Javascript must be enabled to continue!
PENINJAUAN MODEL PEMBINAAN GIZI OLAHRAGAWAN
View through CrossRef
Pembentukan gizi merupakan salah satu teknik untuk mencapai prestasi olahragawan di Sumatera Utara (Sumut). Penelitian yang dilakukan adalah melakukan peninjauan terhadap model pembinaan gizi olahragawan pada cabang olahraga yang memiliki prestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON). Metode penelitian yang digunakan metode survei kualitatif. Subjek penelitian pada penelitian adalah cabang olahraga Sumatera Utara yang bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2016 Jawa Barat yaitu peraih mendali emas terbanyak diantaranya cabang olahraga Wushu, Karate, dan Pencak Silat. Teknik perolehan data wawancara, dokumentasi, dan forum group discussion (FGD). Uji keabsahan data yaitu dengan credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Hasil penelitian diperoleh bahwa model pembinaan gizi olahraga dilakukan dengan pemberian kebutuhan gizi yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Peninjauan model pembinaan diterapkan berdasarkan kebutuhan kalori atlet. Kalori atlet diukur dengan berdasarkan kebutuhan atlet dan sumber kalori diberikan dengan bahan makanan yang tepat seperti buha, sayuran, ikan, telur, daging, susu, kacangan, dan minum air yang cukup. Model gizi olahragawan dapat memberikan peran pada penampilan atlet saat pertandingan dan memperoleh prestasi seorang olahragawan.
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Title: PENINJAUAN MODEL PEMBINAAN GIZI OLAHRAGAWAN
Description:
Pembentukan gizi merupakan salah satu teknik untuk mencapai prestasi olahragawan di Sumatera Utara (Sumut).
Penelitian yang dilakukan adalah melakukan peninjauan terhadap model pembinaan gizi olahragawan pada cabang olahraga yang memiliki prestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON).
Metode penelitian yang digunakan metode survei kualitatif.
Subjek penelitian pada penelitian adalah cabang olahraga Sumatera Utara yang bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2016 Jawa Barat yaitu peraih mendali emas terbanyak diantaranya cabang olahraga Wushu, Karate, dan Pencak Silat.
Teknik perolehan data wawancara, dokumentasi, dan forum group discussion (FGD).
Uji keabsahan data yaitu dengan credibility, transferability, dependability, dan confirmability.
Hasil penelitian diperoleh bahwa model pembinaan gizi olahraga dilakukan dengan pemberian kebutuhan gizi yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air.
Peninjauan model pembinaan diterapkan berdasarkan kebutuhan kalori atlet.
Kalori atlet diukur dengan berdasarkan kebutuhan atlet dan sumber kalori diberikan dengan bahan makanan yang tepat seperti buha, sayuran, ikan, telur, daging, susu, kacangan, dan minum air yang cukup.
Model gizi olahragawan dapat memberikan peran pada penampilan atlet saat pertandingan dan memperoleh prestasi seorang olahragawan.
Related Results
Peran Pengetahuan Gizi Terhadap Asupan Energi, Status Gizi Dan Sikap Tentang Gizi Remaja
Peran Pengetahuan Gizi Terhadap Asupan Energi, Status Gizi Dan Sikap Tentang Gizi Remaja
Kualitas gizi dan kesehatan pada siklus hidup orang dewasa ditentukann oleh gizi remaja. Status gizi remaja dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap dan perilaku gizi remaja. Penelitian...
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI, BODY IMAGE, ASUPAN ENERGI DAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA GIZI DAN NON GIZI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI, BODY IMAGE, ASUPAN ENERGI DAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA GIZI DAN NON GIZI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
Penduduk usia >18 tahun mengalami gizi kurang sebesar 8.7%. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan gizi di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan utama. Pada periode remaja ...
PENILAIAN STATUS GIZI
PENILAIAN STATUS GIZI
Menurut UU no. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, yang dimaksud kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untu...
Hubungan Tingkat Literasi Tentang Gizi Dengan Status Gizi Pada Siswi Di SMKN 4 Tanah Grogot Kalimantan Timur
Hubungan Tingkat Literasi Tentang Gizi Dengan Status Gizi Pada Siswi Di SMKN 4 Tanah Grogot Kalimantan Timur
Latar Belakang: Tingkat literasi tentang gizi ialah kemampuan dari mendapatkan hingga memahami informasi gizi dalam penentuan asupan keseharian. Literasi gizi yang dimiliki dapat m...
Hubungan Pengetahuan terkait Label Gizi dengan Kebiasaan Membaca Label Gizi pada Siswa SMA Al-Islam
Hubungan Pengetahuan terkait Label Gizi dengan Kebiasaan Membaca Label Gizi pada Siswa SMA Al-Islam
Latar Belakang: Masih sedikit konsumen yang dapat memahami dan menggunakan label gizi sesuai dengan fungsinya. Hal ini dikarenakan masih rendahnya kesadaran masyarakat terkait pent...
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BALITA DENGAN STATUS GIZI BALITA UMUR 1-3 TAHUN (Di Posyandu Jaan Desa Jaan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk)
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BALITA DENGAN STATUS GIZI BALITA UMUR 1-3 TAHUN (Di Posyandu Jaan Desa Jaan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk)
Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Kejadian gangguan gizi tidak hanya ditemukan pada keluarga yang berpenghasilan ku...
Profil status gizi pada remaja di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
Profil status gizi pada remaja di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
Abstract: Nutritional problem occurs because there is an imbalance in nutritional need fulfillment from food. If the nutrition intake is less then the need, malnutrition happens, a...
Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Remaja Putri di Pondok Pesantren Firdaus
Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Remaja Putri di Pondok Pesantren Firdaus
Pertumbuhan serta perkembangan tubuh pada remaja memerlukan energi dan zat gizi yang lebih banyak. Pertumbuhan dan perkembangan jika tidak diimbangi dengan asupan zat gizi yang sei...

