Javascript must be enabled to continue!
Keanekaragaman Tanaman Pekarangan Dan Pemanfaatannya Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Di Kecamatan Wakorumba Selatan
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, struktur dan indeks keanekaragaman tanaman serta pola pemanfaatan untuk mendukung ketahanan pangan di kecamatan Wakorumba Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuadrat. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif adalah struktur vegetasi yang meliputi densitas, densitas relatif, frekuensi, frekuensi relatif, dominansi, dominansi relatif, nilai penting dan indeks keanekaragaman sedangkan data yang dianalisis secara kualitatif meliputi deskriptif komposisi tanaman dan pola pemanfaatan tanaman dilahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis tanaman yang terdapat di lahan pekarangan kecamatan Wakorumba Selatan diperoleh sebanyak 25 famili dari 44 jenis tanaman, dimana 22 jenis tanaman tahunan dan 22 jenis tanaman musiman. Untuk struktur vegetasi tanaman yang diusahakan pada lahan pekarangan di kecamatan Wakorumba Selatan ditinjau dari segi nilai penting tertinggi untuk tingkat pohon ditunjukkan oleh spesies Cocos nucifera yaitu 201,85 % terdapat pada desa Wambona sedangkan nilai terendah ditunjukkan oleh spesies Eugenia aquea Burm. F, yaitu 5,54 % terdapat pada desa Wakorumba. Untuk tingkat tihang nilai tertinggi ditunjukkan oleh spesies Theobroma cacao L. yaitu 125,55 % sedangkan nilai terendah yaitu spesies Syzygium malacensis dengan nilai 7,12 % terdapat pada desa Wambona. Tingkat sapihan nilai tertinggi ditunjukkan oleh spesies Carica papaya L. yaitu 103,59 % terdapat pada desa Bakealu sedangkan nilai terendah spesies Tamarindus indica L. dengan nilai 3,38 % terdapat pada desa Wakorumba. Untuk tingkat semai nilai tertinggi ditunjukkan oleh spesies Cocos nucifera 83,33 % terdapat pada desa Bakealu sedangkan nilai terendah ditunjukkan oleh spesies Nephelium lappaceum yaitu 5,85 % terdapat pada desa Wakorumba. Indeks keanekaragaman tanaman didesa Wakorumba, Pure, Bakealu, Wambona dan kelurahan Labunia tergolong sedang, terkecuali pada tingkat sapihan desa Bakealu tergolong rendah. Pola pemanfaatan tanaman yang diusahakan pada lahan pekarangan oleh penduduk di kecamatan Wakorumba Selatan yaitu sebagai sumber karbohidrat (18,18 %), sebagai sumber protein (11,36 %), sumber vitamin (45,45 %), sumber mineral (22,73 %) dan pemanfaatan sebagai sumber lemak (2,27 %).Kata kunci: Komposisi Tanaman Pekarangan, Struktur Vegetasi, Indeks Keanekaragaman, Pola Pemanfaatan
Universitas Halu Oleo
Title: Keanekaragaman Tanaman Pekarangan Dan Pemanfaatannya Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Di Kecamatan Wakorumba Selatan
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, struktur dan indeks keanekaragaman tanaman serta pola pemanfaatan untuk mendukung ketahanan pangan di kecamatan Wakorumba Selatan.
Penelitian ini menggunakan metode kuadrat.
Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.
Data kuantitatif adalah struktur vegetasi yang meliputi densitas, densitas relatif, frekuensi, frekuensi relatif, dominansi, dominansi relatif, nilai penting dan indeks keanekaragaman sedangkan data yang dianalisis secara kualitatif meliputi deskriptif komposisi tanaman dan pola pemanfaatan tanaman dilahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis tanaman yang terdapat di lahan pekarangan kecamatan Wakorumba Selatan diperoleh sebanyak 25 famili dari 44 jenis tanaman, dimana 22 jenis tanaman tahunan dan 22 jenis tanaman musiman.
Untuk struktur vegetasi tanaman yang diusahakan pada lahan pekarangan di kecamatan Wakorumba Selatan ditinjau dari segi nilai penting tertinggi untuk tingkat pohon ditunjukkan oleh spesies Cocos nucifera yaitu 201,85 % terdapat pada desa Wambona sedangkan nilai terendah ditunjukkan oleh spesies Eugenia aquea Burm.
F, yaitu 5,54 % terdapat pada desa Wakorumba.
Untuk tingkat tihang nilai tertinggi ditunjukkan oleh spesies Theobroma cacao L.
yaitu 125,55 % sedangkan nilai terendah yaitu spesies Syzygium malacensis dengan nilai 7,12 % terdapat pada desa Wambona.
Tingkat sapihan nilai tertinggi ditunjukkan oleh spesies Carica papaya L.
yaitu 103,59 % terdapat pada desa Bakealu sedangkan nilai terendah spesies Tamarindus indica L.
dengan nilai 3,38 % terdapat pada desa Wakorumba.
