Javascript must be enabled to continue!
PUSTAKAWAN, TUNJUKKAN GREGETMU!
View through CrossRef
AbstrakEra lama Pustakawan akan segera berakhir. Pustakawan berparadigma baru sudah saatnya menghidup-cerahkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Selama tiga puluh tahun profesi Pustakawan berkiprah, citra melekat yang kurang pas harus bergeser ke arah yang sebenarnya, yaitu pencerahan citra di satu sisi dan pengakuan masyarakat luas di sisi lainnya. Di Negara-negara maju, perpustakaan menjadi satu-satunya cerminan “kelas” sebuah lembaga pendidikan. Di Indonesia, jargon “jantungnya pendidikan” menjadi populer secara terabaikan: jantung yang sakit dan dibiarkan tetap berdenyut seadanya. Era tahun 1980-1990 menandai suramnya Pustakawan dengan citranya yang terpinggirkan. Citra yang berbanding terbalik dengan keadaan dimana Pustakawan adalah bagian elit politik dan berkedudukan sangat strategis sebagai sosok kepercayaan para penguasa pemerintahan. Profesi yang dilabelkan sebagai A Feminine Profession di sebuah Negara adidaya karena 83% Pustakawannya adalah wanita, perlu memanfaatkan peluang untuk justru menampilkan sisi cerdas seorang berprofesi Pustakawan tanpa harus mengusung citra wanita secara universal. Momen penting ini akan berupa semakin banyaknya jumlah Pustakawan di Indonesia karena mulai tahun 2013 seluruh sekolah dari tingkat SD sampai SMA/K harus memiliki perpustakaan yang dikelola dan ditangani Pustakawan murni – seseorang berpendidikan ilmu perpustakaan dan tuntas-fokus didalam pekerjaan profesinya. Seperti Dokter, Guru, dan Dosen, para Pustakawan ini akan bersertifikasi untuk apa yang sepatutnya dilabelkan yaitu berkiprah secara kompeten dan professional seutuhnya. Saatnya sudah tiba untuk para professional yang pernah terpinggirkan ini untuk menunjukkan gregetnya atau “taringnya”. Perlu ditunjukkan bahwa Bunny Watson – Bunny Watson baru akan bermunculan dan mencerahkan. Kata Kunci: Pustakawan
Title: PUSTAKAWAN, TUNJUKKAN GREGETMU!
Description:
AbstrakEra lama Pustakawan akan segera berakhir.
Pustakawan berparadigma baru sudah saatnya menghidup-cerahkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.
Selama tiga puluh tahun profesi Pustakawan berkiprah, citra melekat yang kurang pas harus bergeser ke arah yang sebenarnya, yaitu pencerahan citra di satu sisi dan pengakuan masyarakat luas di sisi lainnya.
Di Negara-negara maju, perpustakaan menjadi satu-satunya cerminan “kelas” sebuah lembaga pendidikan.
Di Indonesia, jargon “jantungnya pendidikan” menjadi populer secara terabaikan: jantung yang sakit dan dibiarkan tetap berdenyut seadanya.
Era tahun 1980-1990 menandai suramnya Pustakawan dengan citranya yang terpinggirkan.
Citra yang berbanding terbalik dengan keadaan dimana Pustakawan adalah bagian elit politik dan berkedudukan sangat strategis sebagai sosok kepercayaan para penguasa pemerintahan.
Profesi yang dilabelkan sebagai A Feminine Profession di sebuah Negara adidaya karena 83% Pustakawannya adalah wanita, perlu memanfaatkan peluang untuk justru menampilkan sisi cerdas seorang berprofesi Pustakawan tanpa harus mengusung citra wanita secara universal.
Momen penting ini akan berupa semakin banyaknya jumlah Pustakawan di Indonesia karena mulai tahun 2013 seluruh sekolah dari tingkat SD sampai SMA/K harus memiliki perpustakaan yang dikelola dan ditangani Pustakawan murni – seseorang berpendidikan ilmu perpustakaan dan tuntas-fokus didalam pekerjaan profesinya.
