Javascript must be enabled to continue!
Diskursus Penetapan Hari Santri Nasional (HSN) : Studi Terhadap Pandangan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama
View through CrossRef
Hari Santri Nasional diresmikan oleh pemerintah sebagai penghormatan untuk ulama dan santri tentang pengorbanan dan sumbangsih mereka pada masa lalu. Mengenai penetapannya mendapatkan berbagai macam tanggapan dari organisasi masyarakat, ada yang antusias dan ada yang kurang responsif. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan sosial politik untuk mengulas literatur yang terkait dengan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, dua organisasi masyarakat besar yang memiliki pandangan berbeda tentang Hari Santri Nasional. Hasil penelitian menunjukkan Nahdlatul Ulama cenderung menyambut baik Hari Santri Nasional dengan menganggap bahwa penyelenggaraan tersebut adalah bentuk penghargaan dan penghormatan atas kontribusi para santri yang ikut serta memajukan bangsa Indonesia. Sementara itu, Muhammadiyah cenderung menentang Penyelenggaraan Hari Santri Nasional dengan mengkhawatirkan bahwa penyelenggaraan itu dapat menimbulkan konflik antara kelompok santri dan non-santri. Penyebab dari perbedaan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah adalah pandangan dasar dari kedua organisasi kemasyarakatan tersebut dan penentuan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional dianggap hanya mewakili Nahdlatul Ulama saja.
Title: Diskursus Penetapan Hari Santri Nasional (HSN) : Studi Terhadap Pandangan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama
Description:
Hari Santri Nasional diresmikan oleh pemerintah sebagai penghormatan untuk ulama dan santri tentang pengorbanan dan sumbangsih mereka pada masa lalu.
Mengenai penetapannya mendapatkan berbagai macam tanggapan dari organisasi masyarakat, ada yang antusias dan ada yang kurang responsif.
Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan sosial politik untuk mengulas literatur yang terkait dengan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, dua organisasi masyarakat besar yang memiliki pandangan berbeda tentang Hari Santri Nasional.
Hasil penelitian menunjukkan Nahdlatul Ulama cenderung menyambut baik Hari Santri Nasional dengan menganggap bahwa penyelenggaraan tersebut adalah bentuk penghargaan dan penghormatan atas kontribusi para santri yang ikut serta memajukan bangsa Indonesia.
Sementara itu, Muhammadiyah cenderung menentang Penyelenggaraan Hari Santri Nasional dengan mengkhawatirkan bahwa penyelenggaraan itu dapat menimbulkan konflik antara kelompok santri dan non-santri.
Penyebab dari perbedaan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah adalah pandangan dasar dari kedua organisasi kemasyarakatan tersebut dan penentuan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional dianggap hanya mewakili Nahdlatul Ulama saja.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
PELATIHAN DAN PENERAPAN ILMU SHOROF PADA SANTRI TINGKAT ALIYAH DI PONDOK BUMI DAMAI AL-MUHIBBIN
PELATIHAN DAN PENERAPAN ILMU SHOROF PADA SANTRI TINGKAT ALIYAH DI PONDOK BUMI DAMAI AL-MUHIBBIN
Abstrak
Pelaksanaan kegiatan Masyarakat (PKM) pada tahun ini diharapkan dapat memberikan hasil yang baik bagi masyarakat, santri dan terutama sasaran yang dikenai program. Berkaita...
Cybersecurity Framework Profile for Hybrid Satellite Networks (HSN)
Cybersecurity Framework Profile for Hybrid Satellite Networks (HSN)
The space sector is transitioning away from traditional vertically-integrated entities and towards Hybrid Satellite Networks (HSN) which is an aggregation of independently owned an...
Cybersecurity framework profile for hybrid satellite networks (HSN)
Cybersecurity framework profile for hybrid satellite networks (HSN)
The space sector is transitioning towards Hybrid Satellite Networks (HSN) which is an aggregation of independently owned and operated terminals, antennas, satellites, payloads, or ...
Peran Buya Gusrizal Gazahar di Majelis Ulama Indonesia Sumatra Barat
Peran Buya Gusrizal Gazahar di Majelis Ulama Indonesia Sumatra Barat
AbstrakMUI Sumatra Barat masa kepemimpinan Buya Gusrizal Gazahar memahami pergolakan dan perubahan sosial seperti perubahan. Masa kepemimpinnya di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sum...
FILSAFAT MANUSIA MENURUT MUHAMMADIYAH
FILSAFAT MANUSIA MENURUT MUHAMMADIYAH
This thesis is aim to observe human philosophical system in Muhammadiyah thought. The object being discussed in this research are the teories which discussed the essense of human b...
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PERSAHABATAN DENGAN KEBAHAGIAAN PADA SANTRI PONDOK PESANTREN IIK RIAU
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PERSAHABATAN DENGAN KEBAHAGIAAN PADA SANTRI PONDOK PESANTREN IIK RIAU
Introduction Santri who attend Islamic boarding schools, require them to live far apart from their parents and families. And this condition can be a barrier for these students to a...
Hygiene Sanitasi Lingkungan dalam Potensi Pembentukan Kader Sehat Mandiri Pesantren Nuris Jember
Hygiene Sanitasi Lingkungan dalam Potensi Pembentukan Kader Sehat Mandiri Pesantren Nuris Jember
Latar belakang: Pondok pesantren merupakan tempat berkumpulnya para santri dari berbagai daerah. Tempat ini dikenal memiliki banyak problematika kesehatan, mulai dari kebersihan di...