Untuk tingkat semai nilai tertinggi ditunjukkan oleh spesies Cocos nucifera 83,33 % terdapat pada desa Bakealu sedangkan nilai terendah ditunjukkan oleh spesies Nephelium lappaceum yaitu 5,85 % terdapat pada desa Wakorumba.
Indeks keanekaragaman tanaman didesa Wakorumba, Pure, Bakealu, Wambona dan kelurahan Labunia tergolong sedang, terkecuali pada tingkat sapihan desa Bakealu tergolong rendah.
Pola pemanfaatan tanaman yang diusahakan pada lahan pekarangan oleh penduduk di kecamatan Wakorumba Selatan yaitu sebagai sumber karbohidrat (18,18 %), sebagai sumber protein (11,36 %), sumber vitamin (45,45 %), sumber mineral (22,73 %) dan pemanfaatan sebagai sumber lemak (2,27 %).
Kata kunci: Komposisi Tanaman Pekarangan, Struktur Vegetasi, Indeks Keanekaragaman, Pola Pemanfaatan.
Related Results
KAJIAN KETAHANAN PANGAN DI DAERAH KABUPATEN KERINCI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
KAJIAN KETAHANAN PANGAN DI DAERAH KABUPATEN KERINCI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
Berdasarkan data indeks ketahanan pangan tahun 2019, Kabupaten Kerinci memiliki indeks ketahanan yang baik, akan tetapi persebaran tingkat ketahanan pangan untuk setiap kecamatann...
EDUKASI OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN PERKARANGAN UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DAN KESEHATAN KELUARGA DI ERA NEW NORMAL PASCA COVID-19 DENGAN BUDIDAYA TANAMAN BUAH, SAYURAN, DAN TANAMAN OBAT
EDUKASI OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN PERKARANGAN UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DAN KESEHATAN KELUARGA DI ERA NEW NORMAL PASCA COVID-19 DENGAN BUDIDAYA TANAMAN BUAH, SAYURAN, DAN TANAMAN OBAT
Ketahanan pangan telah menjadi permasalahan yang krusial bagi warga Medan Baru dengan adanya wabah atau Pandemi covid-19 saat ini. Dengan adanya Pandemi Covid-19 ini pemenuhan kebu...
KEBIJAKAN SISTEM KETAHANAN PANGAN DAERAH
KEBIJAKAN SISTEM KETAHANAN PANGAN DAERAH
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan. Kedaulatan pangan diartikan sebagai hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan pangan yang menjamin hak atas p...
Diversifikasi Lahan Diversifikasi Lahan Marginal Dan Pekarangan Sebagai Solusi Ketahanan Pangan Keluarga Tani Di Desa Kamulyan Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya
Diversifikasi Lahan Diversifikasi Lahan Marginal Dan Pekarangan Sebagai Solusi Ketahanan Pangan Keluarga Tani Di Desa Kamulyan Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya
Ketahanan pangan didefinisikan sebagai kondisi terpenuhinya pangan bagi setiap masyarakat yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merat...
Pemanfaatan Pekarangan Rumah Untuk Budidaya Sayuran Sebagai Alternatif Usaha Sampingan di Desa Loa Janan Ulu Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara
Pemanfaatan Pekarangan Rumah Untuk Budidaya Sayuran Sebagai Alternatif Usaha Sampingan di Desa Loa Janan Ulu Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara
Pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya sayuran di Desa Loa Janan Ulu mencerminkan upaya masyarakat dalam mengembangkan usaha sampingan yang berkelanjutan. Dengan luas lahan te...
PENANAMAN JAGUNG (Zea mays) PADA BEBERAPA JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK UNTUK OPTIMALISASI LAHAN DI TBM KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)
PENANAMAN JAGUNG (Zea mays) PADA BEBERAPA JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK UNTUK OPTIMALISASI LAHAN DI TBM KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)
Optimalisasi pemanfaatan areal dapat meningkatkan produktivitas suatu lahan. Areal TBM kelapa sawit mulai dari tanaman tahun 0 hingga tahun ke-3, memiliki sela yang dapat dimanfaat...
Dinamika Ketahanan Pangan
Dinamika Ketahanan Pangan
Buku ini membahas berbagai aspek ketahanan pangan di Indonesia dengan pendekatan yang komprehensif dan berbasis data menggunakan metode deskriptif dan analisis kualitatif, buku ini...
AKTIVASI PROGRAM KETAHANAN PANGAN PADA MASYARAKAT DESA CILEMBU KABUPATEN SUMEDANG
AKTIVASI PROGRAM KETAHANAN PANGAN PADA MASYARAKAT DESA CILEMBU KABUPATEN SUMEDANG
Abstrak
Ketahanan pangan menjadi isu utama dalam kondisi perubahan iklim dunia saat ini yang tidak menentu. Panjangnya musim kemarau tahun ini (2023) akibat badai El Nino tel...

