Javascript must be enabled to continue!
Analisis Kemampuan Konsep Perkalian pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas II Ditinjau dari Teori Behavioristik
View through CrossRef
Abstract
Conceptual abilities can be expressed specifically in the context of changing behavior, re-expressing a concept, using a concept and being able to develop a concept. Changes in behavior experienced by students due to stimulus and responsse are called behaviorist theory, stimulus is whatever the teacher gives to the student while responsse is the student's responsse to the stimulus the teacher provides. The aim of this research is to analyze the ability of multiplication concepts in class II students' mathematics learning in terms of behavioristic theory. The population in this study were 9 students in grade II at SDN 3 Piji and the sample in this study was 3 students. This research uses a qualitative descriptive research type. The number of subjects that the researcher used was 3 using a purposive technique based on the criteria used by the researcher in the form of high students, medium students, and low students. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. Data analysis techniques according to Miles and Huberman which include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of research at SDN 3 Piji show that the multiplication concept ability seen from behavioristic theory of students in the high student category shows changes in behavior such as being fluent in memorizing multiplications, memorizing multiplications and working on questions without help from the teacher. Students in the medium category showed changes in behavior such as not being fluent in memorizing multiplications and when memorizing multiplications students still counted using their fingers. Students in the low category show changes in behavior such as not being fluent in memorizing multiplications, not calculating multiplications but immediately answering with naughty answers and still needing help from the teacher.
Abstrak
Kemampuan konsep dapat dinyatakan secara khusus dalam konteks perubahan tingkah laku, mengungkapkan kembali sebuah konsep, menggunakan konsep dan dapat mengembangkan konsep. Perubahan tingkah laku yang dialami oleh siswa karena adanya stimulus dan respons disebut teori behavioristik, stimulus adalah apa saja yang diberikan oleh guru kepada siswa sedangkan respons adalah tanggapan siswa atas stimulus yang guru berikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan konsep perkalian pada pembelajaran matematika siswa kelas II ditinjau dari teori behavioristik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas II di SDN 3 Piji yang berjumlah 9 siswa dan sampel pada penelitian ini berjumlah 3 siswa. Subjek yang peneliti gunakan berjumlah 3 menggunakan teknik purposive berdasarkan kriteria yang digunakan peneliti berupa siswa tinggi, siswa sedang, siswa rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menurut Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian di SDN 3 Piji menunjukkan bahwa kemampuan konsep perkalian dilihat dari teori behavioristik siswa dengan kategori siswa tinggi menunjukkah perubahan tingkah laku seperti lancar dalam menghafal perkalian, menghafal perkalian dan mengerjakan soal tanpa bantuan dari guru. Siswa dengan kategori sedang menunjukkan perubahan tingkah laku seperti belum lancar dalam menghafal perkalian dan saat menghafal perkalian siswa masih menghitung menggunakan jari. Siswa dengan kategori rendah menunjukkan perubahan tingkah laku seperti tidak lancar dalam menghafal perkalian, tidak menghitung perkalian tetapi langsung menjawab dengan jawaban yang sembarangan dan masih memerlukan bantuan dari guru.
Title: Analisis Kemampuan Konsep Perkalian pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas II Ditinjau dari Teori Behavioristik
Description:
Abstract
Conceptual abilities can be expressed specifically in the context of changing behavior, re-expressing a concept, using a concept and being able to develop a concept.
Changes in behavior experienced by students due to stimulus and responsse are called behaviorist theory, stimulus is whatever the teacher gives to the student while responsse is the student's responsse to the stimulus the teacher provides.
The aim of this research is to analyze the ability of multiplication concepts in class II students' mathematics learning in terms of behavioristic theory.
The population in this study were 9 students in grade II at SDN 3 Piji and the sample in this study was 3 students.
This research uses a qualitative descriptive research type.
The number of subjects that the researcher used was 3 using a purposive technique based on the criteria used by the researcher in the form of high students, medium students, and low students.
Data collection techniques use observation, interviews and documentation.
Data analysis techniques according to Miles and Huberman which include data reduction, data presentation, and drawing conclusions.
The results of research at SDN 3 Piji show that the multiplication concept ability seen from behavioristic theory of students in the high student category shows changes in behavior such as being fluent in memorizing multiplications, memorizing multiplications and working on questions without help from the teacher.
