Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

<b>Berkumur Rebusan Kayu Siwak Terhadap Penurunan Indeks Plak Pada Santri MA PONPES Ittihaad Al-Umam Desa Suka Makmur</b>

View through CrossRef
Latar Belakang: Plak gigi merupakan biofilm kompleks yang tersusun atas kumpulan mikroorganisme patogen yang melekat erat pada permukaan gigi. Akumulasi plak yang tidak terkontrol merupakan faktor etiologi utama dalam patogenesis karies gigi dan penyakit periodontal. Dalam konteks pencegahan berbasis bahan alami, kayu siwak (Salvadora persica) telah lama digunakan dalam tradisi kesehatan mulut masyarakat Timur Tengah dan Asia Selatan karena kandungan senyawa bioaktifnya yang berpotensi sebagai agen antiplak. Tujuan: Mengetahui efektivitas penggunaan larutan rebusan kayu siwak sebagai obat kumur terhadap penurunan nilai indeks plak pada santri Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Ittihaad Al-Umam Desa Suka Makmur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian mencakup seluruh santri MA Pondok Pesantren Ittihaad Al-Umam yang berjumlah 46 orang, yang sekaligus dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Pengukuran indeks plak dilakukan menggunakan modifikasi indeks Turesky Gilmore Glickman dari Quigley-Hein. Intervensi berupa berkumur dengan rebusan kayu siwak 10% sebanyak 10 mL selama 60 detik, satu kali sehari selama 7 hari berturut-turut. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan distribusi kategori indeks plak sebelum intervensi didominasi oleh kategori sedang (74%, n=34), diikuti kategori buruk (21,7%, n=10), dan baik (4,3%, n=2). Setelah intervensi, terjadi pergeseran distribusi yang signifikan ke arah kategori baik (87%, n=40), sangat baik (11%, n=5), dan sedang (2%, n=1). Hasil uji Chi-Square menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik antara indeks plak sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p=0,001 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat efektivitas yang signifikan dari penggunaan rebusan kayu siwak sebagai obat kumur dalam menurunkan indeks plak pada populasi santri. Temuan ini mendukung potensi pemanfaatan bahan alam lokal sebagai alternatif dalam program promosi kesehatan gigi dan mulut berbasis komunitas.
Title: <b>Berkumur Rebusan Kayu Siwak Terhadap Penurunan Indeks Plak Pada Santri MA PONPES Ittihaad Al-Umam Desa Suka Makmur</b>
Description:
Latar Belakang: Plak gigi merupakan biofilm kompleks yang tersusun atas kumpulan mikroorganisme patogen yang melekat erat pada permukaan gigi.
Akumulasi plak yang tidak terkontrol merupakan faktor etiologi utama dalam patogenesis karies gigi dan penyakit periodontal.
Dalam konteks pencegahan berbasis bahan alami, kayu siwak (Salvadora persica) telah lama digunakan dalam tradisi kesehatan mulut masyarakat Timur Tengah dan Asia Selatan karena kandungan senyawa bioaktifnya yang berpotensi sebagai agen antiplak.
Tujuan: Mengetahui efektivitas penggunaan larutan rebusan kayu siwak sebagai obat kumur terhadap penurunan nilai indeks plak pada santri Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Ittihaad Al-Umam Desa Suka Makmur.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design.
Populasi penelitian mencakup seluruh santri MA Pondok Pesantren Ittihaad Al-Umam yang berjumlah 46 orang, yang sekaligus dijadikan sampel melalui teknik total sampling.
Pengukuran indeks plak dilakukan menggunakan modifikasi indeks Turesky Gilmore Glickman dari Quigley-Hein.
Intervensi berupa berkumur dengan rebusan kayu siwak 10% sebanyak 10 mL selama 60 detik, satu kali sehari selama 7 hari berturut-turut.
Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α=0,05.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan distribusi kategori indeks plak sebelum intervensi didominasi oleh kategori sedang (74%, n=34), diikuti kategori buruk (21,7%, n=10), dan baik (4,3%, n=2).
Setelah intervensi, terjadi pergeseran distribusi yang signifikan ke arah kategori baik (87%, n=40), sangat baik (11%, n=5), dan sedang (2%, n=1).
Hasil uji Chi-Square menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik antara indeks plak sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p=0,001 (p<0,05).
Kesimpulan: Terdapat efektivitas yang signifikan dari penggunaan rebusan kayu siwak sebagai obat kumur dalam menurunkan indeks plak pada populasi santri.
Temuan ini mendukung potensi pemanfaatan bahan alam lokal sebagai alternatif dalam program promosi kesehatan gigi dan mulut berbasis komunitas.

