Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGERINGAN KARET REMAH BERBASIS SUMBER ENERGI BIOMASSA

View through CrossRef
Produksi karet alam Indonesia terbesar berupa karet remah yang mencapai 93,4%. Pengeringan merupakan kritikal proses yang menentukan mutu akhir produk dan salah satu tahapan yang memerlukan energi cukup besar. Energi yang digunakan dalam industri umumnya bersumber dari energi fosil. Sayangnya ketersediaan sumber energi dari fosil semakin lama cenderung menurun. Oleh karena itu perlu sumber energi alternatif yaitu biomassa dari limbah industri pengolahan produk pertanian. Salah satu contohnya adalah industri pengolahan kelapa sawit. Biomassa dari industri ini berupa tandan kosong sawit (TKS) sebesar 4,8 juta ton, cangkang 1,5 juta ton dan sekitar 1,8 juta ton berupa serabut. Dalam pengeringan karet remah, biomassa dikonversi menjadi sumber energi panas dengan teknik gasifikasi dalam sistem unit pengering. Panas dari hasil pembakaran dipindahkan ke media pengering berupa udara panas. Keuntungan meng-gunakan biomassa sebagai sumber energi adalah dapat mengurangi biaya produksi, lebih ramah lingkungan, dan tersedia dalam jumlah yang banyak sehingga lebih terjamin dalam keberlangsungannya. Biaya penggunaan biomassa sebagai bahan bakar pengeringan karet remah sekitar Rp78 per kg karet kering.
Title: PENGERINGAN KARET REMAH BERBASIS SUMBER ENERGI BIOMASSA
Description:
Produksi karet alam Indonesia terbesar berupa karet remah yang mencapai 93,4%.
Pengeringan merupakan kritikal proses yang menentukan mutu akhir produk dan salah satu tahapan yang memerlukan energi cukup besar.
Energi yang digunakan dalam industri umumnya bersumber dari energi fosil.
Sayangnya ketersediaan sumber energi dari fosil semakin lama cenderung menurun.
Oleh karena itu perlu sumber energi alternatif yaitu biomassa dari limbah industri pengolahan produk pertanian.
Salah satu contohnya adalah industri pengolahan kelapa sawit.
Biomassa dari industri ini berupa tandan kosong sawit (TKS) sebesar 4,8 juta ton, cangkang 1,5 juta ton dan sekitar 1,8 juta ton berupa serabut.
Dalam pengeringan karet remah, biomassa dikonversi menjadi sumber energi panas dengan teknik gasifikasi dalam sistem unit pengering.
Panas dari hasil pembakaran dipindahkan ke media pengering berupa udara panas.
Keuntungan meng-gunakan biomassa sebagai sumber energi adalah dapat mengurangi biaya produksi, lebih ramah lingkungan, dan tersedia dalam jumlah yang banyak sehingga lebih terjamin dalam keberlangsungannya.
Biaya penggunaan biomassa sebagai bahan bakar pengeringan karet remah sekitar Rp78 per kg karet kering.

Related Results

ANALISIS PERKEMBANGAN PASAR KARET REMAH SIR Analysis of Crumb Rubber SIR Market Developments
ANALISIS PERKEMBANGAN PASAR KARET REMAH SIR Analysis of Crumb Rubber SIR Market Developments
Karet merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia. Sebagian besar produksi barang setengah jadi karet Indonesia pada saat ini berupa karet remah SIR khususnya SIR 20. Revie...
Modifikasi Model Rak Alat Pengering Tipe Hybrid Pada Pengeringan Ikan Keumamah
Modifikasi Model Rak Alat Pengering Tipe Hybrid Pada Pengeringan Ikan Keumamah
Abstrak. Pengeringan hybrid merupakan pengeringan yang menggunakan dua atau lebih sumber energi untuk proses penguapan air. Teknologi ini merupakan alternatif teknologi untuk penge...
SUBSTITUSI REMAH BERAS CERDAS TERHADAP REMAH ROTI SEBAGAI BAHAN PELAPIS PADA NUGGET AYAM
SUBSTITUSI REMAH BERAS CERDAS TERHADAP REMAH ROTI SEBAGAI BAHAN PELAPIS PADA NUGGET AYAM
ABSTRACT Nugget is a frozen ready to eat food product made from raw ground meat with a coating material. Generally, the coating material has used breadcrumbs. The breadcrumb ...
Audit Energi pada Dua Produk Kaca Lembaran di sebuah Pabrik Kaca
Audit Energi pada Dua Produk Kaca Lembaran di sebuah Pabrik Kaca
Industri pembuatan kaca tersusun atas empat bagian primer, yaitu: kaca lembaran, kaca khusus, kaca fiber, dan kaca container. Pabrik X merupakan sebuah perusahaan besar penghasil k...
RANCANG BANGUN RUBBER DAMPER PADA LORI INSPEKSI ELEKTRIK
RANCANG BANGUN RUBBER DAMPER PADA LORI INSPEKSI ELEKTRIK
Sistem suspensi merupakan komponen penting dalam kendaraan, karena berfungsi sebagai peredam getaran bagi kendaraan ketika dikendarai oleh penggunanya. Ada beberapa jenis sistem su...
POTENSI BIODIESEL SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF DI PABRIK PENGOLAHAN KARET REMAH
POTENSI BIODIESEL SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF DI PABRIK PENGOLAHAN KARET REMAH
Energi merupakan kebutuhan esensial dalam produksi karet remah. Baik itu untuk menggerakkan mesin dan proses pengeringan. Pabrik karet saat ini memakai listrik dari PLN dan genset ...
PEMANFAATAN BIJI KARET SEBAGAI PRODUK OLAHAN EMPING
PEMANFAATAN BIJI KARET SEBAGAI PRODUK OLAHAN EMPING
Banjarbaru, khususnya daerah kelurahan Cempaka merupakan salah satu daerah penghasil karet di Kalimantan Selatan. Kebanyakan pertanian karet di daerah tersebut merupakan milik pero...
PENGARUH KOAGULAN DAN ANALISIS GROSS PROFIT MARGIN TERHADAP KADAR MUTU KARET REMAH SIR 20
PENGARUH KOAGULAN DAN ANALISIS GROSS PROFIT MARGIN TERHADAP KADAR MUTU KARET REMAH SIR 20
Indonesia merupakan negara produsen karet kedua terbesar di dunia dan merupakan negara pengekspor karet. Salah satunya karet yang diekspor dari Indonesia adalah SIR 20. Rendahnya m...

Back to Top