Students in the medium category showed changes in behavior such as not being fluent in memorizing multiplications and when memorizing multiplications students still counted using their fingers.
Students in the low category show changes in behavior such as not being fluent in memorizing multiplications, not calculating multiplications but immediately answering with naughty answers and still needing help from the teacher.
Abstrak
Kemampuan konsep dapat dinyatakan secara khusus dalam konteks perubahan tingkah laku, mengungkapkan kembali sebuah konsep, menggunakan konsep dan dapat mengembangkan konsep.
Perubahan tingkah laku yang dialami oleh siswa karena adanya stimulus dan respons disebut teori behavioristik, stimulus adalah apa saja yang diberikan oleh guru kepada siswa sedangkan respons adalah tanggapan siswa atas stimulus yang guru berikan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan konsep perkalian pada pembelajaran matematika siswa kelas II ditinjau dari teori behavioristik.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif.
Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas II di SDN 3 Piji yang berjumlah 9 siswa dan sampel pada penelitian ini berjumlah 3 siswa.
Subjek yang peneliti gunakan berjumlah 3 menggunakan teknik purposive berdasarkan kriteria yang digunakan peneliti berupa siswa tinggi, siswa sedang, siswa rendah.
Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Teknik analisis data menurut Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian di SDN 3 Piji menunjukkan bahwa kemampuan konsep perkalian dilihat dari teori behavioristik siswa dengan kategori siswa tinggi menunjukkah perubahan tingkah laku seperti lancar dalam menghafal perkalian, menghafal perkalian dan mengerjakan soal tanpa bantuan dari guru.
Siswa dengan kategori sedang menunjukkan perubahan tingkah laku seperti belum lancar dalam menghafal perkalian dan saat menghafal perkalian siswa masih menghitung menggunakan jari.
Siswa dengan kategori rendah menunjukkan perubahan tingkah laku seperti tidak lancar dalam menghafal perkalian, tidak menghitung perkalian tetapi langsung menjawab dengan jawaban yang sembarangan dan masih memerlukan bantuan dari guru.
Related Results
Memanfaatkan Teori Behavioristik Untuk Meningkatkan Keterlibatan dan Partisipasi Siswa di Kelas Sebuah Meta-Analisis
Memanfaatkan Teori Behavioristik Untuk Meningkatkan Keterlibatan dan Partisipasi Siswa di Kelas Sebuah Meta-Analisis
Penerapan teori behavioristik dalam pendidikan telah menjadi subjek yang menarik perhatian dalam upaya meningkatkan keterlibatan dan partisipasi siswa di kelas. Teori ini menyoroti...
PERBANDINGAN KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DAN KONVENSIONAL DITINJAU DARI KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA
PERBANDINGAN KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DAN KONVENSIONAL DITINJAU DARI KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan keefektifan pembelajaran matematika dengan Pendekatan Matematika Realistik dan Konvensional ditinjau dari kemampuan...
Analisis Penerapan Media Puzzle pada Pembelajaran Matematika Materi Perkalian Kelas II
Analisis Penerapan Media Puzzle pada Pembelajaran Matematika Materi Perkalian Kelas II
Abstract
The lack of students' understanding in multiplication, revealed through observations, can have negative consequences on the comprehension of multiplication concepts that s...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS KESALAHAN MATEMATIKA MATERI LINGKARAN DITINJAU DARI TINGKAT KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 12 KENDARI
ANALISIS KESALAHAN MATEMATIKA MATERI LINGKARAN DITINJAU DARI TINGKAT KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 12 KENDARI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan-kesalahan matematika dan persentasenya yang dilakukan siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Kendari materi lingkaran serta faktor-fak...
KESULITAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI PERKALIAN BILANGAN CACAH DI SEKOLAH DASAR
KESULITAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI PERKALIAN BILANGAN CACAH DI SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran matematika materi perkalian bilangan cacah kelas IV di SD Ne...
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE TERHADAP KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE TERHADAP KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think, talk, write (TTW) untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika...
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
Motivasi belajar matematika merupakan elemen penting dalam pembelajaran matematika. Motivasi belajar matematika siswa berbeda-beda dalam hal tingkat motivasi dan jenis motivasinya....

