DINAMIK PERTUMBUHAN LEUKEMIA DENGAN PENGOBATAN IMUNOTERAPI
Leukemia adalah salah satu jenis kanker yang berada di tubuh manusia, dimana terjadi pertumbuhan sel darah putih yang tidak terkendali. Dengan mengadaptasi model dinamik pada arti...
Karakterisasi Fluida Panas Bumi di Mata Air Panas Panti, Kabupaten Pasaman
Karakterisasi Fluida Panas Bumi di Mata Air Panas Panti, Kabupaten Pasaman
Telah dilakukan pengujian unsur pada fluida panas bumi di 5 (lima) mata air panas Panti, Kabupaten Pasaman. Konsentrasi Li, B, Na, K, dan Mg pada masing-masing sampel diukur menggu...
ANALISIS DEFORMASI GUNUNG SINABUNG BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GPS PERIODE 2017-2018
ANALISIS DEFORMASI GUNUNG SINABUNG BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GPS PERIODE 2017-2018
Gunung Sinabung merupakan salah satu gunung api aktif yang ada di Indonesia yang terletak di provinsi Sumatera Utara. Gunung Sinabung tercatat tidak pernah meletus sejak tahun 1600...
Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Penggunaan lemari pengering untuk pengeringan masih mempunyai kelemahan, yaitu temperatur pengering di dalam lemari pengering sering tidak seragam atau tidak sama di setiap rak yan...