Related Results

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PASTA GIGI YANG MENGANDUNG SIWAK DENGAN PASTA GIGI TANPA SIWAK PADA PASIEN PASCA SKELING
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PASTA GIGI YANG MENGANDUNG SIWAK DENGAN PASTA GIGI TANPA SIWAK PADA PASIEN PASCA SKELING
Abstract: Efforts to prevent gingivitis are indispensable; one of them is choosing toothpaste properly. Currently, many toothpastes are containing more than an active material. Add...
PENGARUH AIR REBUSAN DAUN SIRIH TERHADAP PENURUNAN SKOR PLAK
PENGARUH AIR REBUSAN DAUN SIRIH TERHADAP PENURUNAN SKOR PLAK
Penyakit gigi dan mulut diawali oleh pembentukan plak. Pengendalian plak dapat dapat dilakukan secara mekanik maupun kimiawi. Sikat gigi alat utama dalam melaksanakan kontrol plak ...
ANALISIS SEMIOTIKA KOMODIFIKASI NILAI AGAMA DALAM IKLAN SASHA SIWAK VERSI SASHA PASTA GIGI HALAL PENCEGAH GIGI BERLUBANG
ANALISIS SEMIOTIKA KOMODIFIKASI NILAI AGAMA DALAM IKLAN SASHA SIWAK VERSI SASHA PASTA GIGI HALAL PENCEGAH GIGI BERLUBANG
Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) interpretasi tanda keagamaan pada iklan pasta gigi Sasha Siwak; 2) bentuk komodifikasi nilai agama yang ada da...
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PASTA GIGI HERBAL DENGAN PASTA GIGI NON HERBAL TERHADAP PENURUNAN INDEKS PLAK GIGI
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PASTA GIGI HERBAL DENGAN PASTA GIGI NON HERBAL TERHADAP PENURUNAN INDEKS PLAK GIGI
Abstract: Plaque control is an attempt to remove and prevent the plaque accumulation on the tooth surface. Brushing teeth is an effective method in controlling plaque. Plaque contr...
UJI EFEKTIVITAS REBUSAN KAYU SIWAK (Salvadora persica) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus mutans
UJI EFEKTIVITAS REBUSAN KAYU SIWAK (Salvadora persica) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus mutans
Latar belakang: Siwak (Salvadora persica) merupakan tanaman yang umum dijumpai di Timur Tengah dan banyak digunakan untuk membersihkan gigi dan mulut. Bagian yang digunakan pada si...
Clinical Benefits and Adverse Effects of Siwak (S. Persica) Use on Periodontal Health: a Scoping Review of Literature
Clinical Benefits and Adverse Effects of Siwak (S. Persica) Use on Periodontal Health: a Scoping Review of Literature
Abstract Background: Siwak is a chewing stick used as an oral hygiene aid associated with Muslim communities across the globe since more than 1500 years ago. Used either e...
PENGARUH BERKUMUR REBUSAN BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA L.) TERHADAP PERUBAHAN PH SALIVA PADA MAHASISWA KESEHATAN GIGI ANGKATAN 2023
PENGARUH BERKUMUR REBUSAN BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA L.) TERHADAP PERUBAHAN PH SALIVA PADA MAHASISWA KESEHATAN GIGI ANGKATAN 2023
ABSTRAKLatar Belakang: Saliva berperan penting dalam melindungi gigi dari pengaruh luar dan menjaga keseimbangan pH yang optimal. Penurunan pH saliva dapat mempercepat proses demin...
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN JAHE DAN KAYU MANIS TERHADAP PENURUNAN DISMENORE REMAJA PUTRI
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN JAHE DAN KAYU MANIS TERHADAP PENURUNAN DISMENORE REMAJA PUTRI
Dismenore primer bila tidak ditangani akan berbahaya. Dismenore primer dapat menyebabkan depresi, infertilitas, gangguan fungsi seksual, penurunan kualitas hidup karena ketidakmamp...

Back to Top