Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

EVALUASI AKSESIBILITAS PEDESTRIAN PADA OBJEK WISATA ALAS PALA DESA SANGEH, BALI

View through CrossRef
Penelitian ini mengevaluasi kondisi aksesibilitas pedestrian di objek wisata Alas Pala, Desa Sangeh, Bali. Alas Pala yang dikenal sebagai Monkey Forest Sangeh, merupakan destinasi ekowisata yang menarik banyak wisatawan. Seiring dengan tingginya antusiasme pengunjung, kualitas fasilitas dan infrastruktur menjadi faktor penting untuk menjamin kenyamanan dan keamanan. Namun, peningkatan jumlah pengunjung menuntut perbaikan fasilitas aksesibilitas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, mengumpulkan data melalui kuesioner dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar pengunjung merasa nyaman dengan jalur pedestrian, terdapat beberapa masalah seperti kurangnya penunjuk arah, kondisi jalur yang rusak, dan minimnya fasilitas penunjang. Evaluasi ini memberikan rekomendasi untuk perbaikan jalur pedestrian, penambahan fasilitas penunjang, dan peningkatan kebersihan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung. Perbaikan ini diharapkan dapat menghasilkan destinasi wisata yang lebih inklusif dan nyaman bagi semua kalangan.Alas Pala, also known as Sangeh Monkey Forest, is a prominent ecotourism destination that draws significant numbers of visitors. As a public space frequented by tourists, comfort and safety during movement within the site rely heavily on the quality of its pedestrian pathways. Field observations reveal several issues, such as limited signage, uneven surfaces, and insufficient supporting facilities. This study evaluates the pedestrian accessibility at Alas Pala, Sangeh Village, Bali, to assess how effectively the pathways support safe, comfortable, and inclusive visitor movement. Employing a quantitative method with a descriptive approach, data were collected through questionnaires and field documentation. The observed variables include pedestrian comfort, safety, and inclusiveness, based on visitor perceptions regarding physical conditions, supporting amenities, and access ease within the tourist area. Data were analyzed descriptively using Microsoft Excel to categorize and interpret questionnaire results and identify emerging patterns. Findings indicate that while most visitors experience relative comfort on the pedestrian paths, issues remain, such as inadequate directional signage, damaged trail sections, and a lack of supporting infrastructure. The evaluation offers recommendations for pathway improvements, additional amenities, and enhanced site cleanliness to boost overall visitor comfort and safety. These enhancements are expected to foster a more inclusive and pleasant tourism experience for all groups.
Title: EVALUASI AKSESIBILITAS PEDESTRIAN PADA OBJEK WISATA ALAS PALA DESA SANGEH, BALI
Description:
Penelitian ini mengevaluasi kondisi aksesibilitas pedestrian di objek wisata Alas Pala, Desa Sangeh, Bali.
Alas Pala yang dikenal sebagai Monkey Forest Sangeh, merupakan destinasi ekowisata yang menarik banyak wisatawan.
Seiring dengan tingginya antusiasme pengunjung, kualitas fasilitas dan infrastruktur menjadi faktor penting untuk menjamin kenyamanan dan keamanan.
Namun, peningkatan jumlah pengunjung menuntut perbaikan fasilitas aksesibilitas.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, mengumpulkan data melalui kuesioner dan dokumentasi lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar pengunjung merasa nyaman dengan jalur pedestrian, terdapat beberapa masalah seperti kurangnya penunjuk arah, kondisi jalur yang rusak, dan minimnya fasilitas penunjang.
Evaluasi ini memberikan rekomendasi untuk perbaikan jalur pedestrian, penambahan fasilitas penunjang, dan peningkatan kebersihan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung.
Perbaikan ini diharapkan dapat menghasilkan destinasi wisata yang lebih inklusif dan nyaman bagi semua kalangan.
Alas Pala, also known as Sangeh Monkey Forest, is a prominent ecotourism destination that draws significant numbers of visitors.
As a public space frequented by tourists, comfort and safety during movement within the site rely heavily on the quality of its pedestrian pathways.
Field observations reveal several issues, such as limited signage, uneven surfaces, and insufficient supporting facilities.
This study evaluates the pedestrian accessibility at Alas Pala, Sangeh Village, Bali, to assess how effectively the pathways support safe, comfortable, and inclusive visitor movement.
Employing a quantitative method with a descriptive approach, data were collected through questionnaires and field documentation.
The observed variables include pedestrian comfort, safety, and inclusiveness, based on visitor perceptions regarding physical conditions, supporting amenities, and access ease within the tourist area.
Data were analyzed descriptively using Microsoft Excel to categorize and interpret questionnaire results and identify emerging patterns.
Findings indicate that while most visitors experience relative comfort on the pedestrian paths, issues remain, such as inadequate directional signage, damaged trail sections, and a lack of supporting infrastructure.
The evaluation offers recommendations for pathway improvements, additional amenities, and enhanced site cleanliness to boost overall visitor comfort and safety.
These enhancements are expected to foster a more inclusive and pleasant tourism experience for all groups.

Related Results

PERLINDUNGAN KAWASAN HUTAN WISATA BERBASIS ADAT DI DESA SANGEH
PERLINDUNGAN KAWASAN HUTAN WISATA BERBASIS ADAT DI DESA SANGEH
Abstrak Objek dalam pembahasan jurnal ini berlokasi di kawasan wiasata alam sangeh yang mana di dalamnya terdapat berbagai habitat fauna dan flora, fauna yang terbanyak adala...
Peran Pemerintah Desa Bukit Batu Dalam Pengembangan Desa Wisata Di Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis
Peran Pemerintah Desa Bukit Batu Dalam Pengembangan Desa Wisata Di Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis
Pelanggaran ketentraman dan ketertiban umum masih sering terjadi dan belum dapat ditangani Pengembangan Desa wisata di Desa kerap belum berjalan dengan baik oleh pemerintah Desa di...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
Kabupaten Lumajang memiliki sejumlah objek wisata yang relatif lengkap, mulai dari objek wisata alam (wisata tirta, hutan wisata, serta panorama alam), objek wisata buatan (taman r...
PERKEMBANGAN OBJEK WISATA DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
PERKEMBANGAN OBJEK WISATA DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
Penelitian ini membahas tentang perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota. Tujuan penelitian ini untuk melihat perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota s...
Mistisisme Sastra Lisan: Kearifan Lingkungan dalam Tradisi Cepetan Alas
Mistisisme Sastra Lisan: Kearifan Lingkungan dalam Tradisi Cepetan Alas
Abstrak Penelitian ini mengkaji tradisi kebudayaan sebagai aktivitas dan proses berpikir, bertindak dan bersikap secara arif dan bijaksana dalam mengamati, memanfaatkan dan m...
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ALAM AIR TERJUN BAYANG SANI DI KECAMATAN BAYANG
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ALAM AIR TERJUN BAYANG SANI DI KECAMATAN BAYANG
ABSTRAKSebuah objek wisata akan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, menyediakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan daerah apabila objek wisata tersebut ramai dik...

Back to Top