Seperti Dokter, Guru, dan Dosen, para Pustakawan ini akan bersertifikasi untuk apa yang sepatutnya dilabelkan yaitu berkiprah secara kompeten dan professional seutuhnya.
Saatnya sudah tiba untuk para professional yang pernah terpinggirkan ini untuk menunjukkan gregetnya atau “taringnya”.
Perlu ditunjukkan bahwa Bunny Watson – Bunny Watson baru akan bermunculan dan mencerahkan.
Kata Kunci: Pustakawan.
Related Results
Pembiasaan Perilaku Senyum, Salam, Sapa dan Ucapan Terimakasih Pustakawan Terhadap Pemustaka
Pembiasaan Perilaku Senyum, Salam, Sapa dan Ucapan Terimakasih Pustakawan Terhadap Pemustaka
ABSTRAK:Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembiasaan perilaku senyum pustakawan terhadap pemustaka, pembiasaan perilaku salam dan sapa pustakawan terhadap pemustaka, dan ...
PERAN PUSTAKAWAN MENYUDAHI PLAGIARISME
PERAN PUSTAKAWAN MENYUDAHI PLAGIARISME
AbstrakPlagiarisme secara “tak sengaja” bisa terjadi hanya karena “lupa” menyitat. Isi sebuah paragraf bisa tampil sama sekali berbeda dalam hal penggunaan kata tetapi masih berma...
Pembiasaan Perilaku Senyum, Salam, Sapa Dan Ucapan Terimakasih Pustakawan Terhadap Pemustaka
Pembiasaan Perilaku Senyum, Salam, Sapa Dan Ucapan Terimakasih Pustakawan Terhadap Pemustaka
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembiasaan perilaku senyum pustakawan terhadap pemustaka, pembiasaan perilaku salam dan sapa pustakawan terhadap pemustaka, dan pembiasa...
Obstacles and Opportunities Of Implementing Asta Ethics Librarians In Library Information Services In Indonesia
Obstacles and Opportunities Of Implementing Asta Ethics Librarians In Library Information Services In Indonesia
ABSTRACT
Ethics itself is very closely related to human existence as individuals in society. In society, harmonious coexistence of individuals cannot be separated from ethics t...
Peran Pustakawan UPT Perpustakaan Dian Nuswantoro dalam Literasi Layanan Turnitin Kepada Dosen dan Mahasiswa di Universitas Dian Nuswantoro
Peran Pustakawan UPT Perpustakaan Dian Nuswantoro dalam Literasi Layanan Turnitin Kepada Dosen dan Mahasiswa di Universitas Dian Nuswantoro
Perkembangan teknologi dalam sistem pendidikan mendorong perpustakaan menyediakan fasilitas layanan yang mempunyai kemampuan mencegah tindakan plagiasi. Pustakawan sebagai pelaksan...
Kualifikasi Pustakawan di Era Digital
Kualifikasi Pustakawan di Era Digital
Kehadiran internet telah memunculkan optimisme yang sangat tinggi terhadap kemudahan dan kecepatan akses terhadap informasi. Di sisi lain, euporia terhadap kekuatan internet memun...
Kualifikasi Pustakawan di Era Digital
Kualifikasi Pustakawan di Era Digital
Kehadiran internet telah memunculkan optimisme yang sangat tinggi terhadap kemudahan dan kecepatan akses terhadap informasi. Di sisi lain, euporia terhadap kekuatan internet memun...
HARAPAN MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PADJADJARAN MENJADI PUSTAKAWAN
HARAPAN MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PADJADJARAN MENJADI PUSTAKAWAN
AbstractThis research about “expectation of library science student to be a librarian” conducted on students Departement Library Science Padjadjaran University. The purpose of this...

